home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Alasan Psikologis Kenapa Banyak Pria Suka Nonton Porno

Alasan Psikologis Kenapa Banyak Pria Suka Nonton Porno

Nonton film porno atau film bokep, bagi pria sudah hampir menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bagi pasangan wanitanya, saat pria nonton film porno atau melihat gambar pornografi, hal tersebut mungkin cukup mengganggu perasaan. Namun, apa sih yang membuat pria suka pornografi?

Kenapa pria suka nonton film porno?

nonton video bokep

Pornografi pada dasarnya amat berbeda dengan seks. Seks sendiri adalah salah satu bentuk keintiman yang dilakukan antara dua orang. Contoh keintiman seksual yang didapat dari pasangan secara fisik dan emosional adalah dengan melakukan penetrasi kelamin hingga mencapai kepuasan, dan akhirnya mereka saling merasakan kebahagiaan.

Namun, ketika pria sedang tidak menjalin keintiman seksual dengan pasangannya, mereka cenderung beralih ke hal berbau pornografi. Tapi, bukan untuk cinta ataupun kebahagiaan, melainkan murni untuk kepuasan seksualnya sendiri. Mengapa bisa seperti itu, ya? Simak 3 alasannya di bawah ini.

Laki-laki memang dasarnya sangat mudah terangsang

Otak pria pada dasarnya diprogram untuk mudah terangsang. Artinya, setiap kali mereka melihat hal-hal yang menjurus ke pornografi atau seksual, mereka langsung dan segera siap “menerimanya”.

Selain itu, hormon dopamin sebagai saraf penghubung ke otak, menjadi saraf paling aktif saat pria nonton film porno. Terlebih lagi, hormon dopamin juga menghasilkan respons dopaminergik. Respon ini merupakan respon yang memberi pria kesenangan sendiri.

Karena pada dasarnya hormon dopamin meningkat seiring dengan antisipasi dan harapan saat menonton film porno. Sehingga kadang, sebagian besar pria akan mengalami peningkatan gairah seperti sedang melakukan aktivitas tersebut, meskipun sebenarnya mereka hanya melihatnya.

Untuk menutupi perasaan cemas saat bercinta dengan pasangan nyata

Alasan kedua mengapa pria suka pornografi adalah untuk menutupi kecemasan saat bercinta dengan pasangannya. Bahkan, sebuah studi dari American Urological Association menemukan kalau pria yang suka nonton film porno lebih terangsang pada film porno daripada bercinta secara nyata.

Parahnya lagi, kecemasan ini didasari karena para pria takut ditolak pasangannya ketika mereka meminta sesuatu yang bisa memuaskan mereka saat berhubungan seks. Jadinya, tanpa perlu repot-repot, mereka lebih suka menutupi kecemasan “ditolaknya” itu dengan cara menonton film porno.

Dipicu oleh pengalaman masa kecilnya

Siapa sangka kalau pria yang suka nonton pornografi disebabkan oleh pengalaman masa kecilnya? Bukan karena pelecehan seksual atau semacamnya. Perihal menyukai pornografi ini bisa disebabkan oleh diagnosis reactive attachment disorder, yaitu terganggunya sebuah hubungan sosial pada masa kecil pria. Nah, para pria ini mungkin saja masa kecilnya dulu tidak terbentuk ikatan emosional antara ibu, pengasuh atau siapapun yang berjenis kelamin wanita.

Dengan begitu mereka tidak dapat menerima dan menoleransi keakraban emosional dengan orang yang mereka cinta. Maka keakraban emosional dan fisik yang harusnya menjadi wajar bagi pria dan wanita, malah terbingkai menjadi makna porno dan berbau hal seksual bagi pria tersebut.

Pria suka nonton porno itu wajar, tapi tidak wajar kalau berlebihan

Menonton film atau hal yang berbau porno bagi pria adalah cara untuk mengeksplorasi dan belajar tentang hasrat seksualnya sendiri. Hal ini terbilang wajar bila dilakukan pada takaran yang normal.

Apabila terlalu sering, hobi ini bisa berdampak pada akhivitas dan performa seks pria di dunia nyata. Kecanduan nonton film porno bisa membuat tubuh dan otak Anda tidak sensitif terhadap rangsangan seks. Maka tak jarang kalau semakin berlebihan pria pun semakin menjadi candu nonton film-film porno.

Apa yang dimaksud dengan kecanduan nonton pornografi?

Kecanduan pornografi adalah ketidakmampuan untuk menghentikan perilaku nonton atau menikmati pornografi, meskipun ia tahu konsekuensinya.

Sebuah survei di Kinsey Institute menemukan bahwa 9 persen orang yang menonton film porno tidak berhasil berhenti. Ditambah, kini pornografi makin gampang diakses lewat internet. Akses mudah ini membuat seseorang lebih sulit untuk berhenti dari nonton film bokep

Apa saja ciri-ciri kecanduan nonton film porno?

Hanya menonton atau menikmati film porno bukan berarti Anda termasuk kecanduan, ya.

Kecanduan adalah kurangnya kendali pada diri sendiri untuk membatasi nonton porno, dan menyebabkan masalah. Contoh, masalah dengan pasangan atau masalah tidur karena begadang nonton porno.

Berikut beberapa gejala kecanduan yang harus diperhatikan

  • Selalu menghabiskan waktu untuk nonton film bokep. Semakin lama semakin lama waktu untuk menontonnya
  • Anda butuh nonton film biru ini sebagai cara menenangkan diri dan untuk mendapatkan kepuasan
  • Menghabiskan waktu berjam-jam mengakses pornografi sampai rela tidak tidur semalaman
  • Mencoba mengajak pasangan Anda untuk melakukan hal seperti di film porno, meskipun mereka tidak mau
  • Tidak dapat menikmati hubungan seks tanpa melihat film porno terlebih dahulu
  • Tidak dapat mengurangi nonton film bokep meskipun itu mengganggu kehidupan Anda

Apa bahayanya kecanduan nonton porno?

menonton film porno

1. Susah ereksi secara normal

Kecanduan nonton porno dapat memengaruhi tubuh dan pikiran pria secara berbeda-beda. Salah satu efek atau bahaya yang dapat dirasakan adalah sulitnya menggapai ereksi secara normal bersama pasangan nyata Anda.

Menurut Dr Nicole Prause, pendiri Liberos, dan peneliti masalah seksual di Los Angeles, nonton porno sebetulnya tidak secara langsung bikin pria jadi susah ereksi.

Penyebabnya diduga karena gaya masturbasi saat nonton porno dengan saat rangsangan nyata bersama pasangan itu berbeda. Ini bisa menjadi pria agak sulit ereksi.

Dr. Tobias Kohler yang dikutip dari Health24 juga menyetujui pernyataan bahwa nonton porno bisa bikin ereksi normal sulit terjadi. Ini disebabkan karena beda rangsangan atau stimulus antara melihat bintang porno di layar kaca dengan pasangan di ranjang untuk bisa ereksi .

2. Merusak bagian tertentu di otak

Dikutip dari Independent, ada penelitian yang mengatakan bahwa pria yang rutin nonton prono dapat mengurangi ukuran pada bagian tertentu di otaknya.

Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan lebih sedikit materi abu-abu dalam otak pria yang secara teratur melihat pornografi dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Para ahli mengatakan bahwa materi abu-abu yang ditemukan itu dapat menjadi sebuah bukti pertama yang menjelaskan adanya pengurangan ukuran otak karena sering nonton porno.

Namun, ada studi lain dari JAMA Psychiatry yang mengatakan bahwa nonton film pornografi tidak secara langsung bikin bagian otak rusak atau berkurang. Penelitian lain ini mengatakan bahwa beberapa pria dengan tipe otak tertentu punya rangsangan di kepala yang terlalu sensitif, namanya striatum.

Striatum adalah bagian otak yang berkaitan dengan kemunculan rasa puas dan senang setelah melakukan suatu hal. Apabila dirasa memuaskan, nanti akan timbul terus keinginan untuk mengulang perilaku tersebut agar merasakan kesenangan itu lagi.

Perubahan struktur dan fungsi otak terkait kebiasaan menonton film porno pun dianggap oleh banyak ilmuwan lainnya berpotensi lebih parah dibandingkan dengan kerusakan otak karena menggunakan obat-obatan terlarang.

3. Hilang gairah seks

Penelitian yang diterbitkan oleh Italian Society of Andrology and Sexual Medicine menemukan suatu hal yang menunjukkan bahwa pria dewasa yang terbiasa nonton film porno sejak muda, hasrat seksual alias libidonya bisa menurun secara drastis.

Ini bisa terjadi ketika tubuh Anda mengalami kebal akibat terlalu sering mendapatkan rangsangan di layar kaca yang menayangkan pornografi. Akibatnya, Anda jadi tak lagi bergairah meski tontonan sudah mencapai klimaksnya.

Apa gara-gara nonton film porno hubungan dengan pasangan jadi rusak?

1. Merusak hubungan

Menurut sebuah penelitian dari University of Oklahoma, nonton film porno dapat mengurangi kepuasan dan kelanggengan dalam hubungan pernikahan. Penelitian ini meneliti beberapa pria yang sudah menikah dan hobi nonton film bokep.

Intensitas nonton pornonya bisa dibilang sering apabila nonton 1 kali dalam satu hari atau bahkan lebih. Hasilnya ditemukan bahwa para pria yang suka nonton film bokep lebih dari 1 kali dalam sehari, berisiko dua kali lipat bercerai dalam 4 tahun ke depan.

Selain itu, dampak pasangan melihat hal berbau pornografi lebih menonjol dalam pernikahan yang awalnya adem-ayem nan bahagia. Ketika salah satu pasangan ditemukan mulai melihat adanya kecenderungan nonton porno, tingkat perceraiannya naik menjadi 12 persen dalam 4 tahun ke depan.

Kemungkinan besar, ini karena pasangan wanitanya menganggap menonton film bokep adalah suatu kecurangan. Banyak wanita yang menganggap nonton bokep itu sama bersalahnya seperti berselingkuh.

2. Pasangan jadi tidak percaya diri lagi

Selain itu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa wanita yang sering diterpa masalah pasangan prianya hobi nonton film biru, kepercayaan dirinya merosot. Bagaimana tidak merosot, pasalnya para pasangan wanita akan terus membandingkan dirinya dengan pemeran di dalam film biru tersebut.

Ini bisa bertambah parah apabila pasangan pria lebih merasa terpuaskan saat nonton film bokep daripada berhubungan seks langsung dengan pasangannya. Bila sudah begini, tak jarang kehidupan seks nyata yang bisa membangkitkan keintiman antar pasangan jadi mulai tidak pernah dilakukan.

Harus bagaimana jika memergoki pasangan nonton film porno?

bertengkar dengan pasangan

Ketika memergoki pasangan yang Anda sayangi nonton porno, hati rasanya sakit dan tidak percaya. Tak jarang banyak pasangan yang bisa langsung marah dan tidak bisa menerima perlakuan ini. Marah boleh saja, tapi upayakan untuk meredakan emosi secepat mungkin.

Perlu diketahui, bahwa menonton film porno belum pasti bersalah seperti halnya selingkuh. Menonton atau melihat hal berbau pornografi adalah cara untuk memuaskan diri sendiri untuk sementara. Sementara itu, hubungan intim dengan pasangan adalah aktivitas inti yang berdasarkan pada kesetiaan, kepercayaan, serta cinta dan kasih sayang. Jadi, jelas efek kepuasan dari nonton bokep dengan hubungan seks dengan pasangan itu berbeda.

Lalu harus bagaimana? Buang jauh-kauh dulu keinginan untuk membandingkan kemampuan diri Anda dengan pornografi. Film porno adalah produksi yang dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat publik. Tidak semua adegan porno itu nyata, bahkan hampir semuanya dilebih-lebihkan dengan tujuan membangkitkan gairah.

Apabila masih merasa tidak terima, Anda bisa bicara baik-baik dengan pasangan tentang perasaan Anda saat memergokinya nonton film porno. Tanya apa alasan yang membuat ia suka menonton film bokep. Beberapa orang melakukan itu mungkin karena merasa fantasi atau hasrat seksualnya tidak bisa terpenuhi saat dengan pasangan nyatanya.

Kemukakan sejujurnya juga pada diri pasangan jika Anda merasa hobi tersebut sebagai hal yang merusak hubungan. Setelahnya, Anda berdua bisa berdiskusi lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik dan mencapai keputusan bersama, tanpa paksaan apa pun. Anda juga bisa berkompromi lebih lanjut tentang hal-hal yang bisa dan tidak bisa diterima di dalam hubungan.

Contohnya, Anda dan pasangan bisa menyepakati nonton bokep maksimal 1 minggu sekali atau menontonnya bersama-samai. Anda juga bisa menawarkan untuk mencoba gaya seks baru atau melakukan video seks atau chat seks saat sedang jauh dari pasangan.

Untuk masalah ini, baiknya berikan solusi yang disepakati bersama. Bukan berikan aturan yang hanya memberatkan satu pihak.

Kalau benar-benar tidak bisa lepas dari kecanduan porno, bagaimana?

Ada juga beberapa hal yang bisa ia lakukan untuk mengurangi atau bahkan keluar dari jeratan candu pornografi. Misalnya:

  • Hapus file dan riwayat pencarian pornografi di handphone, laptop, komputer
  • Mintalah orang lain menginstal perangkat lunak anti-pornografi pada perangkat elektronik Anda tanpa memberi kata sandi.
  • Bila tiba-tiba ingin nonton porno, buat rencana. Misalnya langsung olahraga atau push-up untuk mengalihkan perhatian.
  • Bila tiba-tiba ingin nonton porno, ingatkan diri Anda bagaimana hal itu memengaruhi hidup Anda. Kalau perlu tulis di kertas besar dan pajang di kamar.
  • Buat jurnal untuk mencatat, mengingat, dan melihat eberapa besar kemajuan Anda lepas dari pornografi.

Bila pasangan masih hobi nonton film bokep meski sudah dibicarakan baik-baik, kemungkinan ia butuh konseling.

1. Dengan terapis seks

Untuk mengetahui terapi apa yang cocok, baiknya Anda curhat dan konsul dulu ke konselor hubungan rumah tangga atau ke seksolog. Nantinya, mereka akan merujuk Anda ke terapis yang bisa menyelesaikan masalah kecanduan pornografi Anda.

Terapi ini umumnya akan diputuskan dari bagaimana pornografi memengaruhi kehidupan Anda. Terapis dapat merekomendasikan konseling individu, kelompok, atau keluarga.

Hal ini juga mungkin sangat membantu jika memiliki masalah kecemasan, tanda-tanda depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Saat terapi, kemungkinan Anda juga diresepkan beberapa obat-obatan yang berkaitan dengan terapi.

2. Dengan kelompok pendukung

Banyak orang menemukan kekuatan dan motivasi untuk lepas kecanduan dengan berbicara dan berbagi cerita masalah yang sama dengan orang lain. Tanyakan kepada dokter, terapis, atau seksolog, tentang kelompok pendukung ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is a “pornosexual” ? http://www.medicaldaily.com/what-pornosexual-new-sexual-orientation-those-who-watch-porn-a nd-shun-real-sex-417790 Diakses pada 27 Juli 2017

Why Men Like Porn? http://www.webmd.com/sex-relationships/features/why-men-like-porn#1 Diakses pada 27 Juli 2017

Reasons Guys Watch Porn http://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/reasons-guys-watch-porn Diakses pada 27 Juli 2017

Is Internet Pornography Causing Sexual Dysfunctions? A Review with Clinical Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5039517/ Accessed 31 Jul. 2017

Erection problems https://www.everydayhealth.com/news/erection-problems-this-habit-may-why/ diakses pada 27 Februari 2019.

The Brain on Porn https://jamanetwork.com/journals/jamapsychiatry/fullarticle/1874574?utm_source=Silverchair%20Information%20Systems&utm_medium=email&utm_campaign=JAMAPsychiatry:OnlineFirst05/28/2014  diakses pada 27 Februari 2019.

Why watching too much porn could be bad for the brain https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/why-watching-too-much-porn-could-be-bad-for-the-brain-9458357.html  diakses pada 27 Februari 2019.

Can watching too much porn give you erectile dysfunction https://www.health24.com/Lifestyle/Man/Your-body/can-watching-too-much-porn-give-you-erectile-dysfunction-20181026  diakses pada 27 Februari 2019.

3 ways porn is affecting your relationship https://www.mindbodygreen.com/0-27470/3-ways-porn-is-affecting-your-relationship-and-what-you-can-do-about-it.html diakses pada 26 Maret 2019.

I’m upset my partner watching porn, what do i do? https://www.independent.co.uk/life-style/love-sex/im-upset-my-partner-watches-porn-what-do-i-do-a6988976.html diakses pada 26 Maret 2019.

Does viewing pornography reduce marital http://www.seksonderzoek.be/wp-content/uploads/2016/03/Does_Viewing_Pornography_Reduce_Marital.pdf diakses pada 26 Maret 2019.

Everything you need to know about pornography addiction  https://www.healthline.com/health/pornography-addiction#If-you%E2%80%99re-concerned-about-a-loved-one diakses pada 26 Maret 2019.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph pada 11/08/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x