Ortho-K, Mata Minus Jadi Normal Tanpa Operasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Lensa kontak biasa digunakan untuk mengatasi rabun jauh. Namun, sekarang ini ada lensa khusus yang dibuat oleh dokter spesialis mata untuk memperbaiki kelainan refraksi akibat rabun jauh. Lensa ini dikenal dengan lensa orthokeratology atau ortho-k. Lensa ortho-k memiliki cara penggunaan yang berbeda dengan lensa kontak biasa. Fungsinya tidak sekadar memperbaiki penglihatan sementara seperti lensa kontak, melainkan bertujuan mengurangi minus pada mata.

Apa fungsi orthokeratology (ortho-k)?

Lensa orthokeratology (ortho-k) berfungsi mengoreksi kelainan refraksi (pembiasan), khusunya rabun jauh, dengan cara memperbaiki bentuk kornea mata.

Pemakaian lensa ortho-k secara rutin dapat mengubah kelengkungan kornea mata untuk sementara. Lensa ortho-k perlu dipakai setiap malam saat tidur. Dengan begitu, tanpa penggunaan alat bantu penglihatan mata yang mengalami rabun jauh bisa melihat dengan lebih baik.

Tidak seperti lensa kontak yang bisa dibeli tanpa resep, lensa ortho-k harus dirancang langsung oleh dokter spesialis mata. Terapi ini konsepnya mirip dengan pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh ortodontis.

Seperti yang dijelaskan, efek perbaikan dari orthokeratology bersifat sementara. Perbaikan penglihatan pada mata rabun jauh bisa kembali seperti semula. Namun, Anda bisa menjaga hasil perbaikan ortho-k apabila terus mengikuti anjuran penggunaan dari dokter.

Siapa yang membutuhkan orthokeratology?

Ortho-k umumnya digunakan dalam pengobatan rabun jauh (miopi) atau mata minus.

Sebagian besar, terapi ortho-k dilakukan untuk mengurangi mata minus pada anak-anak berusia 8-12 tahun. Terutama anak yang mengalami mata minus progresif. Artinya, kondisi rabun jauh pada mata berkembang semakin buruk seiring waktu.

Anak-anak tidak direkomendasikan untuk menjalani operasi refraksi mata, seperti LASIK. Pasalnya, sistem penglihatan anak-anak masih berkembang sampai mereka dewasa nanti. Sementara, LASIK hanya bisa dilakukan ketika sistem penglihatan sudah stabil atau tidak mengalami perkembangan jaringan atau fungsi.

Ortho-k merupakan pilihan pengobatan non-operasi yang bertujuan memperlambat perkembangan minus pada anak. Menurut American Academy of Ophthalmology, belum ada bukti pasti bahwa pemakaian lensa ortho-k secara rutin bisa menghambat gangguan miopi pada anak. Namun, setiap orang dengan mata minus pada dasarnya tetap diperbolehkan menjalani terapi ortho-k.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum terapi ortho-k

Pemeriksaan mata minus otho-k

Untuk membuat lensa ortho-k, dokter harus melakukan beberapa pemeriksaan mata terlebih dulu. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemetaan kornea mata melalui alat yang dinamakan dengan topografer.

Pemetaan kornea dilakukan dengan cara merefleksikan cahaya dari topografer pada permukaan bagian depan mata. Dari hasil pemetaan akan diketahui ukuran serta bentuk kornea mata. Pemeriksaan ini bertujuan agar lensa yang dibuat bisa menyesuaikan dengan kondisi kornea mata Anda.

Memahami Proses Tes Visus Mata untuk Uji Ketajaman Penglihatan

Cara kerja ortho-k dalam memperbaiki mata minus

Prinsip cara kerja ortho-k dan LASIK mata sebenarnya hampir mirip. Keduanya sama-sama memodifikasi bentuk kornea. Perbedaannya, hasil pengobatan LASIK bisa bersifat permanen, sedangkan orthokeratology hanya berlangsung sementara.

Prinsip kerja lensa ortho-k adalah memberi penekanan dari luar pada kornea sehingga meratakan permukaan mata bagian depan. Pada mata minus, kelengkungan kornea terlalu memanjang sehingga permukaannya perlu diratakan agar cahaya bisa fokus dibiaskan pada retina.

Lensa orthokeratology terbuat dari bahan yang cukup keras sehingga memberikan kekuatan yang cukup untuk mengubah bentuk kornea. Meskipun keras, lensa ini terbuat dari bahan yang mampu menyerap udara sehingga mata tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Perubahan bentuk kornea yang lebih merata baru dapat terlihat setelah pemakaian lensa ini selama jangka waktu tertentu.

Itu sebabnya, Anda harus mengenakannya setiap malam saat tidur. Di awal, dokter akan menyarankan pemakaian secara intensif selama 1-2 minggu. Selama Anda tidur, lensa akan memperbaiki bentuk kornea sehingga di pagi hari, setelah melepasnya, Anda bisa melihat dengan jelas.

Dari cara penggunaan ini, rabun jauh bisa berkurang secara bertahap. Jika hasilnya optimal, pasien bahkan bisa melihat dengan jelas tanpa bantuan kacamata.

Saat pemakaian lensa ortho-k dihentikan, bentuk kornea akan kembali seperti sediakala. Untuk itu, demi menjaga kelengkungan mata tetap normal sehingga penglihatan selalu terkoreksi dengan baik, Anda perlu menggunakan lensa ini secara rutin.

Hasil setelah terapi ortho-k

Untuk mendapatkan efek maksimal dari pemakaian lensa ortho-k, setidaknya dibutuhkan pemakaian rutin selama 1-2 minggu setiap malam. Namun, gejala mata minus bisa mulai membaik dalam beberapa hari pemakaian.

Selain itu, hasil efektif orthokeratology dalam mengurangi minus mata juga bergantung dengan kondisi rabun jauh setiap pasien. Mata dengan derajat minus yang lebih besar membutuhkan waktu lebih lama untuk mengoreksi kelainan refraksinya.

Selama masa terapi, lensa yang digunakan bisa lebih dari satu pasang. Biasanya, terdapat 3 pasang lensa ortho-k yang dipakai bergantian. Cara ini bertujuan agar koreksi penglihatan yang dilakukan bisa lebih optimal. Dokter akan memberikan penjelasan kapan Anda perlu mengganti lensa.

Berapa lama harus menggunakan lensa?

Setelah gangguan penglihatan terkoreksi sesuai target yang diinginkan, Anda akan menggunakan lensa penahan (retainer lens). Lensa ini berfungsi menjaga struktur kornea mata yang sudah terkoreksi.

Dengan begitu, kemampuan penglihatan yang berhasil ditingkatkan bisa bertahan selama Anda menjalani terapi ortho-k.

Berapa lama Anda harus menggunakan lensa penahan tergantung dari kondisi mata Anda. Dokter biasanya akan menganjurkan agar Anda memakai lensa penahan sesering mungkin untuk menjaga hasil koreksi mata yang dilakukan.

Sebenarnya tidak ada batasan berapa lama seseorang harus menggunakan lensa ortho-k. Selama mata Anda dalam kondisi sehat, Anda tetap bisa menjalani terapi orthokeratology asalkan tetap di bawah pengawasan dokter.

Menurut studi berjudul Factors Determining Effective Orthokeratology, rangkaian terapi ortho-k yang dilakukan selama 6-12 bulan terbukti memberikan hasil koreksi yang tepat.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah hasil koreksi bisa bertahan lama jika pasien akhirnya berhenti melakukan terapi. Tetap ada kemungkinan Anda bisa kembali mengalami penurunan penglihatan jarak jauh setelah berhenti menggunakan lensa.

Hasil studi dalam jurnal Overnight Orthokeratology menunjukkan pengobatan ortho-k jangka panjang memang menunjukkan hasil efektif, tapi tidak semua bagian dari kornea pada mata rabun jauh diperbaiki secara sempurna.

Adakah efek samping atau komplikasi orthokeratology?

Setiap prosedur medis pasti memiliki efek samping, begitu pun dengan ortho-k.

Pada masa terapi di awal, pasien mungkin akan mengalami efek samping ringan seperti mudah silau karena terlalu sensitif pada cahaya dan penglihatan buram. Namun, gangguan ini akan hilang seiring dengan meningkatnya kemampuan penglihatan.

Penting juga untuk diketahui bahwa terapi rabun dekat ini tidak terlepas dari risiko komplikasi yang berbahaya. Beberapa komplikasi orthokeratology yang perlu diwaspadai yaitu:

  • Infeksi mata oleh bakteri
  • Penurunan penglihatan secara permanen akibat infeksi
  • Kornea berkabut yang bisa mengarah pada katarak
  • Perubahan bentuk asli kornea
  • Perubahan tekanan bola mata

Untuk menghindari komplikasi, pasien diwajibkan untuk rutin kontrol ke dokter spesialis mata dan mengikuti anjuran pengobatan dari dokter. Terakhir, selama menjalani terapi Anda perlu menjaga kebersihan tangan, mata, dan lensa kontak ortho-k.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Operasi untuk Mata Minus, Bukan Hanya LASIK Saja

LASIK biasa dipakai sebagai salah catu cara mengatasi rabun akibat mata minus, plus, atau silinder. Padahal, ada berbagai jenis bedah refraktif lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Ciri Utama yang Menunjukkan Anda Memiliki Mata Silinder

Mata silinder adalah satu dari beberapa gangguan mata yang menyulitkan Anda untuk melihat. Sebenarnya, apa saja ciri-ciri mata silinder?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab Mata Silinder, Samakah dengan Mata Minus atau Plus?

Mata silinder menyebabkan penglihatan menjadi buram.Tidak seperti mata minus, penyebab mata silinder tidak dipengaruhi kebiasaan membaca atau menonton.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Strabismus (Mata Juling)

Strabismus (mata juling) adalah kondisi saat kedua mata tidak bergerak ke arah yang sama dan terlihat bergerak ke arah yang berbeda. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab mata minus

Penyebab Mata Minus, dari Genetik hingga Kebiasaan yang Tidak Disadari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Ciri-ciri mata minus

Yakin Mata Anda Minus? Coba Cek Ciri-Cirinya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Membaca jarak dekat dengan kacamata plus

Kenali, Jenis Lensa Kacamata Berdasarkan Material dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Operasi lasik mata pada anak

Sebelum Operasi LASIK, Perhatikan Dulu Hal Berikut Ini!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit