Penyakit Whipple

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Whipple?

Penyakit Whipple adalah sebuah kondisi langka yang terjadi ketika seseorang terkena infeksi bakteri, sering kali menyerang sistem saluran pencernaan. Penyakit ini mengganggu pencernaan normal dengan merusak pemecahan makanan, seperti lemak dan karbohidrat, serta menghambat penyerapan nutrisi pada tubuh.

Tidak hanya itu, penyakit ini juga dapat menginfeksi organ lain, termasuk otak, jantung, sendi, dan mata.

Apabila tidak diatasi, penyakit Whipple dapat menjadi serius dan fatal. Namun pemberian antibiotik dapat mengobati kondisi ini.

Seberapa umum penyakit Whipple?

Penyakit Whipple sangat langka ditemui. Kondisi ini menyerang 1 dari 1 juta orang, bahkan kurang dari itu. Pria memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan wanita.

Kondisi ini dapat menimpa orang dengan usia berapa pun. Namun, paling umum dilaporkan pada pasien di antara usia 40 sampai 60 tahun.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Whipple?

Tanda dan gejala penyakit Whipple digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu tanda dan gejala yang umum dan kurang umum.

Tanda dan gejala umum dari penyakit ini dapat meliputi:

  • Diare
  • Kram dan sakit perut, yang terasa semakin parah setelah makan
  • Menurunnya berat badan, terkait gangguan pada penyerapan nutrisi
  • Radang sendi, terutama pada pergelangan kaki, lutut, dan pergelangan tangan
  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Anemia

Tanda dan gejala yang kurang umum dapat meliputi:

Tanda dan gejala ini muncul perlahan dalam waktu bertahun-tahun. Pada kasus-kasus tertentu, beberapa gejala, seperti nyeri sendi dan penurunan berat badan, telah terjadi selama bertahun-tahun sebelum gejala pada saluran pencernaan terjadi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah kondisi memburuk dan kondisi medis darurat lainnya, maka itu bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Whipple?

Penyebab utama dari penyakit Whipple adalah Tropheryma whipplei, bakteri penyebab infeksi ini. Bakteri ini menghancurkan lapisan mukosa di usus halus, dan membentuk luka kecil pada dinding usus. Bakteri ini juga merusak proyeksi mirip rambut (villi) yang melapisi usus halus. Seiring waktu, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Walaupun bakteri ini sudah terlihat berada di lingkungan sekitar, peneliti belum mengetahui dari mana bakteri ini datang atau bagaimana bakteri ini menginfeksi manusia. Tidak semua orang yang memiliki bakteri ini akan terkena penyakit.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit Whipple?

Anda memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit ini apabila Anda:

  • Seorang pria
  • Berusia 40 sampai 60 tahun
  • Petani atau bekerja di luar ruangan dan sering terkena kontak dengan kotoran dan air limbah

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit Whipple didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Dokter akan merekomendasikan tes-tes ini:

Biopsi

Langkah penting dalam mendiagnosis penyakit Whipple adalah mengambil sampel jaringan (biopsi), biasanya dari lapisan usus halus. Selama prosedur, sampel jaringan akan diambil dari beberapa bagian usus. Sampel itu kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk melihat keberadaan bakteri dan lesi lainnya, dan terutama bakteri Tropheryma whipplei.

Jika biopsi usus halus tidak mengonfirmasi diagnosis, dokter Anda mungkin melakukan biopsi pada perbesaran kelenjar getah bening atau tes-tes lainnya.

Tes darah

Dokter Anda juga dapat melakukan tes darah lengkap. Tes darah dapat mendeteksi kondisi-kondisi yang berhubungan dengan penyakit ini , seperti anemia, yaitu penurunan jumlah sel darah merah, dan kurangnya konsentrasi albumin (protein dalam darah).

Bagaimana penyakit Whipple ditangani?

Pada kebanyakan kasus, terapi penyakit ini dimulai dengan infus ceftriaxone atau penicillin selama 2-4 minggu. Selanjutnya, Anda akan minum sulfamethoxazole-trimethoprim, atau SMX-TMP (Bactrim, Septra), selama satu hingga dua tahun. Durasi perawatan antibiotik yang lebih singkat dapat menyebabkan kambuhnya kondisi.

Pada kasus berat, Anda bisa saja langsung diberikan doxycycline dikombinasikan dengan obat antimalaria, yaitu hydroxychloroquine secara oral selama 12 hingga 18 bulan. Anda juga akan diberikan antibiotik jangka panjang yang dapat memasuki cairan serebrospinal dan otak.

Pencegahan

Apa saja yang perubahan gaya hidup yang dapat saya lakukan untuk penyakit ini?

Jika Anda mengalami kondisi ini, Anda harus mendapatkan nutrisi dan:

  • Memiliki pola makan tinggi kalori dan protein
  • Vitamin
  • Suplemen nutrisi

Pasien penyakit Whipple harus mendiskusikan kebutuhan nutrisinya dengan ahli gizi dan ahli kesehatan profesional lainnya, serta menemui ahli untuk memantau perubahan kebutuhan nutrisi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Kembali bekerja di gedung perkantoran yang telah lama ditinggal kosong ternyata masyarakat perlu menghadapi ancaman kesehatan baru. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 4 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Dalam penularan penyakit tuberkulosis ada yang disebut infeksi TB laten. Apa itu infeksi TB laten? Apakah hal ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 31 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
bakteri bahaya dalam jamur enoki korea selatan

Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit