Ketagihan Selingkuh Bisa Saja Terjadi, Tapi Mengapa Perilaku Ini Muncul?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Istilah ‘sekali selingkuh, pasti selingkuh lagi’ pasti sudah sering Anda dengar. Bagi kebanyakan orang akan sulit mempercayai pasangannya yang pernah selingkuh dan memilih untuk mengakhiri hubungannya. Memangnya, apa seseorang bisa ketagihan selingkuh?

Ketagihan selingkuh dalam hubungan asmara

Perselingkuhan sering dikaitkan dengan perilaku seseorang yang membohongi atau menipu pasangannya sendiri. Istilah ini sebenarnya memiliki artian yang cukup bervariasi, tergantung apa yang telah disepakati dalam hubungan setiap orang.

Akan tetapi, selingkuh sering diartikan sebagai memiliki hubungan intim dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangannya. 

Dilansir dari Psych Central, perselingkuhan bisa saja terjadi tidak hanya sekali, tetapi bukan berarti orang yang melakukannya ketagihan selingkuh.

Pada kebanyakan kasus, orang-orang tidak melakukan perselingkuhan yang dilakukan berkali-kali. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka yang sebenarnya tidak ingin menyeleweng. 

Perselingkuhan bisa saja terjadi ketika seseorang dekat dengan sahabat mereka dan secara tidak terduga berubah menjadi hubungan romantis. Terlalu banyak hal yang telah terjadi dan keduanya merasa hal tersebut sulit dihentikan.

selingkuh cek HP pasangan
Sumber: Men’s Health

Walaupun demikian, ketika hubungan tersebut berakhir, kebanyakan dari orang yang pernah selingkuh mengakui bahwa perilaku tersebut adalah kesalahan besar. Banyak dari mereka yang tidak ingin mengulangi perbuatannya dan mencoba untuk mencegah selingkuh di masa depan. 

Sementara itu, bagi orang yang ketagihan selingkuh tidak melihat perilakunya ini sebagai penyelewengan. Bagi mereka, berselingkuh adalah sebuah prestasi yang dapat dibanggakan. Maka itu, perbedaan antara orang yang mengubah selingkuh menjadi candu dengan mereka yang terperosok ke lubang tersebut secara tidak sengaja adalah niat awal.

Orang yang sering berselingkuh memang sudah memiliki niat tersebut sejak awal sebelum hubungan terjadi. Di sisi lain, kebanyakan pasangan yang tidak setia awalnya tidak berniat untuk berselingkuh sampai mereka menyukai lawan selingkuhannya.

Bahkan, orang yang senang selingkuh terkadang memiliki sifat oportunis, alias hanya mengambil keuntungan dari kesenangan apapun tanpa peduli apa yang dipikirkan orang lain.

Dalam hal ini, ketagihan selingkuh mungkin tidak langsung berhubungan dengan kecanduan seks, tapi lebih menunjukkan sifat tidak dewasa, egois, impulsif, atau perilaku antisosial.

Alasan orang kecanduan selingkuh

setlah ketahuan selingkuh

Kecanduan melakukan perselingkuhan memang bisa terjadi pada siapa saja meskipun sebagian dari Anda ingin tidak mempercayai kenyataan ini.

Menurut penelitian dari Archives of sexual behaviour menunjukkan bahwa orang yang pernah berselingkuh dari pasangan berisiko tiga kali lebih besar berperilaku sama. Pola ini pun bisa kembali terjadi di hubungan mereka selanjutnya.

Dampak dari perselingkuhan pun bertahan cukup lama bagi orang yang dikhianati, yaitu mereka akan mencurigai pasangannya empat kali lebih besar dalam hubungan selanjutnya.

Selain itu, tidak semua orang melakukan penyelewengan karena alasan yang sama. Hampir kebanyakan psikologi berpendapat bahwa perilaku ini mungkin terjadi karena adanya gangguan kepribadian atau trauma masa lalu.

penyebab istri selingkuh

Ada beberapa dari orang yang ketagihan selingkuh merasa sulit untuk menjalani hubungan berkomitmen dengan cara yang sehat. Bahkan, beberapa dari mereka juga mengakui memiliki kecanduan seksual.

Namun, kebanyakan dari mereka hanya ingin memperoleh kepuasan emosional dan psikologis dari perilaku ini, seperti:

  • merasa mengungguli orang lain dan membuat perasaan semakin senang
  • melanggar aturan dianggap membuat hidup lebih menarik dan menyenangkan
  • merasa memberikan kontrol yang lebih besar terhadap diri sendiri

Alasan mengapa orang berselingkuh mungkin lebih rumit daripada orang lain duga. Hal ini tersebut dikarenakan perilaku ini berhubungan dengan masalah emosional hingga membuat seseorang ketagihan selingkuh, seperti pernah menjadi korban perselingkuhan.

Bisakah seseorang tidak lagi ketagihan selingkuh?

memaafkan pasangan yang selingkuh

Perselingkuhan memang dianggap sebagai perilaku yang tidak etis alias hanya mendatangkan hal-hal buruk saja bagi setiap orang.

Namun, ketika ada seseorang yang ingin mengurangi perilaku ketagihan selingkuh yang mereka alami agar menjadi lebih baik ternyata perlu Anda hargai.

Tidak semua perselingkuhan selalu berkaitan dengan hubungan seks yang mereka dapatkan dengan pasangannya. Akan tetapi, sama seperti kecanduan obat atau seks, ketika seseorang mencoba berhenti selingkuh mungkin mereka akan mencari pelarian lainnya.

Mulai dari penggunaan obat, alkohol, hingga melakukan kekerasan fisik untuk menghindari keinginan untuk selingkuh dan emosi negatif lainnya.

efek diselingkuhi

Proses pemulihan membutuhkan waktu dan kesabaran yang cukup tinggi untuk beradaptasi. Bahkan, Anda juga memerlukan kewaspadaan karena seorang pecandu sangat mungkin masih tertarik pada perilaku yang orang lain anggap selingkuh.

Setidaknya, menjalani proses dengan sabar tentu akan membuahkan hasil. Apabila Anda atau pasangan merasa ketagihan selingkuh tetapi ingin menjadi yang lebih baik, cobalah untuk mendatangi ahlinya atau seorang psikolog.

Dengan begitu, Anda atau pasangan mengetahui apa yang menyebabkan selingkuh menjadi candu dan mengetahui apa saja alternatif jalan keluarnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bulimia

Bulimia atau bulimia nervosa adalah gangguan makan yang bisa mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit mental. Simak informasi tentang penyebab, gejala, faktor risiko, dan cara pengobatan penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Laki-laki yang Hobi Selingkuh Ternyata Punya IQ Rendah

Penelitian menunjukkan bahwa suami yang suka selingkuh punya IQ yang lebih “jongkok” daripada pria lainnya. Apa hubungannya antara kecerdasan dan kesetiaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan selingkuh

3 Tips Mempertahankan Hubungan Setelah Pasangan Selingkuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
binge watching

Waspadai Binge Watching, Kecanduan Nonton yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
euforia europhia adalah

Euforia, Luapan Rasa Gembira yang Bisa Berdampak Positif dan Negatif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit