Buta Warna

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu buta warna?

Buta warna adalah menurunnya kemampuan mata dalam membedakan warna-warna tertentu. Mata kesulitan melihat warna seperti merah, hijau, biru, atau campuran dari warna-warna tersebut dengan jelas. 

Dalam retina mata, ada dua sel yang berfungsi mendeteksi cahaya yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang hanya mendeteksi cahaya terang dan gelap serta sangat sensitif terhadap cahaya rendah. 

Sel kerucut mendeteksi warna dan terkonsentrasi di bagian tengah. Ada tiga jenis sel kerucut yang melihat warna, yaitu merah, hijau, dan biru. Otak menggunakan input dari sel kerucut ini untuk menentukan persepsi warna. 

Buta warna bisa terjadi ketika satu atau lebih sel kerucut warna tidak ada atau tidak berfungsi dengan baik sehingga gagal mendeteksi warna dengan benar.

Buta warna umumnya memengaruhi kedua mata dan merupakan gangguan penglihatan yang dialami seumur hidup. Namun, penderitanya bisa melatih kemampuan identifikasi warna sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Buta warna lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Pria lebih mungkin lahir dengan penglihatan warna yang buruk.

Secara umum lebih banyak orang yang mengalami jenis buta warna parsial yaitu tidak dapat mengenali beberapa warna seperti merah atau hijau. Jenis buta warna total, yaitu hanya bisa melihat warna hitam dan putih atau segalanya terlihat abu-abu, sangat jarang ditemukan. 

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala buta warna?

Sebagian besar orang tidak menyadari memiliki kemampuan melihat warna yang buruk karena terbiasa menganggap warna tertentu, seperti rumput yang berwana hijau, memang sesuai dengan warna yang dilihatnya.

Namun, orang yang mengalami buta warna biasanya menunjukan tanda-tanda dan gejala seperti berikut ini:

  • Anda tidak dapat membedakan warna merah dan hijau, tapi dapat membedakan warna biru dan kuning dengan mudah atau sebaliknya. 
  • Sulit melihat seberapa terang suatu warna.
  • Tidak dapat melihat warna-warna dari spektrum warna solid seperti merah, biru, kuning, dan hijau dengan jelas.

Orang tua biasanya juga tidak menyadari jika anak mengalami buta warna. Padahal sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini karena warna sangat berkaitan dalam proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak yang mengalami buta warna biasanya menunjukkan ciri-ciri seperti:

  • Kesulitan membedakan warna pada lampu lalu lintas
  • Tidak dapat membedakan warna dalam materi pembelajaran

Gejala berdasarkan jenis buta warna

Ada beberapa jenis buta warna yang dibedakan dari seberapa parah penurunan kemampuan penglihatan warna.

Beberapa orang yang memiliki kondisi buta warna sedang bisa melihat warna dengan baik dalam cahaya terang, tetapi kesulitan ketika gelap. Beberapa lainnya mengalami buta warna parsial yakni tidak bisa melihat beberapa warna pada intensitas cahaya apapun. 

Pada kasus yang parah yaitu buta warna total, penderitanya kesulitan membedakan banyak warna, hanya bisa melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.

Kondisi ini bisa memengaruhi ketajaman penglihatan seseorang.  Penderita mungkin mengalami masalah gangguan pergerakan mata, mata lelah, sensitif terhadap cahaya, dan pandangan buram.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda memiliki kesulitan dalam membedakan beberapa warna tertentu untuk melakukan tes buta warna.

Anak-anak juga sebaiknya melakukan pemeriksaan mata yang lengkap, termasuk tes penglihatan warna, sebelum masuk sekolah.

Penyebab

Apa penyebab buta warna?

Melihat warna di seluruh spektrum cahaya adalah proses rumit yang dimulai dengan kemampuan mata Anda merespon berbagai panjang gelombang cahaya. 

Cahaya masuk ke bagian mata melalui kornea, lalu melewati lensa dan jaringan transparan menuju ke sel-sel yang peka terhadap panjang gelombang (sel kerucut) yang terletak pada bagian belakang mata Anda, tepatnya di dalam retina. 

Jika mata Anda normal, Anda akan melihat warna secara spesifik. American Optometric Association menjelaskan bahwa buta warna terjadi saat sel kerucut mengalami kerusakan atau komponen kimianya berkurang, mata kesulitan untuk menangkap satu atau lebih warna utama, yaitu merah, biru, dan kuning. 

Faktor genetik atau keturunan merupakan penyebab utama dari buta warna.  Namun, terdapat juga hal lain yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan penglihatan ini:

1. Keturunan

Gangguan penglihatan ini merupakan kondisi bawaan. Gen buta warna biasanya diturunkan dari ibu kepada anak laki-lakinya. 

2. Penyakit terntentu

Penyakit atau cedera mata yang mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf optik dan retina dapat menjadi penyebab gangguan penglihatan ini. Penyakit tersebut di antaranya:

  • Diabetes
  • Glaukoma
  • Degenerasi makula
  • Alzheimer
  • Parkinson
  • Alkoholisme kronis
  • Leukemia
  • Anemia sel sabit

Kondisi tersebut dapat memengaruhi satu mata, tapi kadang juga dapat memengaruhi kedua mata. 

3. Efek samping obat-obatan 

Beberapa pengobatan dapat menurunkan kemampuan penglihatan warna seseorang, seperti obat-obatan autoimun, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, gangguan saraf, dan antidepresan.

Meskipun begitu efek samping penurunan penglihatan biasanya tidak berlangsung permanen. 

4. Faktor lain

Kemampuan melihat warna juga berkurang perlahan seiring berjalannya usia. Selain itu, paparan zat kimia di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk, dapat menyebabkan hilangnya penglihatan warna. 

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena kondisi ini?

Laki-laki punya risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini daripada perempuan. Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan penglihatan ini, yaitu:

  • Keturunan

Keturunan adalah faktor risiko utama terhadap gangguan tersebut. Jika ibu, ayah, atau kakek nenek Anda memiliki buta warna, Anda mungkin memiliki gen yang menyebabkan kebutaan warna.

  • Pengobatan

Anda dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini dari konsumsi obat-obatan yang merusak retina dan saraf optik, seperti hydroxychloroquine. Obat tersebut digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis. 

  • Penyakit

Risiko mengalami gangguan penglihatan ini juga meningkat jika Anda mengidap penyakit, seperti glaukoma, diabetes, Alzheimer, Parkinson, leukemia, dan anemia sel sabit.

Diagnosis

Bagaimana mendiagnosis buta warna?

Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini dengan melakukan tes guna melihat kemampuan penglihatan Anda dalam membedakan warna.

Para ahli merekomendasi anak-anak untuk melakukan pemeriksaan mata saat berusia 3 hingga 5 tahun. Pemeriksaan mata direkomendasikan untuk anak-anak sebelum masuk sekolah, di antara usia 3 dan 4 tahun.

Saat tes, biasanya Anda dapat diminta untuk melihat kumpulan titik berwarna dan melihat suatu pola seperti huruf atau angka. Pada jenis tes lainnya, Anda diminta menyusun keping berdasarkan warna. Jika memiliki buta warna, Anda akan kesulitan menyusun keping warna menjadi satu gambar utuh. 

Berikut beberapa jenis tes buta warna yang mungkin akan dilakukan dokter mata Anda: 

  • Tes warna Ishihara

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek kondisi buta warna merah-hijau. Dokter akan meminta Anda melihat beberapa lingkaran (atau disebut juga dengan piring) berisi titik dengan berbagai warna dan bentuk. 

Beberapa titik berbentuk satu atau dua angka. Jika Anda kesulitan melihat merah dan hijau, angka itu akan sulit terlihat, atau Anda mungkin tidak bisa melihatnya sama sekali. 

  • Tes warna Cambridge

Pemeriksaan ini mirip dengan tes warna Ishihara, tapi Anda harus melihat ke layar komputer. Anda akan diminta menemukan bentuk “C” yang mempunyai warna berbeda dengan latar belakangnya. 

Bentuk tersebut muncul dengan acak. Jika Anda melihatnya, Anda harus menekan satu dari empat tombol.

  • Anomaloskop

Anda diminta melihat sebuah lensa mata dan lingkaran. Bagian setengah atas dari lingkaran tersebut merupakan cahaya berwarna kuning, sedangkan setengah bawahnya adalah merah dan hijau. 

Anda menekan tombol hingga kedua bagian tersebut mempunyai warna dan kecerahan yang sama. Dokter menggunakan pemeriksaan ini untuk mengecek penglihatan terhadap warna merah dan hijau. 

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati buta warna?

Umumnya, kebanyakan jenis gangguan penglihatan warna tidak dapat disembuhkan. Jika kondisi Anda terjadi karena masalah kesehatan lainnya, pengobatan yang dilakukan juga berfokus pada mengatasi penyakit yang dialami.

Apapila Anda mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan buta warna, dokter mungkin akan menyesuaikan dosisnya atau menyarankan Anda beralih ke obat-obatan lain. Terapi penglihatan tertentu juga dapat meningkatkan kemampuan mata menangkap warna.

Berikut merupakan beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi buta warna:

  • Kacamata buta warna

Orang yang kesulitan membedakan warna merah-hijau atau buta warna parsial lain mungkin bisa mengenakan kacamata buta warna agar bisa melihat dengan jelas. Penggunaan kacamata ini hanya membantu Anda untuk mengidentifikasi warna serta membedakannya, tapi tidak dapat memulihkan.

Namun, banyak juga yang kurang nyaman dalam menggunakan kacamata ini untuk berkegiatan sehari-hari. 

  • Eyeborg

Orang dengan buta warna parah (achromatopsia) tidak bisa melihat warna apapun.

Lensa berwarna merah bisa meningkatkan kepekaan terhadap cahaya pada orang pengidap kondisi ini. Selain itu, perangkat eyeborg juga bisa membantu mata penderita achromatopsia untuk menangkap cahaya melalui gelombang suara. 

Pengobatan seperti terapi gen diketahui memiliki potensi untuk mengembalikan kemampuan penglihatan warna. Namun, pengujian metode pengobatan ini  masih dilakukan pada hewan, belum bisa dipastikan aman dan efektif untuk manusia. 

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi buta warna?

Anda tetap bisa hidup dengan normal sekalipun kesulitan membedakan warna-warna tertentu. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan agar Anda beradaptasi dengan gangguan penglihatan ini:

  • Mempelajari tanda

Dalam mengenali warna-warna yang sulit dilihat dengan jelas, Anda bisa mempelajari hal atau tanda yang menggunakan warna, misalnya mengingat urutan lampu lalu lintas dari atas ke bawah menunjukan warna merah, kuning, dan hijau.

  • Memberi label pada barang 

Saat Anda harus mencocokkan warna satu benda dengan benda lainnya, sebaiknya minta seseorang dengan yang bisa membedakan warna dengan normal untuk membantu Anda mengidentifikasi warna tersebut.

Misalnya, saat mencocokan atau mengkombinasikan warna pakaian. Pada pakaian dengan warna yang sulit Anda bedakan, berilah label yang menunjukkan warna aslinya.

  • Memanfaatkan teknologi

Anda dapat menggunakan aplikasi pada perangkat teknologi yang membantu mengidentifikasi warna dari objek-objek yang Anda lihat sehari-hari.

Kondisi buta warna bisa membuat Anda kesulitan dan membatasi kegiatan Anda dalam pekerjaan. Namun pada kebanyakan kasus, gangguan penglihatan ini bukan hal yang serius. Dengan latihan dan cara adaptasi tertentu, penderitanya tetap bisa hidup dengan normal. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Kalazion adalah kondisi timbulnya benjolan pada kelopak mata. Perlu cara khusus untuk menghilangkan benjolan di kelopak mata atau kalazion ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Selain Kesulitan Membedakan Warna, Amati Ciri-Ciri Buta Warna Lainnya Pada Anak

Dari beragam masalah mata, buta warna merupakan salah satu yang mungkin dialami si kecil. Apa saja ciri-ciri buta warna pada bayi dan anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 23 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

Mungkin Anda pernah merasa pusing saat pertama kali pakai kacamata atau mengganti kacamata baru. Tergolong normalkah hal tersebut?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 15 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab alerg kulit

Segudang Penyebab yang Memicu Reaksi Alergi pada Kulit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Retinopati diabetik

Retinopati Diabetik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit