Mastoiditis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mastoiditis?

Mastoiditis adalah salah satu jenis infeksi telinga yang terjadi pada tonjolan tulang di belakang telinga (tulang mastoid). Penyakit ini dapat menghancurkan tulang dan menyebabkan gangguan pendengaran. Kondisi ini adalah penyakit telinga-hidung-tenggorokan yang biasa terjadi dan, jika tidak diobati pada tepat waktu, dapat menyebabkan kematian.

Mastoiditis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Jenis akut terjadi secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Sementara itu, mastoiditis kronis berarti infeksi terjadi dalam waktu yang lama dan terus berkembang secara perlahan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak. Sebelum antibiotik, mastoiditis adalah salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak.

Mastoiditis jarang terjadi pada orang dewasa. Biasanya, kondisinya pun tidak lebih berbahaya daripada yang terjadi pada anak-anak.

Anda dapat membatasi risiko Anda kena penyakit ini dengan mengurangi faktor pemicu. Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mastoiditis?

Penyakit ini lebih umum terjadi pada anak-anak. Gejala yang biasanya muncul pada anak-anak di bawah usia 2 tahun adalah:

Tanda-tanda penyakit mastoiditis adalah:

  • Mudah marah
  • Rewel
  • Lesu
  • Demam
  • Sering menarik telinga
  • Sakit telinga

Sementara itu, pada orang dewasa, gejala yang ditimbulkan terdiri dari:

  • Sakit telinga parah
  • Demam
  • Sakit kepada

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter Anda atau periksa ke rumah sakit jika Anda atau anak Anda memiliki gejala-gejala yang telah disebutkan. Selain itu, segera hubungi dokter ketika Anda atau anak Anda mengalami:

  • Infeksi telinga yang tidak kunjung membaik meski telah diobati atau diikuti dengan gejala baru
  • Telah didiagnosis mastoiditis dan pengobatan yang dijalani tidak berhasil

Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk metode diagnostik, pengobatan dan perawatan yang terbaik untuk Anda.

Penyebab

Apa penyebab mastoiditis?

Mastoiditis paling sering disebabkan oleh infeksi telinga tengah atau otitis media. Infeksi bisa menyebar dari telinga ke tulang mastoid. Dalam kondisi tersebut, tulang yang memiliki struktur seperti sarang lebah terisi bahan terinfeksi dan dapat rusak. 

Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae, Staphylococcus atau Streptococcus. H. influenzae merupakan kuman yang lebih agresif dan biasanya akan menyebabkan komplikasi berupa meningitis. 

Kolesteatoma juga dapat menyebabkan mastoiditis. Kondisi ini merupakan kumpulan sel kulit abnormal di dalam telinga yang dapat menghambat proses terkurasnya telinga dengan baik. Ini dapat menyebabkan infeksi. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena mastoiditis?

Dikutip dari artikel yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko mastoiditis adalah:

  • Usia kurang dua tahun
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Otitis media akut berulang
  • Proses pembentukan mastoid yang tidak lengkap

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi akibat mastoiditis?

Perkembangan mastoiditis akut dapat mengakibatkan kondisi parah. Berikut komplikasi yang dapat muncul akibat mastoiditis:

  • Kehilangan pendengaran
  • Infeksi serius di jaringan sekitar telinga
  • Kerusakan saraf wajah
  • Masalah telinga bagian dalam
  • Peradangan atau infeksi selubung otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan mastoiditis?

Pengobatan sulit dilakukan karena obat yang digunakan sulit untuk menyerap cukup jauh ke dalam tulang mastoid, sehingga Anda perlu bersabar dalam melakukan pengobatan. 

Kasus yang lebih berat perlu suntikan antibiotik langsung ke dalam aliran darah dan kemudian mengonsumsi tablet antibiotik. Pengobatan dengan antibiotik harus terus dilakukan setidaknya dalam waktu dua minggu.

Meskipun dinyatakan sebagai inti dari pengobatan mastoiditis, antibiotik terbukti dapat meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, tindakan tambahan di bawah ini mungkin dapat membantu:

  • Miringotomi, yaitu operasi untuk menguras telinga tengah melalui gendang telinga
  • Mastoidektomi, yaitu operasi untuk mengangkat sebagian tulang dan mengeringkan mastoid
  • Pemasangan selang timpanostomi

Operasi pengangkatan seluruh tulang mastoid dapat dilakukan jika pengobatan dengan antibiotik dan perawatan lainnya tidak bekerja dengan baik. Jika Anda dirawat di rumah sakit, Anda perlu menginap selama beberapa hari sampai dokter menyatakan bahwa infeksi sudah terkendali. 

Setelah operasi berlangsung, Anda perlu beristirahat dari aktivitas sehari-hari Anda, paling tidak 7-10 hari. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan rekomendasi yang disebutkan National Health Service, yaitu menjaga telinga agar tetap kering selama masa pemulihan.  

Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda akan mendiagnosis berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Dokter dapat mengambil sampel dari telinga yang akan diuji. 

Selain itu, mungkin juga dilakukan rontgen, CT scan, atau MRI jika diperlukan. Prosedur CT scan dalam proses diagnosis mastoiditis dapat menunjukkan hal-hal berikut ini:

  • Penebalan cairan di telinga tengah
  • Hilangnya komponen yang menentukan sel udara mastoid
  • Penghancuran bagian terluar dari mastoiditis

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi mastoiditis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi mastoiditis adalah:

  • Pemeriksaan ke dokter secara teratur untuk memantau perkembangan gejala serta kesehatan Anda.
  • Ikuti saran dokter, jangan menggunakan pengobatan tanpa petunjuk dokter atau tidak menggunakan obat yang telah diberikan dokter untuk Anda.
  • Jagalah telinga agar tetap bersih dan kering. Gunakan kapas telinga untuk mengeluarkan cairan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kelainan yang dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil bertambah dan rasa haus yang berlebihan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Pernahkah Anda terbayang seperti apa rasanya koma? Anda juga mungkin penasaran, sebenarnya pasien koma masih sadar tidak? Yuk, cari tahu lebih jauh di sini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf, Health Centers 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit