Penyakit Gondongan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit gondongan?

Penyakit gondongan adalah infeksi yang disebabkan oleh virus menular. Virus ini menyebabkan pembengkakan yang disertai rasa sakit pada kelenjar ludah. Lamanya waktu dari terkena virus hingga sakit (masa inkubasi) sekitar 12-24 hari. Hal ini biasa terjadi pada anak-anak, dan dapat menyebabkan komplikasi lainnya bila tidak ditangani dengan tepat.

Seberapa umumkah penyakit gondongan?

Setiap orang dapat mengalami penyakit gondongan, tapi hal tersebut biasa terjadi pada anak yang berusia 2 sampai 12 tahun. Anda dapat meminimalisir kesempatan terjangkit gondongan dengan cara mengurangi faktor-faktor risikonya. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mendiskusikan keluhan dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit gondongan?

Gejala yang sering terjadi pada penyakit gondongan, antara lain:

  • Nyeri pada wajah atau kedua sisi pipi
  • Nyeri ketika mengunyah atau menelan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan rahang atau kelenjar parotis
  • Nyeri testis, pembengkakan skrotum

Adapun beberapa ciri-ciri atau gejala lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda atau anak Anda mengalami penyakit gondongan, segeralah kunjungi dokter Anda. Setiap tubuh seseorang berbeda. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mendiskusikan dengan dokter Anda mengenai apa yang terbaik untuk kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit gondongan?

Penyebabnya adalah virus penyakit gondongan. Virus tersebut mudah menyebar dari seseorang ke orang lainnya hanya dengan melalui embusan udara. Selain itu, Anda juga dapat terkena penyakit ini jika bersentuhan langsung atau menggunakan barang seseorang yang terjangkit penyakit gondongan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit gondongan?

Faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko perkembangan penyakit gondongan:

  • Usia: Anak-anak berusia 2-12 tahun (terutama pada anak yang belum mendapat imunisasi pencegah gondongan)
  • Bersentuhan langsung atau atau menggunakan barang seseorang yang terjangkit penyakit gondongan
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit gondongan?

Penyembuhan biasanya menghabiskan 10 hari dan membuat penderitanya menjadi kebal terhadap penyakit gondongan seumur hidupnya.

Acetaminophen  (paracetamol) atau ibuprofen dapat membantu mengurangi demam dan nyeri. Kompresan dingin pada rahang juga dapat meringankan nyeri dan menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Minumlah lebih banyak cairan, tapi bukan cairan asam atau kecut. Hindarilah makanan pedas dan makanan yang membuat Anda memproduksi banyak air liur atau makanan yang memerlukan banyak kunyahan. Istirahatlah hingga demam Anda hilang dan kekuatan Anda pulih. Selain itu, anak-anak tidak disarankan untuk keluar hingga mereka tidak terjangkit lagi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit gondongan?

Doktor akan mendiagnosis melalui gejala dan pemeriksaan fisik. Tidak ada tes yang perlu dilakukan pada sebagian besar kasus. Akan tetapi, di beberapa kasus, Anda juga dapat diminta untuk melakukan sebuah tes darah untuk menentukan apakah Anda terjangkit penyakit gondongan atau tidak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit gondongan?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda dalam mengatasi penyakit gondongan:

  • Perbanyaklah minum cairan (jangan yang asam atau kecut).
  • Berdiamlah di rumah untuk menghindari bertemu orang lain. Istirahatlah ketika Anda terkena demam hingga Anda pulih.
  • Gunakanlah pengompres dekat testis untuk membantu mengurangi rasa sakit, jika testis terasa sakit. Selain itu, gunakanlah celana dalam pelindung (athletic supporter).
  • Gunakanlah pengompres pada rahang yang sakit.
  • Makanlah makanan lembut dan tidak pedas, dan hindari makanan yang merangsang banyak air liur dan susah dikunyah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Bagaimana COVID-19 Menyerang Organ Vital di Tubuh Manusia?

Wabah covid-19 telah menelan ribuan korban jiwa karena menyerang berbagai organ di tubuh manusia. Apa saja organ yang terdampak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 03/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Efek Coronavirus (COVID-19) Terhadap Ibu Hamil

Infeksi virus tertentu memang cukup berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Lantas, bagaimana dengan efek coronavirus pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/01/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit
kebiasaan menyentuh wajah

Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 5 menit
dokter melawan COVID-19

Melawan COVID-19: Jangan Ada Lagi Tenaga Medis yang Gugur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit
meningitis COVID-19

Kaitan Kasus Positif COVID-19 dengan Gejala Meningitis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . Waktu baca 4 menit