Left Ventricular Hypertrophy (LVH)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu left ventricular hypertrophy?

Left ventricular hypertrophy, atau biasa disingkat LVH adalah kondisi di mana sisi kiri dinding otot jantung (ventrikel) mengalami penebalan atau disebut dengan hypertrophy.

Left ventricular hypertrophy dapat terjadi karena merespons beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi atau kondisi yang memaksa ventrikel kiri bekerja lebih keras. Apabila ventrikel bekerja terlalu keras, jaringan otot pada dinding ruang jantung menjadi lebih tebal dari normal dan meningkat secara bertahap. Pembesaran otot jantung membuatnya menjadi tidak lagi elastis dan akhirnya akan gagal memompa dengan tekanan yang sesuai.

Orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkendali memiliki risiko LVH yang sangat tinggi. Memiliki LVH juga membuat Anda berisiko lebih tinggi terhadap serangan jantung dan stroke, berapa pun tekanan darah Anda.

Mengatasi tekanan darah tinggi dapat membantu meringankan gejala left ventricular hypertrophy dan dapat mengembalikan kondisi dinding otot jantung.

Seberapa umum kondisi left ventricular hypertrophy (LVH) terjadi?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan umumnya menyerang lebih banyak wanita dibandingkan dengan pria. Masalah kesehatan ini juga dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. LVH dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala LVH?

Perkembangan LVH biasanya bertahap. Anda mungkin tidak mengalami tanda-tanda atau gejala, terutama saat tahap awal.

Seiring berkembangnya kondisi LVH, Anda dapat mengalami:

  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Nyeri dada, sering kali setelah berolahraga
  • Sensasi detak jantung kencang dan berdebar (palpitasi)
  • Pusing atau pingsan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Merasakan nyeri dada yang berlangsung lama, lebih dari beberapa menit
  • Memiliki kesulitan bernapas yang parah
  • Sering pusing atau kehilangan kesadaran
  • Mengalami sesak napas ringan atau gejala lain, seperti palpitasi
  • Apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi lain yang meningkatkan risiko left ventricular hypertrophy, Anda perlu menemui dokter untuk memeriksa jantung Anda. Walaupun Anda merasa baik-baik saja, Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap tahun atau lebih sering apabila Anda:
    • Merokok
    • Kelebihan berat badan
    • Memiliki kondisi lain yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda, bisa saja ada gejala lain yang belum tercantum. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab left ventricular hypertrophy?

Jantung tersusun dari otot-otot tertentu. Seperti otot lainnya, jantung akan menjadi lebih besar apabila bekerja keras dalam waktu yang lama. Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat jantung bekerja lebih keras dari seharusnya.

Beberapa faktor yang menyebabkan jantung bekerja dengan lebih keras, yaitu:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi). Faktor ini merupakan penyebab paling umum terjadinya left ventricular hypertrophy (LVH). Saat diagnosis hipertensi, biasanya terdapat bukti adanya left ventricular hypertrophy.
  • Aortic valve stenosis. Penyakit ini merupakan kondisi di mana katup jaringan (katup aorta) yang memisahkan ventrikel kiri dari pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung (aorta) mengalami penyempitan. Menyempitnya katup aorta menyebabkan ventrikel kiri bekerja lebih keras untuk memompa darah.
  • Hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Kondisi ini merupakan penyakit keturunan yang terjadi saat otot jantung menebal secara abnormal sehingga mempersulit proses jantung dalam memompa darah.
  • Latihan atletik. Latihan ketahanan dan kekuatan yang intens dan berkepanjangan dapat menyebabkan jantung beradaptasi untuk mengatasi beban berlebih. Tidak jelas apakah jenis atletik LVH ini dapat menyebabkan kakunya otot jantung dan penyakit jantung.

Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya memiliki kondisi left ventricular hypertrophy?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang terhadap left ventricular hypertrophy (LVH), yaitu:

  • Usia. Left ventricular hypertrophy atau LVH lebih umum terjadi pada lansia.
  • Berat badan. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan left ventricular hypertrophy.
  • Riwayat keluarga. Beberapa kondisi genetik tertentu terkait dengan hipertrofi.
  • Diabetes.
  • Ras. Orang Afrika-Amerika berisiko lebih tinggi terhadap LVH dibandingkan orang berkulit putih dengan tekanan darah yang mirip.
  • Jenis kelamin. Wanita dengan hipertensi berisiko lebih tinggi terhadap left ventricular hypertrophy dibandingkan dengan pria yang hipertensi.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana left ventricular hypertrophy didiagnosis?

  • Riwayat kesehatan, riwayat keluarga dan pemeriksaan fisik menyeluruh meliputi pemeriksaan tekanan darah dan fungsi jantung.
  • Electrocardiogram (ECG atau EKG). Sinyal elektrik direkam seiring berjalannya ke jantung Anda.
  • Echocardiogram. Gelombang suara menghasilkan gambar langsung dari jantung. Echocardiogram dapat menunjukkan penebalan jaringan otot pada ventrikel kiri, aliran darah melalui jantung pada setiap detak, dan kelainan jantung yang terkait dengan left ventricular hypertrophy.
  • MRI. Gambaran jantung lyang lebih detail dapat digunakan untuk mendiagnosis left ventricular hypertrophy (LVH).

Bagaimana left ventricular hypertrophy ditangani?

Apabila Anda memiliki LVH, pengobatan yang Anda terima akan bergantung pada penyebab terjadinya LVH pada diri Anda. Beberapa perawatan tersebut, yaitu:

  • Mengendalikan tekanan darah. Perubahan gaya hidup dan bantuan obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah, meskipun diketahui terdapat beberapa obat hipertensi yang mungkin meningkatkan risiko LVH.
  • LVH yang diakibatkan athletic hypertrophy tidak memerlukan perawatan. Apabila Anda memiliki kondisi ini, Anda hanya perlu berhenti berolahraga selama 3-6 bulan. Setelahnya, Anda akan menjalani pemeriksaan EKG kembali untuk mengukur ketebalan otot jantung dan melihat apakah ketebalan berkurang.
  • HCM adalah kondisi langka yang harus ditangani oleh ahli kardiologi. Apabila memiliki HCM, Anda mungkin memerlukan penanganan medis atau operasi.

Apabila Anda memiliki LVH, penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Walau kondisi telah teratasi, Anda berisiko mengalami gagal jantung. Mengikuti rencana perawatan dan menemui dokter sesuai rekomendasi dapat membantu mengurangi risiko.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi LVH?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi LVH.

  • Penurunan berat badan. Left ventricular hypertrophy sering kali ditemukan pada orang obesitas berapa pun tekanan darahnya. Untuk itu, penting menjaga berat badan ideal Anda.
  • Batasi garam dalam makanan. Terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Batasi konsumsi alkohol. Alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah, terutama apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.
  • Olahraga rutin. Tanyakan dokter apakah Anda perlu membatasi aktivitas fisik tertentu, seperti angkat beban, yang dapat meningkatkan tekanan darah sementara.

Disuksikanlah dengan dokter Anda untuk mendapatkan solusi terbaik dan penjelasan yang lebih lengkap terkait kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Merokok sudah terbukti berbahaya bagi tubuh, termasuk organ jantung. Bila penderita penyakit jantung pun masih merokok, apa yang akan terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

    Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus. Terdapat dua jenis hantavirus. Kenali gejalanya untuk pengobatan yang sesuai.

    Ditulis oleh: dr. Ivena

    Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

    Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    5 Jus Buah Pilihan untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Jantung

    Selain minum obat, minum jus buah ternyata dapat membantu sembuhkan penyakit jantung. Lantas, jus apa saja yang bisa jadi obat penyakit jantung?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    apakah penyakit jantung bisa sembuh

    Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    penyakit jantung boleh puasa

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

    Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    diet keto untuk jantung

    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020