Cervical Disc

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cervical disc syndrome?

Cervical disc adalah kondisi sakit yang menyerang bagian leher. Bagian leher (cervical) pada kolom tulang punggung terbuat dari 7 tulang (vertebrae) yang terpisahkan oleh diskus, bentuknya seperti bantal.

Dics atau diskus ini seperti penyerap benturan untuk kepala dan leher. Fungsinya sebagai bantalan tulang dan membantu kepala dan leher agar bisa tegak dan menekuk. Cervical diss adalah kondisi sakit yang ada pada bagian leher tulang punggung.

Seberapa umumkah cervical disc syndrome?

Penyakit cervical disc adalah umum, dan terjadi pada orang-orang dengan pekerjaan macam pekerja kantoran serta sering  sering terjadi pada orang paruh baya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cervical disc?

Tanda Anda mengalami cervical disc adalah sakit leher, kesemutan, mati rasa mungkin mencapai bahu, punggung atas, lengan, atau tangan. Beberapa tanda cervical disk kadang membuat orang melemah, menjadi kikuk, dan sulit berjalan. Nyeri pada diskus yang menyembul  di leher(biasa disebut hernia disk) akan memburuk saat bergerak dan batuk atau tertawa.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau kesulitan berjalan, melemah, tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki, atau kehilangan kontrol pada usus atau kantong kemih, konsultasikanlah kepada dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab cervical disc syndrome?

Cervical disc adalah kondisi yang disebabkan oleh perubahan degeneratif  (kerusakan terhadap jaringan di dalam tubuh) yang normal terjadi pada saat usia Anda bertambah tua.

Postur yang buruk dan kerja terlalu keras, seperti sering mengangkat beban contohnya,  dapat memperburuk kondisi leher atau bagian tulang belakang. Diskus secara perlahan menjadi usang, lebih berisi, dan rata. Ketika ruang diskus menyempit sehingga vertebrae menyatu, tulang mungkin mulai menekan sumsum tulang atau akar saraf. Karena saraf tertekan, akhirnya bisa iritasi. Tak jarang rasa sakit, kesemutan, mati rasa, atau lemah lesu mungkin muncul.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk cervical disc syndrome?

Cervical disc adalah kondisia yang bisa dipengarhuhi ebebrapa faktor risiko, antara lain:

  • Umur: orang paruh baya berisiko lebih tinggi terkena cervical disc.
  • Pekerjaan macam pekerja kantoran atau guru.
  • Mengalami rheumatoid arthritis atau osteoporosis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk cervical disc syndrome?

Cervical disc adalah kondisi yang kebanyakan kasusnya dapat diobati dengan terapi fisik, pengendalian rasa nyeri, dan obat anti radang. Spesialis (dokter bedah ortopedik, ahli anestesi, atau dokter bedah saraf) mungkin membantu pengobatan. Pengobatan konservatif bisa juga dilakukan dengan terapi fisik, termasuk mengompres area yang terkena dengan handuk panas, traksi cervical, dan olahraga khusus.

Ahli obat bius bisa menyuntikkan steroid dan obat penenang ke dalam saluran tulang punggung cervical untuk membantu meredakan nyeri.

Gejala sering hilang setelah beberapa minggu. Operasi biasanya menjadi pilihan terakhir jika pengobatan lainnya tidak meredakan gejala.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cervical disc syndrome?

Dokter membuat diagnosis dari pemeriksaan fisik dan X-ray tulang punggung cervical. Magnetic resonance imaging (MRI) leher dan electromyography atau tes kecepatan konduksi saraf (EMG/NCV), tes elektrik saraf dan otot, mungkin juga dilakukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cervical disc syndrome?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi cervical disc:

  • Ikuti arahan dokter. Jangan gunakan obat tanpa resep atau menghentikan pengobatan bila gejala membaik sekalipun.
  • Pertahankan postur tubuh yang baik saat duduk dan berjalan.
  • Selalu kenakan sabuk pengaman saat mengendarai kendaraan bermotor.
  • Taruh bantal di bawah kepala dan leher saat berbaring di atas ranjang.
  • Berolahraga harian sesuai persetujuan dokter. Anda bisa meregangkan dan menekuk leher Anda. Jaga berat badan ideal.
  • Hubungi dokter jika gejala menjadi jauh lebih buruk atau Anda memiliki kelemahan baru.
  • Kurangi trauma pada tulang punggung cervical. Kenakan alat pelindung jika berolahraga yang mengharuskan kontak langsung.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
transplantasi ginjal

Transplantasi Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit
akantosis nigrikans

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit