Mata Silau (Halo)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu mata silau (halo)?

Cahaya merupakan bagian penting untuk penglihatan. Cahaya membantu mata untuk melihat sekitar. Namun, terkadang cahaya menjadi sumber dari masalah penglihatan, seperti membuat mata silau atau dalam bahasa medisnya disebut halo.

Halo adalah lingkaran terang yang mengelilingi sumber cahaya, seperti lampu. Mata silau terjadi ketika jumlah cahaya yang masuk ke mata lebih besar daripada kemampuan mata untuk mengolahnya.

Kondisi mata silau ini akan membuat Anda sulit untuk melihat di depan cahaya terang seperti sinar matahari langsung atau pantulannya. Ketika Anda memiliki kondisi mata silau, cahaya buatan, seperti lampu depan mobil di malam hari juga dapat menganggu penglihatan Anda. Oleh karena itu, beberapa mobil dilengkapi cermin dengan fungsi antisilau otomatis.

Masalah mata silau ini bisa membuat Anda:

  • Tidak nyaman. Ketika mencoba untuk melihat dalam cahaya yang terlalu terang, Anda mungkin akan menyipitkan mata dan berpaling. Hal ini dapat membuat mata Anda berair.
  • Cacat. Silau terkadang dapat merusak penglihatan. Cahaya menyebar dalam mata, dan Anda tidak dapat melihat gambar yang tajam. Silau yang mengakibatkan kecacatan dapat membuat mata Anda tak lagi mampu menangkap kontras cahaya, terutama di lingkungan yang minim cahaya (redup).

Seberapa umumkah kondisi mata silau (halo)?

Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi, terutama setelah Anda melakukan LASIK. Kondisi mata silau juga dapat mengenai pasien usia berapa pun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala silau (halo)?

Gejala mata silau adalah lingkaran terang yang akan muncul mengelilingi sumber cahaya ketika Anda melihatnya.

Namun, gejala silau dibagi menjadi tiga jenis yang berbeda:

  • Silau tidak nyaman. Jenis silau ini terjadi ketika mata tiba-tiba terpapar fluktuasi kecerahan cahaya.
  • Silau menyelubungi. Gangguan ini biasanya dikaitkan dengan katarak (penyakit mata serius dapat membuat lensa mata menjadi keruh). Silau menyelubungi juga terjadi ketika pada dasarnya ada terlalu banyak cahaya terang untuk diterima mata. Misalnya saja ketika Anda melihat lampu depan kendaraan dari arah yang berlawanan saat mengemudi. Silau menyelubungi/cacat secara signifikan dapat merusak kinerja penglihatan.
  • Silau membutakan. Jika seseorang sangat sensitif terhadap cahaya, kondisi ini disebut fotofobia. Kerusakan retina adalah alasan terjadinya peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan silau membutakan. Silau membutakan bisa jadi berlebihan dan sering kali menyebabkan kebutaan sementara.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab mata silau/halo?

Halo sering terjadi ketika Anda berada di tempat redup atau gelap. Namun, kondisi mata silau lebih sering terjadi di siang hari. Kedua kondisi ini sebenarnya merupakan respons normal terhadap cahaya terang. Namun, beberapa kondisi yang lebih serius juga dapat menjadi penyebab, antara lain:

  • Katarak. Normalnya, lensa di bagian depan mata berwarna jernih sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Katarak membuat lensa keruh. Hal ini membuat penglihatan menjadi tidak jelas dan memengaruhi bagaimana Anda menerima cahaya. Kondisi ini merupakan gejala yang umum. Silau dapat membuat Anda berpikir bahwa cahaya yang ada terlalu terang.
  • Masalah mata yang umum. Retina adalah lapisan tipis di bagian belakang mata. Bagian mata satu ini memainkan peran penting dalam penglihatan. Jika cahaya tidak fokus pada retina, Anda dapat mulai melihat halo atau mengalami kondisi mata silau.
  • Prosedur mata. Radial keratotomy dan prosedur laser, seperti LASIK dan PRK, juga dapat menjadi penyebab.
  • Kondisi atau penyakit yang dapat menjadi penyebab meliputi:
    • Rabun jauh (sulit melihat hal yang jauh, sering lebih buruk di malam hari)
    • Rabun dekat (sulit melihat hal yang dekat dikarenakan bentuk alami dari bola mata)
    • Presbiopia (sulit melihat hal dekat dikarenakan penuaan)
    • Astigmatisma (penglihatan kabur dikarenakan bentuk kornea yang tidak teratur, permukaan depan mata)

Faktor Risiko

Apa yang membuat Anda berisiko terkena mata silau (halo)?

Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami halo (silau) meliputi:

  • Katarak
  • Sakit kepala
  • Migrain
  • Glaukoma
  • Neuritis optik
  • Retinitis pigmentosa
  • Retinoblastoma
  • Retinopati diabetik

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana silau (halo) didiagnosis?

  • Keberadaan halo selalu membutuhkan pendapat dari dokter spesialis mata.
  • Semua penyebab lainnya harus diikuti dengan tepat oleh dokter karena gejala dapat berkaitan dengan penyakit yang secara bertahap dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

Apa saja pengobatan untuk mata silau (halo)?

  • Perbaiki penglihatan. Jika Anda rabun jauh atau dekat, mata Anda tidak memfokuskan cahaya pada retina sebagaimana mestinya. Kacamata atau lensa kontak dapat membantu Anda.
  • Menghilangkan katarak dengan operasi adalah hal yang umum.
  • Lensa pengganti multifocal lebih mungkin untuk menyebabkan halo dan silau daripada lensa monofocal. Namun, lensa-lensa ini juga membantu Anda untuk melihat baik objek dekat maupun jauh.
  • Diskusikan jenis lensa yang Anda butuhkan sebelum melakukan prosedur. Tanyakan pada dokter mengenai risiko halo dan mata silau setelah operasi.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah silau (halo)?

Gaya hidup dan langkah-langkah berikut dapat Anda lakukan di rumah untuk mengatasi mata silau (halo):

  • Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata
  • Gunakan kacamata pelindung ketika mengelas, memalu, menggergaji, atau menggunakan peralatan listrik
  • Jika Anda membutuhkan kacamata atau lensa kontak, jaga ukurannya tetap up-to-date
  • Jangan merokok
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Pertahankan berat badan sehat
  • Pertahankan kontrol tekanan darah dan kolesterol
  • Pertahankan kontrol gula darah jika Anda menderita diabetes
  • Konsumsi makanan kaya akan antioksidan, seperti sayuran berdaun hijau
  • Kunjungi dokter mata jika silau atau halo mengganggu Anda

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 10, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 10, 2018

Sumber