Hipopituitarisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipopituitarisme?

Hipopituitarisme adalah kondisi kurang aktifnya kelenjar pituitari, Ini terjadi ketika kelenjar pituitari tidak memproduksi cukup hormon. Hal ini merupakan gangguan medis yang jarang terjadi. Kelenjar pituitari terletak di bawah otak, disebut juga sebagai kelenjar pengendali karena kelenjar ini membantu mengatur kelenjar lain yang juga memproduksi hormon. Kelenjar lain tersebut termasuk tiroid, adrenal, dan organ reproduksi.

Gangguan ini dapat memengaruhi salah satu kelenjar saja, beberapa kelenjar, atau seluruh kelenjar. Efeknya dapat terjadi secara bertahap atau pesat dan tiba-tiba. Kelenjar pituitari sangat penting untuk mengatur keseimbangan air, tekanan darah, fungsi seksual, respon terhadap stress, dan metabolisme dasar. Pada gangguan hipopituitarisme, sistem hormon di atas tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Seberapa umum penyakit hipopituitarisme?

Hipopituitarisme adalah penyakit yang cukup jarang terjadi. Data statistik menunjukkan persentase tahunan kasus hipopituitarisme baru di dunia hanya sekitar 0,004% per tahun.

Anda dapat mengurangi peluang mendapatkan penyakit ini dengan cara mengurangi faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hipopituitarisme?

Hipopituitarisme adalah kondisi yang pada beberapa orang tidak menunjukkan gejala penyakit, kecuali saat dirinya mengalami stres. Sementara yang lainnya mendapatkan gejala tersebut secara tiba-tiba, di antaranya sakit kepala, penglihatan kabur, meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya, dan kekakuan pada leher.  

Gejala yang terjadi bergantung dari sistem organ yang dipengaruhi. Kelenjar tiroid yang terpengaruh dapat menyebabkan Anda merasa lunglai dan lelah, sulit buang air besar, mual, dan terjadi penambahan berat badan.

Ovarium yang terpengaruh dapat menyebabkan perubahan siklus haid, vagina menjadi kering dan nyeri saat berhubungan. Testis yang terpengaruh akan menyebabkan gangguan ereksi. Kelenjar adrenal yang terpengaruh menyebabkan kelemahan, pusing saat berdiri, perasaan sakit di perut dan nyeri pada perut.

Anak-anak dengan hipopituitarisme akan tumbuh dengan lambat.

Mungkin terdapat beberapa tanda dan gejala lainnya yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa khawatir terhadap suatu gejala, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala atau tanda seperti yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. Anda juga perlu segera menghubungi dokter apabila mengalami gejala khas seperti sakit kepala berat, gangguan penglihatan, kebingungan, atau penurunan tekanan darah. Tanda dan gejala tersebut dapat menandakan adanya perdarahan pada kelenjar pituitari (apopleksi pituitari) yang memerlukan tindakan medis segera.

Penyebab

Apa penyebab hipopituitarisme?

Penyebab hipopituitarisme di antaranya adalah:

  • Infeksi sifilis, jamur, infeksi purulen yang menyebabkan ensefalitis, meningitis
  • Emboli pada sinus, ateritis temporal, pembengkakan arteri karotis, trauma pada otak yang menyebabkan perdarahan di otak.
  • Nekrosis pituitari pasca melahirkan: gangguan  sirkulasi, septisemia selama melahirkan atau aborsi, spasme arteri, penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan gangren pada kelenjar pituitari bagian anterior
  • Infark pituitari pada pasien diabetes dengan degenerasi vascular.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipopituitarisme?

Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena hipopituitarisme:

  • Riwayat kehilangan darah yang berkaitan dengan kandungan
  • Riwayat trauma pada dasar tengkorak
  • Melakukan radioterapi pada kelenjar pituitari atau hipotalamus setelah operasi tumor pituitari
  • Memiliki tumor pituitari atau tumor otak lainnya yang mendesak lobus hipotalamus
  • Infeksi pada otak, kelebihan cairan di otak
  • Trauma atau perdarahan pituitari
  • Stroke, malformasi kongenital

Tidak memiliki risiko seperti yang disebutkan di atas bukan berarti Anda tidak dapat terkena hipopituitarisme. Faktor-faktor tersebut hanya sekadar referensi. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter untuk rincian lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hipopituitarisme?

Pengobatan tergantung berdasarkan sebab terjadinya hipopituitarisme. Dokter akan meresepkan obat hormon untuk Anda yang akan menggantikan setiap hormon yang tidak dibuat oleh tubuh.

Orang dengan hipopituitarisme mungkin harus meminum obat seumur hidup. Meminum obat dapat menghentikan gejala agar tidak terjadi lagi. Operasi mungkin perlu dilakukan bila terdapat pertumbuhan abnormal pada kelenjar pituitari atau jaringan di sekitar otak yang menyebakan hipopituitarisme.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hipopituitarisme?

Dokter akan menanyakan pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan mengambil sampel darah dan urin untuk mengukur kadar hormon. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat untuk melihat apakah ada perubahan pada kadar hormon setelah diberikan obat. Sebuah pemeriksaan pencitraan khusus yang disebut MRI mungkin dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan pada kelenjar pituitari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipopituitarisme?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda untuk mengatasi penyakit hipopituitarisme adalah:

  • Minum obat sesuai yang telah diresepkan oleh dokter Anda
  • Kunjungi dokter Anda secara berkala untuk memastikan kadar hormon Anda dalam batas normal
  • Segera hubungi dokter jika Anda demam, mual, atau muntah, atau jika Anda merasa lunglai atau pusing

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Seseorang dengan Penyakit Autoimun Tertentu, Bisa Mengalami Penyakit Autoimun Lainnya?

Katanya, seseorang yang mengalami penyakit autoimun punya kecenderungan lebih besar untuk mengalami jenis penyakit autoimun lainnya. Benarkah demikian?

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 02/09/2019 . Waktu baca 6 menit

Aturan Pola Makan yang Mampu Meringankan Gejala Penyakit Autoimun

Demi memulihkan kondisi, kadang dibutuhkan pengaturan pola makan harian yang tepat. Salah satunya yakni diet penyakit autoimun. Bagaimana aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 27/06/2019 . Waktu baca 5 menit

Mengenali Penyakit Autoimun dari Gejala Hingga Cara Mencegahnya

Jangan anggap sepele, penyakit autoimun bisa merusak organ tubuh secara perlahan. Oleh sebab itu, yuk cari tahu semua hal tentang penyakit ini dari ahlinya.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2019 . Waktu baca 6 menit

7 Penyebab Utama Penyakit Kulit, Plus Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko Anda

Tiap penyakit kulit punya penyebab yang berbeda-beda. Untuk itu, penting mengetahui penyebab pastinya agar Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Health Centers 08/05/2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit
kelainan kongenital cacat bawaan pada bayi baru lahir

Mengulik Lebih Dalam Seputar Kelainan Kongenital pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 11 menit
masalah tiroid dan mood

Benarkah Masalah Tiroid Bisa Memengaruhi Mood Seseorang?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . Waktu baca 3 menit