home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Cerdas Menghadapi Pasangan Clingy, yang Suka Nempel Terus Tanpa Alasan

Tips Cerdas Menghadapi Pasangan Clingy, yang Suka Nempel Terus Tanpa Alasan

Wajar rasanya kalau ingin menghabiskan waktu berduaan dengan pasangan. Meski begitu, akan ada waktunya juga Anda ingin sendirian saja dan perlu melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa dampingan si dia. Lalu, bagaimana kalau pasangan Anda clingy alias harus nempel terus dengan Anda? Tujuh hari dalam seminggu dan 365 hari dalam satu tahun harus benar-benar ia habiskan berada di sisi Anda; tidak mau Anda hilang dari pandangannya barang 5 menit saja. Pacar yang nempel terus dan harus mengintil Anda kapan pun dan ke mana pun Anda pergi tentu lama-lama bikin risih.

Bagaimana menghadapinya, ya?

Pasangan yang maunya nempel terus, tidak baik untuk hubungan

Memiliki pasangan yang maunya nempel terus tampaknya ideal karena tampil sebagai sosok yang siaga, siap kapan pun Anda membutuhkannya. Meski begitu ketika ditelisik lebih jauh lagi, sikap clingy dan needy bisa merusak hubungan Anda berdua dalam jangka panjang.

Pacar yang nempel terus sedikit berbeda dengan pasangan yang kekanak-kanakan atau yang manja. Pasangan clingy ingin terus 24/7 berada di samping Anda ketika Anda beraktivitas alias tidak mau lepas dari Anda. Sikap clingy pasangan mungkin juga bisa dicerminkan lewat bagaimana ia selalu mengirimkan pesan pada Anda, dan selalu ingin Anda balas pesan dengan segera. Atau, ia bahkan selalu telepon dan minta dikabari di mana pun Anda berada.

Sikap yang seperti ini tentu lama-lama membuat Anda gerah dan risih. Bayangkan, jika Anda sedang bersama teman-teman Anda, tapi si dia selalu ada di dekat Anda. Anda bisa jadi tidak leluasa bercanda atau membahas topik lain yang mungkin sensitif atau tidak pantas didengarnya. Momen spesial yang seharusnya menjadi kesempatan untuk temu kangen bisa jadi canggung karena adanya “orang lain” di antara mereka dan Anda.

Belum lagi, pasangan yang terlalu clingy bisa bikin Anda lupa mengutamakan mana prioritas kegiatan pribadi yang Anda lakukan karena terlalu sibuk bawa pasangan ke mana-mana atau harus sigap balas pesan dari pasangan. Alhasil, banyak beberapa aktivitas atau beberapa rencana kegiatan Anda jadi terganggu.

Nempel terus bisa jadi tanda ia tidak percaya dengan Anda

Sikap seperti ini juga bisa menandakan atau menyebabkan adanya ketidakpercayaan antar satu sama lain. Ia mungkin ingin nempel terus dengan Anda karena ia berpikir atau takut Anda akan pergi meninggalkannya, Anda akan mengkhianati dia, atau bahkan berpikir Anda akan menyakiti dia.

Nantinya sikap clingy pasangan ini bisa bikin hubungan Anda jadi penuh kecurigaan dan Anda berdua pun merasa tidak nyaman menjalin asmara.

pasangan berubah

Lalu bagaimana mengatasi pacar yang nempel terus?

1. Coba dibicarakan baik-baik

Jika Anda sudah mulai gerah dengan sikapnya, buat waktu untuk ngobrol berdua. Cari tahu dan tanyakan apa yang membuatnya bersikap seakan tidak mau lepas dari Anda.

Katakan dengan tegas tapi tanpa emosi bahwa Anda juga sama sayang dan cintanya pada pasangan, tapi tidak ingin harus terus-terusan berduaan ke mana pun dan kapan pun. Berikan batas yang jelas, kapan Anda ingin menghabiskan waktu berdua. Misalnya, berkencan setiap Malam Minggu dan makan malam bersama setiap dua hari sekali.

Tegaskan bahwa Anda juga butuh waktu sendiri untuk belajar, bekerja, bergaul dengan teman lain, atau bahkan sekadar isitrahat dan mempunyai waktu me time sendiri di rumah. Melakukan segala sesuatunya sendiri bukan berarti Anda sudah tidak lagi mencintai dirinya.

2. Dorong pasangan untuk punya kesibukan lain

Tegaskan bahwa tidak semua hal harus dilakukan berdua. Anda punya hidup dan rutinitas sendiri, begitu pula dengannya. Jelaskan juga pada pasangan bahwa sikap clingy-nya bisa mengganggu hidupnya juga. Ia perlu belajar, bekerja, dan beraktivitas sendiri tanpa kehadiran Anda.

Coba dorong pasangan Anda untuk memiliki kesibukkan atau aktivitas sendiri. Anda juga bisa menyarankan pasangan Anda agar ia menghabiskan waktu bersama temannya, menggeluti hobinya atau bahkan melakukan hal lain ya ia suka. Dengan begitu, kesepakatan memiliki waktu sendiri-sendiri ini bisa mengurangi ketergantungannya pada Anda.

3. Tanamkan rasa kepercayaan satu sama lain

Sikap pasangan yang nempel terus mungkin saja berakar dari rasa ketidakpercayaan semu yang ia miliki dalam hubungan. Insecure, dalam bahasa kekiniannya.

Padahal, rasa saling percaya adalah salah satu fondasi utama dari sebuah hubungan yang kuat dan sehat. Maka tugas Anda sebagai pasangan yang baik adalah mengurangi rasa kekhawtiran pasangan Anda dengan cara menanamkan kepercayaan yang besar untuknya.

Anda bisa mencoba langkah ini dengan lebih proaktif memberi tahunya soal kabar Anda saat itu. Namun, jangan pernah mencoba membohongi pasangan Anda. Bila pasangan Anda mengetahuinya, yang ada ini akan memperkeruh suasana dan sikap clingy pasangan makin parah karena tidak adanya lagi rasa percaya satu sama lain.

4. Utamakan kualitas daripada kuantitas saat berdua

Mungkin penyebab sikap pacar yang nempel terus bukan karena ia orang susah percaya, tapi karena ia tidak puas dengan kualitas sesi berduaan yang selama ini Anda dan pasangan lakukan. Misalnya mungkin saat sekalinya bertemu, Anda dan pasangan malah sibuk main gadget bukannya ngobrol intim berdua.

Untuk mengatasi masalah ini, coba mulai melakukan hal-hal yang bisa membangun atau menumbuhkan rasa percaya satu sama lain. Anda dan pasangan bisa saling bertukar cerita mengenai kegiatan yang sehari-hari Anda lakukan, bercerita tentang teman-teman atau saudara Anda, bercerita mengenai perasaan atau bahkan harapan hubungan Anda berdua ke depannya.

Dengan begitu, pasangan Anda akan tahu apa yang ada dipikiran Anda dan hal-hal yang sedang Anda lakukan karena berkualitasnya obrolan yang sedang Anda bicarakan. Niscaya, rasa percaya pasangan Anda akan makin baik, dan sikap clingy-nya pun akan berkurang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 18/05/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x