Masih Suka Main Boneka Saat Dewasa, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Boneka identik dengan mainan anak-anak. Entah itu dijadikan “anggota keluarga” saat bermain rumah-rumahan atau sebagai teman tidur anak yang masih takut tidur sendiri. Namun, bagaimana jika masih suka main boneka saat dewasa? Apakah hal ini normal?

Apa artinya bermain boneka bagi pemiliknya?

Bermain boneka mengajarkan anak memiliki rasa tanggung jawab, misalnya menjaganya agar tetap bersih dan terawat, tidak rusak, bahkan hingga memakaikan baju dan memberinya “makan”. Namun, lambat laun seiring tumbuh kembangnya, anak mungkin mulai meninggalkan boneka kesayangannya dan beralih ke hal-hal yang lebih “dewasa”, seperti make-up, bermain bersama teman sekolah, mulai suka dengan lawan jenis, dan lainnya.

Bagi anak remaja, boneka mungkin hanya kenangan masa kecilnya. Adapun beberapa boneka tertentu yang masih ia simpan karena memang boneka kesukaannya atau karena dihadiahkan oleh temannya atau orang terdekatnya.

Sementara, bagaimana dengan orang dewasa yang masih suka boneka? Beberapa wanita dewasa mungkin ada yang masih menyimpan boneka. Main boneka saat dewasa mungkin dapat mengingatkannya pada masa kecilnya yang indah. Sehingga, ia ingin menyimpan kenangannya tersebut.

Lalu, apa normal jika masih main boneka saat dewasa?

Anda masih bisa bermain dengan boneka sampai usia berapa pun, tidak ada larangan. Normal jika Anda sebagai orang dewasa masih menyimpan atau malah membeli boneka baru. Tidak ada yang salah dengan ini. Juga, tidak ada yang salah jika Anda masih bermain dengan boneka, walaupun Anda sudah dewasa.

Namun, hal ini juga bisa menjadi masalah jika boneka sudah menjadi fokus utama dalam kehidupan Anda. Misalnya, Anda harus membawa boneka Anda ke mana-mana, jika tidak maka dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Jika sudah begitu, maka bisa timbul masalah kesehatan mental.

Bermain dengan boneka juga bisa menjadi perhatian kesehatan mental jika membuat fantasi Anda di masa kecil masih terbawa sampai Anda dewasa.

Dalam perkembangan mental yang sehat, fantasi anak yang ada di masa kecil bisa dibawa sampai dewasa, tapi berubah menjadi sesuatu hal atau minat yang disesuaikan dengan kehidupan dewasa, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Joseph M. Carver, Ph. D. Sebagai contoh, saat dulu Anda suka mendandani boneka Anda dengan berbagai baju, mungkin sekarang minat Anda menjadi mendandani orang.

Namun, beberapa orang dewasa mungkin memilih untuk tidak lepas dari kehidupan di masa kecilnya. Hal ini membuat ada sedikit sifat kanak-kanak yang dipertahankan dalam dirinya. Tentunya, hal ini tidak baik mengingat seharusnya orang dewasa sudah mempunyai mental dan emosional yang matang dibandingkan anak kecil.

Jadi, bukannya tidak boleh bermain dengan boneka saat Anda sudah dewasa. Ini sah-sah saja. Tapi, jangan sampai ini mengganggu perkembangan mental dan emosional Anda saat dewasa. Lagipula, bermain juga merupakan kebutuhan orang dewasa, bukan hanya anak kecil. Bermain dapat memberi kebahagiaan dan juga membantu mengembangkan kreativitas. Tapi, ada batas-batas tertentu yang membedakan artian bermain pada anak-anak dan pada orang dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Beberapa orang perlu tidur lebih lama agar tubuh bisa berfungsi normal di siang hari. Cari tahu berbagai penyebabnya karena mungkin Anda salah satunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Terobsesi untuk selalu update di media sosial? Hobi begadang? Hati-hati, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stockholm syndrome adalah

Stockholm Syndrome: Ketika Sandera Justru Bersimpati Pada Penculiknya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
digital fatigue

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit