Tips Bijak Menghadapi Orangtua yang Sering Ikut Campur Urusan Rumah Tangga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika menikah, Anda dan pasangan sebagai orang dewasa seharusnya sudah memiliki wewenang penuh untuk mengatur rumah tangga sendiri. Namun kenyataannya, masih ada saja orangtua atau mertua yang kekeuh ikut campur mengurus rumah tangga anak-anaknya sampai menjadi pengambil keputusan. Jika ini yang sedang Anda alami, simak cara terbaiknya untuk menghadapi orangtua yang suka ikut campur rumah tangga anak-anak mereka.

Menghadapi orangtua yang suka ikut campur urusan rumah tangga

Menghadapi orangtua yang suka ikut campur urusan rumah tangga Anda pasti membingungkan. Niat mereka mungkin hanya ingin rumah tangga anda berdua berjalan lebih mulus dari yang mereka alami. Mereka juga mungkin merasa lebih tahu, paham, dan berpengalaman dalam hal ini karena sudah lebih lama mengarungi perkawinan.

Namun masalahnya, mereka mungkin juga akan jadi tersinggung jika Anda mengutarakan uneg-uneg ini. Agar rumah tangga dan hubungan dengan orangtua tetap baik, berikut cara-cara yang bisa dilakukan:

1. Satukan suara dengan pasangan

Dalam pernikahan, Anda dan pasangan adalah satu kesatuan. Oleh karena itu, semua hal yang Anda berdua lakukan terutama dalam menghadapi orangtua harus satu suara. Artinya Anda dan pasangan harus lebih dulu menyepakati suatu hal secara bersama-sama tanpa ada pihak yang merasa keberatan.

Pertama-tama, tanyakan pada pasangan mengenai perasaannya ketika orangtua Anda atau orangtuanya terlalu ikut campur urusan rumah tangga berdua.

Setelah mengetahui perasaan masing-masing, diskusikan apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menghentikan hal ini. Anda dan pasangan perlu membuat batasan kira-kira mana hal yang boleh dicampuri dan mana yang tidak.

Diskusikan juga pada pasangan kira-kira bagaimana cara tepat menyampaikan batasan ini pada orangtua. Jangan sampai orangtua atau mertua merasa tersinggung hanya karena cara penyampaian yang kurang tepat.

Sebagai contoh “Bu, aku dan istri udah sepakat untuk masukin anak ke sekolah negeri, bukan sekolah swasta seperti yang ibu mau. Pertimbangannya karena kita merasa ….. Tapi, nanti kita akan tetap coba mendaftarkan anak ke sekolah pilihan ibu, kok.”

Ketika Anda dan pasangan sudah kompak satu suara, tidak ada lai alasan untuk orangtua memaksa kehendaknya.

2. Mendekatkan diri pada orangtua atau mertua

Ketika Anda sudah keki melihat orangtua suka ikut campur urusan rumah tangga anaknya, jangan justru menjauhinya.

Anda mungkin merasa menajuhi orangtua bisa membuat mereka berhenti ikut campur. Akan tetapi, hal ini malah akan membuat hubungan Anda dengan mereka merenggang. Sebaliknya, Anda perlu terus berusaha mengakrabkan diri.

Kenali karakter orangtua dan mertua Anda lebih jauh. Dengan mengenal mereka lebih dalam, Anda akan menemukan celah bagaimana cara tepat untuk menghadapinya.Selain itu, ketika Anda lebih dekat dengan mertua dan orangtua, Anda akan lebih mudah memberikan pengertian padanya.

Kedekatan ini perlu terus dibangun untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dan menyayanginya. Di lain sisi, beri pengertian pada mereka bahwa Anda ingin menjalani rumah tangga dengan usaha sendiri.

Katakan juga bukan berarti Anda tidak sopan tetapi lebih pada ingin belajar berumah tangga bersama pasangan. Katakan pada orangtua bahwa Anda akan meminta bantuan jika memang memerlukannya.

3. Kendalikan emosi di depan orangtua

Sangat wajar jika Anda merasa kesal saat orangtua atau mertua Anda selalu ikut campur urusan rumah tangga. Apalagi jika sudah menyangkut pola asuh anak. Akan tetapi, Anda tetap harus menahan diri untuk tidak meluapkan emosi di depan orangtua atau mertua.

Lalu, bagaimana cara meredam emosi yang tak tertahankan? Ingat saja bahwa apa yang dikatakan oleh orangtua atau mertua Anda hanyalah pendapat alias masukan. Artinya, tidak semua yang mereka katakan harus selalu dituruti. Ingat, Anda dan pasanganlah “bintang utama” dalam rumah tangga sendiri. Anda berdualah yang paling tahu baik buruknya satu sama lain.

Jadi, jangan terlalu mengambil pusing tentang apa kata orangtua atau mertua Anda. Di sisi lain,Anda juga perlu memiliki argumen yang kuat dan masuk akal untuk “menolak” apa yang mertua atau orangtua Anda sarankan jika tidak sesuai.

Pasalnya, salah satu alasan turut campurnya orangtua dalam rumah tangga anak karena mereka merasa tahu mana yang terbaik. Dengan argumen yang jelas dan berdasar, orangtua tidak akan memaksa Anda untuk mengikuti apa yang menurutnya benar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ketika lain kali Anda diledek cengeng karena sering menangis, katakan dengan lantang bahwa menangis adalah tanda orang yang sehat dan bermental baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Stres dan Depresi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Seksual, Tips Seks 29 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Meminta Izin Orangtua untuk Berlibur Bersama Pacar

Ada satu kendala yang hampir pasti dialami seseorang saat ingin liburan dengan pacar, yakni izin orangtua. Lantas, bagaimana cara meminta izin yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan tak direstui

Lakukan 5 Hal Ini Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
membantu pasangan depresi

10 Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Pasangan Mengatasi Depresi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit