Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Merendah untuk Meroket, Pamer Terselubung yang Dibenci Orang

Merendah untuk Meroket, Pamer Terselubung yang Dibenci Orang

Humblebrag atau merendah untuk meroket merupakan bentuk pamer yang terselubung. Meski terkesan rendah hati, sikap ini ternyata diam-diam dibenci oleh banyak orang. Bagaimana cara menghindarinya?

Apa itu humblebrag?

menjaga kesehatan pekerja kantor

Merendah untuk meroket adalah cara seseorang untuk memamerkan sesuatu, tetapi dibalut dengan kerendahan hati. Dalam dunia psikologi, istilah ini dikenal dengan sebutan humblebrag.

Ciri-ciri merendah untuk meroket yaitu mengeluh atau merendahkan diri dahulu pada awalnya. Kemudian, orang yang melakukan humblebrag akan pamer secara terselubung.

Anda dapat dengan mudah menemui fenomena ini di media sosial, sekolah, hingga tempat kerja. Berikut beberapa contoh sikap humblebrag di dalam kehidupan sehari-hari.

  • “Sedih, uang tabunganku habis gara-gara membeli ponsel baru.”
  • “Kenapa orang-orang memuji aku cantik, padahal penampilanku biasa saja?”
  • “Aku kemarin tidak belajar lho, tetapi kok nilaiku bisa 100 ya?”
  • “Nyetir aja nggak bisa, tetapi papaku kasih aku kado mobil baru.”
  • “Kenapa aku selalu diberi tanggung jawab untuk mengerjakan tugas-tugas penting?”

Penyebab orang melakukan humblebrag

penyebab merendah untuk meroket

Ada berbagai alasan yang menjadi penyebab humblebrag. Menurut konsultan kesehatan mental asal Panama, Mariana Plata, sikap ini menutupi perasaan tidak enak yang muncul saat menyombongkan diri secara terang-terangan.

Sementara itu, studi yang dirilis dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2018 juga menjelaskan mengapa orang bersikap merendah untuk meroket. Berikut beberapa alasannya.

  • Mencari perhatian dan simpati orang sekitar.
  • Ingin membuat orang lain terkesan.
  • Sebagai salah satu bentuk promosi diri.
  • Keinginan untuk dihormati oleh orang lain.
  • Kemauan dipandang orang lain secara positif.

Penyebab merendah untuk meroket pada masing-masing orang mungkin berbeda. Alasan-alasan yang telah disebutkan di atas mungkin tidak mencakupnya secara keseluruhan.

Dampak humblebrag terhadap kehidupan sosial

Dengan merendah untuk meroket, Anda mungkin merasa tidak akan dianggap sombong oleh lawan bicara. Faktanya, penelitian menunjukkan hasil yang berbeda.

Sikap ini malah akan membuat Anda dipandang secara negatif oleh lawan bicara. Bahkan, kebanyakan orang menilai pamer secara langsung lebih baik dari humblebrag.

Penelitian juga menjelaskan, humblebrag dengan mengeluh lebih dipandang negatif daripada merendahkan diri. Meski begitu, keduanya sama-sama tidak disukai oleh kebanyakan orang.

Peserta yang terlibat dalam penelitian menganggap pamer secara langsung lebih baik dari sikap humblebrag. Pasalnya, mereka yang pamer secara langsung dianggap tidak berbohong.

Cara mencegah humblebrag

melatih empati

Merendah untuk meroket hanya akan membuat Anda dipandang negatif. Melihat dampak buruk yang bisa ditimbulkan pada kehidupan sosial, ada baiknya Anda tidak melakukan humblebrag.

Berikut sejumlah cara mencegah sikap merendah untuk meroket yang bisa dilakukan.

1. Jadi apa adanya

Cara mencegah humblebrag yang paling sederhana yaitu dengan menjadi apa adanya. Tidak perlu menyembunyikan perasaan tidak enak dengan sikap ini.

Anda mungkin merasa tidak enak jika menunjukkan pencapaian secara terang-terangan. Namun, menyampaikan segala sesuatunya secara langsung malah akan membuat Anda lebih dihargai.

2. Melatih empati

Empati sangat diperlukan untuk mencegah humblebrag. Dengan empati, Anda akan lebih bisa menghargai perasaan orang lain.

Pikirkan terlebih dahulu dampak yang bisa ditimbulkan sebelum Anda berbicara. Empati dapat membuat Anda lebih terhubung ke orang lain, baik secara pikiran maupun perasaan.

3. Bedakan antara pamer dan apresiasi

Tidak masalah untuk menunjukkan hasil capaian Anda kepada orang lain. Terlebih, jika Anda meraih capaian tersebut dengan usaha keras dan susah payah.

Tindakan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi diri, bukan pamer. Setelah melihat hasil capaian Anda, bisa saja orang-orang di sekitar tertantang untuk mendapatkan raihan serupa.

Meskipun begitu, jangan lupa untuk melakukan segala sesuatunya dengan empati. Jangan sampai apa yang Anda lakukan nantinya memberi dampak buruk untuk orang lain.

Tujuan humblebrag memang menyamarkan kesombongan, tetapi sikap ini malah akan membuat Anda dipandang secara negatif. Jadi, ada baiknya Anda menghindari sikap ini.

Kesimpulan

  • Merendah untuk meroket adalah tindakan menyamarkan kesombongan dengan mengeluh atau merendahkan diri.
  • Penyebab humblebrag mulai dari ingin menarik simpati, dipandang secara positif, hingga bentuk promosi diri.
  • Dampak merendah untuk meroket bisa membuat Anda dianggap palsu oleh orang lain.
  • Cara mencegah humblebrag bisa dengan menjadi apa adanya dan melatih empati.


Stres dan butuh teman berbagi cerita?

Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Psychology of Humblebragging. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-gen-y-psy/201807/the-psychology-humblebragging

Why People Hate Humblebragging. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201803/why-people-hate-humblebragging

Humblebragging: A Distinct – and Ineffective – Self-Presentation Strategy. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.hbs.edu/ris/Publication%20Files/15-080_97293623-53aa-4df8-b967-38617e144fd9.pdf

Want to feel more connected? Practice empathy – Harvard Health. (2021). Retrieved 14 September 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/want-to-feel-more-connected-practice-empathy-2021022221992

The Importance of Empathy in the Workplace. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.ccl.org/articles/leading-effectively-articles/empathy-in-the-workplace-a-tool-for-effective-leadership/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui a week ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Next article: