Hobi Menggigit Pipi Bagian Dalam, Sekadar Kebiasan Atau Penyakit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cheek biting alias menggigit pipi bagian dalam merupakan salah satu kebiasaan yang mirip seperti orang yang sering menggigit kukunya. Kelihatannya ini adalah kebiasaan wajar yang tidak membahayakan. Namun, sebenarnya perilaku ini bisa sebuah wujud reaksi terhadap stres dan kecemasan. Kebiasaan ini juga memiliki dampak yang buruk bagi bagian pipi dalam yang tergigit. Yuk, cari tahu lebih jauh soal kebiasaan gigit pipi dalam di bawah ini. 

Apakah menggigit pipi dalam merupakan sebuah penyakit?

Cheek biting atau menggigit pipi dalam adalah salah satu bentuk kebiasaan yang dilakukan secara tidak sadar dan berulang-ulang. Pada kebanyakan kasus, gigit pipi dalam adalah kebiasaan yang sudah dilakukan sejak anak-anak dan berlangsung sepanjang masa dewasa.

Pemicu umum orang melakukan kebiasaan menggigit pipi dalam adalah kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, dan kebosanan. 

Namun, jika seseorang sudah secara terus menerus menggigit pipi bagian dalam secara medis disebut dengan chronic cheek bite keratosis. Kondisi ini termasuk dalam jenis Body-Focused Repetitive Behavior, yakni kebiasaan mengulang suatu aktivitas yang melibatkan bagian tubuh secara berulang-ulang seperti menggigit kuku, menarik-narik rambut, atau mengedip-ngedipkan mata.

Kenapa ada orang yang suka gigit pipi dalam?

Penyebab paling umum dari kondisi cheek biting adalah dorongan kuat untuk menggigit sesuatu untuk meredakan stres dan kecemasan yang dialami. Orang yang memiliki kebiasaan menggigit pipi dalam mencari cara untuk meredam kecemasan, stres, dan kebosanan dengan menggigit-gigit pipi bagian dalamnya secara berulang-ulang, tanpa disadari.

Selain karena kebiasaan, menggigit pipi juga bisa terjadi karena ketidaksengajaan dan kondisi anatomi dalam rongga mulut. Berikut adalah dua penyebab utama kenapa seseorang hobi menggigit pipi dalam.  

1. Ceroboh saat mengunyah atau berbicara

Terkadang saat mengunyah makanan, Anda terlalu buru-buru dan tidak sengaja menggigit pipi bagian dalam Anda. Sehingga, sangat perlu untuk mengunyah dengan fokus agar pipi tidak tergigit dan menimbulkan luka di dalam mulut.

Terkadang saat berbicara orang juga bisa secara tidak sengaja menggigit pipi bagian dalamnya.

2. Posisi gigi berantakan

Ketika posisi atau anatomi gigi tidak sesuai dengan tempat seharusnya, biasanya rahang atas dan bawah tidak akan mengatup dengan sempurna. Otak menyadari kondisi ini dan terkadang refleks menggerakan gigi-gigi tersebut. Untuk mengatasi kondisi gigi yang tidak bisa tertutup dengan rapat, maka bagian pipi dalam suka digerakkan sehingga lama-lama gesekan antara gigi dengan pipi bagian dalam ini bisa menimbulkan luka juga dalam bibir.

Jika ditambah dengan kondisi psikologis tertentu seperti cemas dan stres, kebiasaan menggigit pipi dalam akan bertambah parah. Pada beberapa orang, gigi yang tidak sejajar juga bisa mengakibatkan ketergantungan psikologis untuk menggigit pipi bagian dalamnya secara terus-terusan. 

Apa dampaknya kalau sering gigit pipi dalam?

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada lapisan mulut bagian dalam. Anda mungkin baru sadar ketika luka sudah muncul. Kebiasaan ini memang akan dilakukan tanpa sadar. Anda pun tidak menyadari kapan tepatnya Anda akan mulai menggigiti pipi.

Biasanya Anda memiliki satu titik favorit yang selalu digigit. Bahkan mungkin bagian ini sudah sering luka. Yang lebih parah lagi adalah ketika kulit pipi terkunyah lalu lapisan pipi jadi kasar dan tidak rata seperti lapisan mulut biasanya. Setelah lukanya sembuh, bukan tidak mungkin Anda akan memulai lagi kebiasaan menggigit pipi dalam Anda.

Siklus yang tak berujung ini dapat membuat komplikasi fisik yang semakin parah untuk kulit dalam mulut. Anda mungkin perlu mengonsultasikan ke dokter bagaimana mengobati kerusakan tersebut. Luka yang ditimbulkan tergantung dari tingkat keparahan kebiasaan ini dilakukan.

Bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini?

Menghentikan kebiasaan menggigit pipi dalam adalah tantangan tersendiri karena Anda mungkin tidak tahu kapan Anda akan melakukan hal ini.

Namun, karena salah satu penyebab kebiasaan ini adalah munculnya perasaan cemas, stres, atau kebosanan, mengurangi ketiga hal tersebut adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengurangi kebiasaan ini. Adapun cara yang lain untuk menghentikannya antara lain:

  • Mengunyah pelan-pelan. Beberapa orang tidak cukup konsentrasi saat mereka makan sehingga ini bisa menyebabkan cedera gigitan di dalam mulut.
  • Konseling dan psikoterapi. Cara ini cukup membantu, untuk mengubah kebiasaan terkait masalah psikologis yang perlu dipandu dan dikoreksi. Psikoterapi mungkin dibutuhkan untuk membangan kesadaran bahwa kebiasaan ini tidak sehat dan membahayakan.
  • Jika memang sedang mengalami kecemasan dan stres yang parah, biasanya oleh dokter beberapa obat diberikan seperti anticemas dan antidepresan. 

Cara merawat luka akibat gigitan

Jangan lupa untuk selalu membersihkan luka yang muncul akibat gigitan ini. Bila terjadi perdarahan di mulut, kompres dingin ke daerah yang mengalami perdarahan dengan es yang sudah dibungkus kain lembut. Bersihkan juga luka agar terhindar dari infeksi.

Penggunaan obat kumur antiseptik adalah salah satu cara untuk mencegah infeksi. Jika Anda merasa ada kesulitan saat makan atau berbicara karena ada hal yang mengganggu di bagian dalam mulut Anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Salah satu minyak herbal yang sedang populer adalah minyak kutus kutus. Namun sebelum beli, yuk cek klaim manfaat minyak kutus-kutus di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit