Bola Mata Tak Bisa Bergerak Leluasa? Bisa Jadi Gejala Kelainan Sindrom Duane

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Mata adalah anugerah yang dimiliki setiap orang agar bisa melihat dengan jelas. Mata bisa digerakkan melirik ke kanan, kiri, atas, atau bawah dengan cepat dan mudah. Akan tetapi, tahukah Anda ada beberapa orang tidak bisa melirik ke kanan atau kiri seperti mata biasa? Ya, sindrom Duane membuat orang yang mengalaminya kesulitan memutar satu atau kedua mata ke luar atau ke dalam. Ini ulasan lengkapnya tentang kondisi sindrom Duane.

    Apa itu sindrom Duane?

    Sindrom Duane adalah gangguan mata langka yang dialami sejak lahir. Otot dan saraf di sekitar mata tidak berfungsi dengan baik, ini membuat mata tidak bergerak sebagaimana mestinya.

    Ini terjadi ketika saraf yang mengontrol otot-otot mata tidak tumbuh normal selama kehamilan. Akibatnya, beberapa otot yang harusnya meregang dan melonggar ketika digerakkan tidak bisa berfungsi.

    Sindrom ini tidak menyebabkan kebutaan dan tidak memiliki dampak lainnya pada kesehatan. Seringnya, hanya satu mata yang mengalami sindrom ini. Namun, 20 persen orang yang mengalami sindrom ini mengalami masalah di kedua matanya.

    Dilansir dari laman WebMD, ada tiga jenis sindrom Duane, yakni:

    • Tipe 1: Orang-orang yang tidak bisa menggerakkan mata mereka yang mengalami sindrom Duane ke arah luar telinga. Ini adalah jenis sindrom Duane yang paling umum.
    • Tipe 2: Mata yang terkena sindrom Duane tidak bisa bergerak ke arah dalam hidung.
    • Tipe 3: Mata yang terkena sindrom Duane tidak bisa bergerak ke luar atau ke dalam.

    Apa penyebab sindrom Duane?

    Para ahli menduga ada sesuatu yang terjadi di antara minggu ke-3 dan ke-8 kehamilan sehingga menyebabkan sindrom ini. Saat-saat ini adalah waktu di mana saraf dan otot mata bayi mulai berkembang.

    Alhasil, terjadi perkembangan abnormal atau gagal berkembang sama sekali pada saraf kranial ke-6. Saraf kranial ke-6 adalah saraf yang mengontrol otot rektus lateral (otot yang memutar mata ke arah telinga).

    Bukan hanya saraf kranial ke-6, diduga ada kaitannya juga dengan saraf kranial ke-3 yang biasanya mengontrol otot rektus medial (otot yang memutar mata ke arah hidung). Jika kedua saraf terganggu, maka kelainan terjadi pada saat pandangan ke arah luar maupun ke arah dalam. Yang paling umum terjadi adalah gangguan pada saraf kranial ke-6.

    Kenapa perkembangan saraf tersebut terganggu belum diketahui penyebabnya. Kemungkinan kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya ada masalah dalam gen tertentu atau ibu hamil terpapar sesuatu di lingkungan. Namun, sampai sekarang belum jelas apa yang sebenarnya menyebabkan sindrom ini.

    Gejala sindrom Duane

    Kebanyakan kasus ini tanda utamanya adalah pergerakan bola mata yang terbatas. Selain itu, ciri-ciri berikut ini juga bisa menjadi pertanda yang perlu diwaspadai:

    • Posisi mata tidak sejajar kanan dan kirinya (disebut mata juling atau strabismus).
    • Penyempitan kelopak mata. Satu mata terlihat lebih kecil dari yang lain.
    • Pengelihatan berkurang pada mata yang mengalami gangguan.
    • Mata yang terkena terlihat naik dan turun.
    • Sering memiringkan atau memutar kepala untuk mencoba menjaga mata mereka tetap lurus.
    • Beberapa orang juga mengalami penglihatan ganda dan sakit kepala.
    • Mengalami sakit leher karena sering mengatur posisi kepala.

    Apa penanganan khusus bagi orang yang mengalami sindrom ini?

    Tidak ada obat khusus untuk menangani sindrom Duane. Dokter biasanya memberikan cara untuk membantu anak bisa melihat ke depan dengan tepat. Di sekolah, anak biasanya ditempatkan di tempat duduk khusus agar bisa melihat ke depan dengan baik tanpa harus menggerakan posisi kepala.

    Sejauh ini tidak ada teknik bedah yang benar-benar berhasil untuk menghilangkan gerakan mata yang abnormal, karena saraf kranial yang menyebabkan masalah ini tidak dapat diperbaiki atau diganti.

    Kalaupun dilakukan pembedahan, biasanya pembedahan dilakukan untuk memperbaiki kesejajaran posisi mata yang terlalu jauh, untuk menghilangkan gangguan yang ada pada bagian kelopak mata yang abnormal.

    Penanganan lain yang dilakukan biasanya untuk mengurangi gejala yang muncul seperti menangani sakit kepala, penglihatan ganda, atau sakit leher.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Bisa Dilakukan di Rumah

    Kebiasaan menatap layar gadget hingga hobi membaca di kegelapan dapat membuat mata cepat lelah. Simak 4 cara terbaik untuk mempertajam penglihatan mata.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Mata, Perawatan Mata 23 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

    Funduskopi (Oftalmoskopi), Pemeriksaan untuk Diagnosis Berbagai Penyakit Mata

    Funduskopi, atau oftalmoskopi, adalah tes untuk memeriksa mata bagian dalam. Apa saja penyakit yang bisa terdeteksi? Seperti apa prosesnya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Kesehatan Mata, Perawatan Mata 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

    Mata Kering

    Pemakai lensa kontak sudah biasa mengalami mata kering. Tapi tahukah bahwa penyebab mata kering Anda mungkin adalah pil KB yang Anda gunakan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kesehatan Mata 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

    Buta Warna

    Buta warna terjadi ketika Anda kesulitan membedakan warna merah, hijau, biru, atau campuran dari warna-warna tersebut. Umumnya, ini disebabkan keturunan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    Prolaktinoma

    Prolaktinoma

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    cara membaca resep kacamata

    Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit