home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bius Total Saat Operasi Pada Lansia Meningkatkan Risiko Penyakit Alzheimer

Bius Total Saat Operasi Pada Lansia Meningkatkan Risiko Penyakit Alzheimer

Selama dua dekade terakhir, berbagai penyakit yang terjadi di usia lanjut semakin meningkat secara signifikan, namun jumlah pasien lanjut usia yang menjalani operasi secara bersamaan juga semakin meningkat. Ketika usia sudah lanjut, sudah tidak bisa disangkal lagi jika kondisi tubuh semakin mengalami penurunan. Dimulai dari bagian sendi, lalu ke penglihatan, dan kemudian ingatan.

Nah, sering kali orang tua diharuskan untuk menjalani operasi besar di bagian sendi atau organ tubuh lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Lantas, apa saja risiko operasi pada lansia? Simak penjelasannya berikut ini.

Efek anestesi (bius) sebelum operasi pada lansia

Sebelum dilakukan operasi, biasanya dokter spesialis anastesi akan melakukan tindakan pembiusan yang bertujuan untuk memblok rasa nyeri pasien dalam kurun waktu tertentu agar selama operasi pasien tidak merasakan sakit. Tindakan pembiusan atau anestesi ini bisa dilakukan dengan suntikan, semprotan, salep, ataupun pemberian gas yang harus dihirup pasien. Terdapat tiga jenis anestesi yaitu, anestesi lokal, anestesi sebagian, dan anestesi total.

Efek anestesi memang bersifat sementara dan umumnya tidak berbahaya pada kebanyakan pasien operasi. Namun, pada pasien lansia yang tubuhnya terus mengalami penurunan karena usia, mungkin akan bisa berdampak saat proses pemulihannya. Terlebih jika lansia tersebut diberi anestesi total yang langsung bekerja di bagian otak sehingga membuat pasien tidak sadarkan diri selama operasi.

Sebuah studi baru menemukan bahwa anestesi total, bila digunakan pada pasien lansia, dapat meningkatkan risiko demensia dan perkembangan gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson atau Alzheimer.

Bius total saat operasi pada lansia meningkatkan risiko penurunan fungsi otak

Para peneliti telah mengidentifikasi penurunan fungsi kognitif awal setelah operasi – disebut postoperative cognitive dysfunction (POCD), yang menyebabkan demensia. POCD dikaitkan dengan munculnya reaksi neuroinflammatory di dalam otak. Reaksi ini membuat otak rusak dan menyebabkan degenerasi sel.

Degenerasi pada tingkat sel adalah pemicu demensia alias pikun. Bahkan secara tidak langsung bisa menyebabkan penurunan fungsi kognitif yang dapat menyebabkan kepikunan, kehilangan ingatan jangka panjang, kesulitan berbahasa, dan perilaku tidak menentu. Demensia bisa berkembang menjadi penyakit, seperti Alzheimer.

Penelitian tersebut melibatkan 9.294 lansia yang telah menjalani operasi antara tahun 1999 dan 2001. Sekitar sembilan persen dari peserta mengalami demensia setelah delapan tahun menjalani eksposur anestesi dan risiko meningkat sebanyak 15 persen untuk terkena penyakit Alzheimer. Khususnya, bagi pasien lansia yang menjalani anestesi total dan mengalami penurunan fungsi kognitif lebih mungkin mengalami gangguan neurodegeneratif.

Dari penelitian tersebut, para peneliti pun menyimpulkan bahwa pasien lansia yang mendapatkan anestesi total cenderung berisiko lebih besar untuk mengalami masalah neurologis daripada mereka yang menerima anestesi lokal.

Risiko operasi pada lansia meningkat saat usia pasien di atas 75 tahun

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan dan komplikasi pasca operasi lebih banyak terjadi saat usia pasien 75 tahun. Pada usia 75 tahun fungsi otak telah menurun dengan sendirinya, terlebih jika pasien sudah mengalami penurunan fungsi kognitifnya. Hal tersebut bisa membuat pengembangan penyakit neurodegeneratif sangat mungkin terjadi.

Penyakit Alzheimer bisa menjadi penyebab awal kematian pada lansia yang berusia 75 tahun ke atas. Pasien bisa menjadi pelupa sehingga mereka seringnya pergi jauh dari rumah dan lupa jalan pulang karena mereka lupa di mana rumah mereka. Di saat seperti itu, mereka rentan mengalami kelaparan dan risiko penyakin paru-paru basah.

Pentingnya melakukan evaluasi sebelum lansia dioperasi

Peneliti telah menyimpulkan bahwa evaluasi sebelum operasi harus dilakukan pada orang tua untuk menentukan tindakan anestesi apa yang digunakan, terlebih jika memang diharuskan melakukan anestesi total. Demikian juga mengenai rencana tindakan selanjut pasca operasi untuk memastikan pengenalan penurunan fungsi kognitif dan demensia sehingga perawatan dapat segera dilakukan untuk mencegah timbulnya gangguan neurodegeneratif yang lebih serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

General Anesthesia Can Make Elderly Develop Alzheimers – http://www.medicaldaily.com/general-anesthesia-can-make-elderly-15-more-likely-develop-alzheimers-disease-246392 diakses pada 18 Mei 2017

Who Will Survive Surgery? New Model For Predicting Success Among Elderly Patients – http://www.medicaldaily.com/who-will-survive-surgery-new-model-predicting-success-among-elderly-patients-281042 diakses pada 18 Mei 2017

Surgical Risk Factors, Morbidity, and Mortality in Elderly Patient – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17116555 diakses pada 18 Mei 2017

Seniors and Anesthesia – https://www.asahq.org/whensecondscount/patients%20home/preparing%20for%20surgery/seniors%20and%20anesthesia diakses pada 18 Mei 2017

Pattens of Surgical Care and Complications In Elderly Adult – http://www.medscape.com/viewarticle/825306 diakses pada 18 Mei 2017

Yang CW, Fuh JL. Exposure to General Anesthesia and The Risk of Demensia. J Pain Res. 2015; 8: 711–718. [Online]. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4621175/. Accessed May 18, 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x