7 Cara Menghilangkan Pikiran Kotor yang Mengganggu Anda

    7 Cara Menghilangkan Pikiran Kotor yang Mengganggu Anda

    Pikiran kotor yang berbau seksual terkadang bisa datang kapan dan di mana saja. Hal ini terkadang bisa mengganggu hubungan dengan orang lain dan aktivitas sehari-hari. Lantas, bagaimanakah cara untuk menghilangkan pikiran kotor? Simak ulasannya berikut ini.

    Ragam cara menghilangkan pikiran kotor

    Sebenarnya Anda tidak perlu khawatir bila sesekali memikirkan seks. Hal ini tergolong normal bagi pria dan wanita yang sudah dewasa, baik secara fisik maupun mental.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sex Research (2012) menemukan bahwa pria cenderung lebih sering memikirkan hal-hal yang berbau seksual daripada wanita.

    Para peneliti menemukan bahwa pria rata-rata memikirkan hal-hal berbau seksual sebanyak 34 kali sehari, sedangkan wanita hanya 18 kali sehari atau setengahnya dibandingkan dengan pria.

    Agar pikiran kotor tidak mengganggu Anda, penting untuk mengetahui cara menghilangkannya seperti di bawah ini.

    1. Catat waktu pikiran kotor muncul

    menulis buku harian

    Pada umumnya, pikiran kotor muncul pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat bosan dan tidak melakukan kegiatan. Segera catat bila pemikiran ini datang menghampiri diri Anda.

    Alih-alih mencoba melawan pikiran kotor yang muncul, akan lebih baik bila Anda menerima dan memaafkan diri sendiri karena telah memikirkannya.

    Setelahnya, Anda bisa kembali fokus untuk melakukan pekerjaan, hobi, atau aktivitas apa pun. Hal ini membantu otak memikirkan hal lain dan teralihkan dari pikiran berbau seksual.

    2. Terapkan meditasi mindfulness

    Terlalu banyak melamun bisa memicu timbulnya pemikiran kotor. Menerapkan mindfulness bisa Anda lakukan sebagai salah satu cara untuk membersihkan pikiran kotor tersebut.

    Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), mindfulness merupakan teknik untuk melatih fokus pada emosi yang dirasakan dan menerimanya secara terbuka.

    Meditasi mindfulness untuk menghilangkan pikiran kotor yang tiba-tiba muncul dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

    1. Posisikan tubuh serileks mungkin, baik itu duduk di kursi, duduk bersila, atau tidur.
    2. Pejamkan mata dan tarik napas secara perlahan selama 5–10 detik sambil perhatikan apa yang ada di sekitar Anda, baik itu suara yang didengar atau aroma yang dicium.
    3. Lalu, embuskan napas secara perlahan dengan interval yang sama seperti saat Anda menarik napas.
    4. Lakukan hal ini setidaknya selama 1–5 menit sampai pikiran Anda fokus kembali.

    3. Jalan-jalan sejenak

    olahraga untuk membersihkan pikiran kotor

    Saat pikiran kotor melanda, cobalah untuk berjalan-jalan sejenak dari rumah atau ruang kerja.

    Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Experimental Psychology (2014) menemukan bahwa jalan kaki membantu meningkatkan kreativitas seseorang.

    Kebiasaan baik ini juga membantu menghilangkan pikiran yang kerap muncul dan mengalihkan perhatian, termasuk mengenai hal-hal berbau seksual.

    Berjalan kaki selama 20–30 menit juga bisa Anda jadikan sebagai aktivitas olahraga yang baik untuk kesehatan otak sekaligus mengurangi stres yang menyebabkan pemikiran kotor.

    4. Atur pola makan

    Pikiran kotor dan kecanduan seks bisa ditemukan pada pengidap depresi dan gangguan kecemasan.

    Nah, satu lagi cara membersihkan pikiran kotor yang bisa Anda lakukan yakni mengatur pola makan, terutama memperbanyak makanan yang kaya probiotik.

    Para peneliti dari Brighton and Sussex Medical School, Inggris, menemukan konsumsi makanan yang mengandung bakteri baik alias probiotik membantu meringankan depresi.

    Adapun contoh makanan dan minuman tinggi probiotik yang bisa Anda konsumsi antara lain tahu, tempe, keju, yoghurt, dan kimchi.

    5. Tidur cukup

    Kelelahan bisa disebabkan oleh kurangnya waktu istirahat dan tidur pada malam hari. Kondisi ini pada akhirnya memicu stres yang berdampak pada kesehatan mental Anda.

    Tubuh yang teramat lelah ini juga akan membuat Anda lebih sulit untuk membersihkan pikiran kotor dan kembali fokus pada tujuan yang hendak dilakukan.

    Pastikan untuk tidur cukup selama 7–8 jam setiap malam. Apabila masih susah tidur, cobalah mulai terapkan sleep hygiene atau pola tidur bersih secara teratur setiap hari.

    6. Berhenti nonton film porno

    kecanduan pornografi

    Sering memikirkan hal-hal yang berbau seksual pada waktu luang merupakan salah satu tanda dari kecanduan pornografi yang berdampak buruk bagi kehidupan Anda.

    Untuk mulai berhenti nonton film porno, Anda dapat menghapus semua konten pornografi dan memblokir semua akses ke situs dewasa pada perangkat yang dimiliki.

    Anda juga bisa menerapkan mekanisme koping bila hasrat nonton film porno tiba-tiba muncul, seperti dengan meditasi atau berolahraga.

    7. Curhat dengan orang terdekat

    Kebanyakan orang cenderung merasa malu bila sedang memikirkan seks, sebab mereka tidak ingin dianggap sebagai orang yang punya kecanduan seksual.

    Mengungkapkan keluh kesah pada sahabat atau pasangan juga menjadi salah satu cara untuk menghilangkan dan mengendalikan pikiran kotor yang Anda sering alami.

    Jika gangguan ini makin parah dan berbagai cara tersebut dirasa tidak membantu, Anda mungkin membutuhkan bantuan dari psikolog atau psikiater.

    Kondisi yang Anda alami bisa saja berkaitan dengan gangguan mental yang perlu ditangani dengan terapi psikologi dan obat-obatan.

    Kesimpulan

    • Sangat wajar untuk orang dewasa sesekali memikirkan hal-hal yang berbau seksual.
    • Namun, Anda perlu menemukan cara menghilangkan pikiran kotor bila kondisi ini sudah dirasa berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
    • Meditasi, menjaga pola makan, olahraga, tidur cukup, berhenti nonton porno, dan curhat dengan orang terdekat bisa Anda lakukan.
    • Jika cara-cara ini tidak cukup membantu, jangan ragu untuk konsultasi psikologi dengan tenaga ahli kesehatan mental.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan