4 Cara Menghadapi Pasangan Perfeksionis Agar Hubungan Tetap Hangat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Punya pasangan yang perfeksionis sering kali membuat hubungan menjadi rentan konflik. Hal ini karena orang yang perfeksionis cenderung kaku, mengendalikan, mendominasi, dan menuntut. Agar hubungan tetap romantis meski memiliki pasangan perfeksionis, yuk, ikuti beberapa tips berikut ini.

Cara menghadapi pasangan perfeksionis

meminta pasangan berubah

1. Selalu lihat sisi baik pasangan

Meski pasangan yang perfeksionis kerap membuat Anda naik pitam, coba lihat sisi baiknya. Pasangan yang perfeksionis biasanya memiliki sederet pencapaian yang membanggakan. Nah, coba lihat kira-kira apa saja hal positif dan membanggakan dari pasangan Anda.

Dengan memfokuskan diri pada hal-hal positif, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengabaikan hal-hal yang bikin kesal. Tetap perlakukan pasangan dengan penuh rasa hormat. Tunjukkan padanya bahwa Anda menghargai dan mendukungnya dalam setiap hal yang dilakukan atau ingin dicapainya. Dengan begitu, si dia pun akan turut menghargai Anda sebagai pasangannya.

2. Jangan mudah tersinggung

Hal penting yang perlu Anda terapkan saat memiliki pasangan perfeksionis adalah jangan mudah tersinggung. Ingat, segala kritik dan omongannya tidak selalu menandakan bahwa Anda lemah atau sangat buruk. Hal itu sebenarnya merupakan cerminan dari dirinya yang sangat menjunjung tinggi harga diri.

Selain itu, kritikan yang disampaikan juga sebenarnya cerminan dari kecemasan yang ada di dalam pikirannya saja. Selalu tanggapi dengan lembut saat pasangan bicara karena orang perfeksionis sangat sensitif terhadap kritikan dan mudah sekali tersinggung.

3. Luangkan waktu untuk bicara dari hati ke hati

Komunikasi yang baik adalah syarat wajib agar hubungan Anda dan pasangan tetap sehat. Untuk itu, jangan pernah mengabaikan hal ini. Selalu komunikasikan dengan pasangan apa pun yang dirasakan. Jangan memendam sendiri semua keluh kesah yang Anda rasakan pada pasangan. Begitu juga sebaliknya, berikan pasangan ruang untuk berbicara dan menumpahkan perasaannya pada Anda.

Orang yang perfeksionis sering kali tidak sadar bahwa sikapnya ternyata membuat orang lain terluka. Oleh karena itu, memberi tahunya menjadi cara yang cukup efektif agar ia menyadari dampak perbuatannya. Jangan sungkan mengoreksi kekurangan pasangan demi perubahan yang lebih baik. Dengan mengetahui perasaan satu sama lain, Anda berdua bisa menemukan solusi agar tetap mesra dan romantis.

4. Tetap berpegang pada pendirian Anda dan buat batasan

Pasangan yang perfeksionis kerap menuntut untuk melakukan hal-hal yang mungkin di luar kemampuan Anda. Misalnya menuntut Anda untuk selalu langsung membalas chat atau mengangkat teleponnya.

Ambil saran positifnya tetapi tak perlu memusingkan hal-hal yang sebenarnya sudah dilakukan dengan tepat. Apalagi jika hal tersebut menyangkut sikap dan kepribadian Anda. Jika pasangan memaksa Anda untuk melakukan suatu hal yang menurutnya perlu diubah, tetap berpegang teguh pada pendirian Anda. Terkadang bukan Anda yang salah, tetapi pasanganlah yang memiliki standar terlalu tinggi.

Buat batasan pada diri Anda mana yang perlu diikuti dan mana yang tidak. Anda harus tetap menjadi diri sendiri tanpa disetir oleh pasangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Katanya jarak antara cinta dan benci itu dekat, banyak juga yang bilang hati-hati jika cepat jatuh cinta karena bisa cepat juga untuk benci. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Memahami Anak Perfeksionis dan Cara Menghadapinya

Anak yang perfeksionis selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang sempurna di setiap pekerjaannya. Bagaimana cara menghadapinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 8 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Fenomena bucin alias budak cinta kini marak dibicarakan sebagai orang yang terlalu sayang dengan pasangannya. Begini penjelasan dari sisi psikologis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Sikap tarik ulur alias jual mahal terkadang membuat orang justru menyerah di tengah jalan. Namun, tidak sedikit pula yang berhasil. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
merasa ragu dengan pasangan

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
dbd saat hamil trauma masa kecil hubungan asmara

Sulit Mempertahankan Hubungan Asmara karena Memiliki Trauma Masa Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit