Bolehkah Punya Teman Dekat Lawan Jenis Saat Sudah Menikah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 April 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sahabat atau teman dekat memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Dengan mereka, Anda bisa berbagai mimpi, harapan, humor, dan kepercayaan, yang semuanya menciptakan kasih sayang dan perasaan terhubung yang lebih dalam.

Namun, bagaimana jadinya kalau teman dekat Anda ini adalah lawan jenis dan Anda kini sudah menikah?Apa masih boleh berteman dengan lawan jenis setelah menikah? Dan, bagaimana caranya agar pasangan tetap percaya pada komitmen Anda? Yuk, cari tahu semua jawabannya dalam ulasan berikut.

Dilema punya teman dekat lawan jenis setelah menikah

wanita cerdas

Katanya, tidak ada pertemanan murni antara pria dan wanita. Pasalnya, pertemanan lintas gender mungkin bisa menciptakan hubungan yang lebih dari sekadar “teman”.  Apalagi jika Anda sudah sangat terbiasa berada dekat dengan teman lawan jenis dalam jangka waktu lama dan berulang.

Hal senada pun dikatakan oleh Windfried Sedhoff, seorang pakar kesehatan mental asal Brisbane. Windfried mengatakan bahwa jika sahabat Anda (yang lawan jenis) sudah dapat memenuhi segala harapan dan hasrat yang Anda miliki soal hubungan romantis, ini dapat mencegah terjadinya hubungan pertemanan yang murni dan bermakna antara. Nah, ketika inilah memiliki teman dekat lawan jenis bisa saja menjadi rumit, bahkan berbahaya.

Secara psikologis, otak akan menghasilkan hormon oksitosin ketika Anda berada dekat dengan orang yang membuat Anda merasa nyaman dan terhubung satu sama lain dalam jangka waktu yang lama. Keakraban yang terjalin juga bisa memperdalam keitiman, sehingga bisa meningkatkan perasaan romantis.

Meski begitu, sebuah hubungan pertemanan murni tanpa nafsu seksual bisa saja terjadi antara pria dan wanita. Namun memang, hal ini tergantung pada bagaimana seseorang menyikapinya karena persahabatan itu sendiri merupakan hal yang subjektif.

Agar pertemanan Anda tak terlampau jauh, perhatikan intensitas Anda berhubungan dengan para teman lawan jenis. Jangan sampai, niat untuk menjalin silahturahmi dengan teman dekat lawan jenis justru merusak hubungan Anda dengan pasangan. Ingatlah satu hal, bahwa Anda harus menjadikan pasangan sebagai perioritas utama.

Aturan menjalin hubungan dengan teman dekat setelah menikah

Menikah bukan berarti memutus tali silahturahmi dengan teman terdekat Anda, termasuk teman lawan jenis. Nah, agar komitmen Anda dan pasangan tetap terjaga, berikut beberapa aturan berteman dekat dengan lawan jenis setelah menikah:

1. Bersikap transparan pada pasangan

salah paham dengan pasangan

Sebelum menikah, ada baiknya Anda mengajak pasangan berbicara empat mata mengenai lingkaran pertemanan yang Anda miliki, termasuk teman dekat lawan jenis. Ceritakan tentang semua pengalaman pertemanan Anda, dan mintalah  pasangan Anda untuk menceritakan pengalaman pertemanannya juga.

Diskusikan apa yang sekiranya membuat Anda dan pasangan sama-sama tidak nyaman. Misalnya, Anda sudah tahu siapa saja teman dekat lawan jenis pasangan Anda, lalu buatlah kesepakatan hal apa saja yang tidak boleh dilakukan pasangan ketika menjalain silahturami dengan teman-temannya.

Kadang-kadang, sulit memang membedakan antara rasa cemburu dan posesif. Meski begitu, pastikan Anda dan pasangan sama-sama bertanggung jawab untuk menjaga kepercayaan dan komitemen satu sama lain.

Ingat, fondasi pernikahan seringnya goyah ketika salah satu pasangan sudah kehilangan kepercayaan atau justru melangggar kesetiaannya sendiri. Jadi, berhati-hatilah dalam menjaga komitemen untuk diri sendiri, pasangan, dan pernikahan Anda.

2. Tentukan batasan dalam berteman

fantasi threesome; seks threesome

Tetapkan batasan untuk berkomunikasi dan bermain dengan teman dekat lawan jenis Anda. Batasan-batasan ini harus diterapkan tidak hanya ketika di dunia nyata saja, tapi juga di medis sosial.

Misalnya, hindari memberikan komentar yang berlebihan ketika teman dekat lewan jenis Anda mengunggah foto di akun media sosialnya. Selain itu, hindari sering-sering mengirim pesan personal kalau sekiranya itu bukanlah hal yang penting.

Jika teman dekat lawan jenis Anda mengajak untuk bertemu, mintalah izin terlebih dahulu ke pasangan Anda. Bila perlu, ajaklah pasangan dan teman-teman Anda yang lain.

Tak hanya memperluas jaringan pertemanan, mengenalkan teman-teman dekat juga bisa membuat Anda dan pasangan saling percaya satu sama lain.

3. Hindari curhat masalah “dapur” rumah tangga

pasangan suka bohong

Ada kalanya, Anda membutuhkan teman untuk curhat tentang kemelut rumah tangga yang tengah dihadapi. Termasuk, perihal perlakuan buruk pasangan terhadap Anda.

Sayangnya, curhat masalah “dapur” rumah tangga ke teman dekat lawan jenis bukanlah hal yang tepat. Selain tidak etis mengumbar aib pasangan, hal ini justru semakin memperburuk keadaan.

Jika memang Anda dan pasangan memiliki masalah, maka cobalah untuk membicarakannya baik-baik untuk mencari jalan keluar. Apabila hal tersebut tidak juga membuahkan hasil, Anda bisa meminta bantuan kepada orangtua atau bahkan konselor pernikahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Sahabat jadi cinta sudah biasa. Namun, bagaimana dengan pasangan yang juga berperan menjadi sahabat? Akankah hubungan lebih harmonis atau tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 6 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 6 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Mungkinkah Kita Bertemu Tambatan Hati pada Waktu yang Salah?

Ungkapan 'bertemu orang yang tepat pada waktu salah' atau sebaliknya sangat sering terdengar, tapi apakah bisa terjadi dalam kehidupan nyata?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 12 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan tak direstui

Lakukan 5 Hal Ini Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
toxic people

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
break pacaran

Break Pacaran Ternyata Bermanfaat, Asal Anda Mengikuti 3 Syarat Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit