backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Manfaat Istirahat Mental dan Cara Melakukannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Manfaat Istirahat Mental dan Cara Melakukannya

Kesehatan fisik dan mental merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, Anda juga perlu melakukan istirahat mental agar tetap sehat jiwa dan raga. 

Apa itu istirahat mental?

Istirahat mental atau mental rest adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengistirahatkan atau menenangkan otak setelah menjalani aktivitas yang membutuhkan banyak pikiran atau emosi.

Otak yang mendapatkan cukup waktu istirahat akan berfungsi dengan lebih baik. Hal ini juga berpengaruh pada kesehatan fisik, sebab berbagai aktivitas fisik ikut diatur oleh otak.

Dengan memahami pentingnya kesehatan mental yang stabil, Anda pun mampu memproses informasi, berkonsentrasi, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

Kapan Anda butuh istirahat mental?

stres memicu diabetes

Istirahat mental dibutuhkan ketika pikiran terasa sangat lelah. Sayangnya, kebanyakan orang sering kali tidak menyadari bahwa dirinya sedang lelah mental.

Apakah Anda juga demikian? Jika ya, berikut adalah beberapa gejala lelah mental yang bisa Anda perhatikan.

  • Sulit untuk berkonsentrasi, bahkan pada hal-hal yang biasanya Anda bisa lakukan dengan mudah.
  • Mudah gelisah soal hal-hal kecil sampai mengganggu kualitas tidur.
  • Perubahan nafsu makan, baik itu penurunan atau peningkatan.
  • Lebih mudah tersinggung atau rungsing. 
  • Kehilangan motivasi karena ragu dengan kemampuan diri sendiri.
  • Sering melamun, bahkan di tengah-tengah aktivitas.
  • Berusaha menghindari aktivitas atau pekerjaan tertentu karena terlalu takut melakukan kegagalan.
  • Sering merasa tidak enak badan tanpa alasan khusus.
  • Sulit merasakan kebahagiaan meski sudah melakukan kegiatan yang disukai.
  • Lelah mental memang tidak berarti bahwa Anda memiliki penyakit mental. Namun, kondisi ini bisa meningkatkan risikonya.

    Oleh karena itu, mulailah untuk lebih peka terhadap gejala lelah mental yang Anda rasakan supaya Anda tahu kapan waktunya beristirahat.

    Artikel terkait

    Cara istirahat mental

    Meluangkan waktu untuk istirahat mental tidak akan mengganggu produktivitas Anda. Sebaliknya, membiaskan hal ini justru bisa menunjang kinerja otak.

    Setiap orang bisa memiliki cara yang berbeda untuk mengistirahatkan mental. Jika Anda belum menemukan cara yang tepat, cobalah beberapa tips berikut.

    1. Sadar akan kemampuan diri

    Fisik Anda mungkin terasa sehat dan kuat usai beraktivitas seharian penuh atau berpikir seharian. Namun, mental Anda belum tentu merasakan hal serupa.

    Dengan begitu, jangan ragu untuk mengambil waktu istirahat jika Anda sudah merasakan berbagai gejala di atas meski fisik Anda merasa masih kuat.

    2. Luangkan waktu khusus

    Laman Integris Health menyarankan Anda untuk mengambil waktu untuk istirahat mental setiap dua jam di tengah-tengah produktivitas

    Setelah itu, lakukan kegiatan yang bisa menenangkan Anda, seperti mendengarkan musik, jalan-jalan ke luar ruangan, atau power nap.

    Ketika melakukan berbagai kegiatan tersebut, usahakan untuk tidak memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan.

    3. Bertemu keluarga atau teman dekat

    Tekanan dari pekerjaan atau tuntutan orang di sekitar bisa menjadi penyebab lelah mental. Dalam kondisi seperti ini, cobalah menceritakan hal yang meresahkan dengan keluarga atau teman terpercaya.

    Menemui orang-orang tersayang akan membuat Anda merasakan dukungan sehingga bisa memperbaiki berbagai gejala lelah mental. Jadi, sudahkah Anda membagikan beban pikiran Anda? 

    4. Terapkan mindfulness

    perfeksionis gejala ocd

    Mindfulness adalah teknik meditasi sederhana yang bertujuan untuk menyadari sekaligus menerima apa yang terjadi saat ini tanpa mengaitkannya dengan masa depan, masa lalu, atau komentar orang lain.

    Anda bisa melakukan mindfulness dengan cara mencari posisi duduk yang nyaman, mengatur napas, lalu fokus pada detak jantung dan sensasi udara yang keluar masuk saat bernapas.

    Jika sudah terbiasa, Anda bisa merasakan manfaat mindfulness setelah 3–5 menit saja.

    5. Kurangi sifat perfeksionis

    Menjadi seorang perfeksionis memang tidak sepenuhnya salah. Namun, jangan sampai sifat ini membawa pengaruh negatif pada tindakan, pikiran, dan mental Anda.

    Meski menjadi seorang perfeksionis, pastikan Anda tetap memiliki tujuan atau ekspektasi yang realistis.

    Anda pun perlu mulai belajar menerima kegagalan jika ada rencana yang tidak berjalan seperti kemauan. Pasalnya, ada banyak hal di luar kendali yang bisa menggagalkan rencana tersebut.

    Di samping berbagai cara di atas, menerapkan pola hidup sehat juga merupakan salah satu tips untuk menjaga kesehatan mental.

    Manfaat melakukan istirahat mental

    Tidak ada kata terlambat untuk menyadari bahwa Anda membutuhkan mental rest dan melakukanya secara berkala.

    Ketika sudah menjadikannya sebuah kebiasaan, berikut adalah berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan.

    • Lebih mudah dalam mengelola stres.
    • Memperbaiki hubungan dengan orang lain.
    • Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
    • Lebih mudah mempertahankan atau menciptakan pikiran positif.
    • Memiliki kondisi fisik yang lebih sehat.

    Mental yang kuat memberikan manfaat bagi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, Anda perlu senantiasa menjaganya, salah satunya dengan meluangkan waktu istirahat mental.

    Kesimpulan

    • Istirahat mental adalah waktu yang dibutuhkan untuk menenangkan pikiran dan kondisi emosional usai bekerja keras.
    • Kesulitan untuk berkonsentrasi, mudah gelisah, perubahan nafsu makan, dan penurunan motivasi adalah beberapa tanda bahwa Anda butuh istirahat mental.
    • Beberapa cara untuk istirahat mental adalah meluangkan waktu khusus di tengah kesibukan, bertemu orang tersayang, dan menerapkan mindfulness.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan