Atrial Myxoma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu atrial myxoma?

Atrial myxoma adalah tumor jinak (non kanker) yang dimulai dari lapisan jantung (endocardium). Sebanyak 90 persen dari atrial myxoma terjadi di dalam atrium, biasanya pada atrium kiri dan pada dinding (septum) yang memisahkan dua sisi jantung.

Seberapa umumkah atrial myxoma?

Berdasarkan penelitian, atrial myxoma biasanya pertama kali terlihat pada usia rata-rata 56 tahun. Kasus pada wanita dua kali lipat lebih banyak dari pria. Anda dapat mengatasi kondisi ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala atrial myxoma?

Tanda-tanda dan gejala atrial myxoma adalah:

Stroke baru dapat disebabkan oleh penumpukan darah yang berpindah dari tumor ke otak. Darah pada paru-paru dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Pada kasus yang berat, gejala juga termasuk kulit yang membiru (memar) tanpa sebab, batuk, dan kuku yang melengkung (clubbing), dan ketidaknyamanan secara umum yang dirasakan pada seluruh tubuh.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tersebut di atas, atau apabila Anda memiliki pertanyaan konsultasikanlah pada dokter Anda. Tubuh masing-masing orang bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikan dengan dokter solusi terbaik untuk kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab atrial myxoma?

90 persen kasus atrial myxoma tidak diketahui penyebabnya (sporadis). Sekitar 10 persen diperkirakan diwariskan oleh keluarga (familial) dari generasi ke generasi. Atrial myxoma turunan pertama kali terjadi rata-rata pada usia 25 tahun.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk atrial myxoma?

Beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko atrial myxoma adalah

  • Jenis kelamin. wanita memiliki risiko terkena atrial myxoma lebih tinggi dari pria.
  • Usia. Rata-rata usia pasien yang menderita atrial myxoma adalah 56 tahun atau lebih.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk atrial myxoma?

Pengobatan yang paling umum dilakukan untuk atrial myxoma adalah operasi pengangkatan tumor.

Saat diagnosis dilakukan, operasi tidak boleh ditunda karena kematian tiba-tiba dapat terjadi saat menunggu operasi. Komplikasi dari operasi termasuk rasa sakit, infeksi, aritmia (gangguan ritmik pada jantung), dan kematian tiba-tiba.

Operasi dapat meningkatkan harapan hidup dengan sangat baik, dengan tingkat harapan hidup setinggi 95 persen setelah 3 tahun. Namun demikian sampai dengan 5 persen kasus sporadis dan hingga 20 persen kasus myxoma turunan dapat muncul kembali dalam 6 tahun pertama setelah melakukan operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk atrial myxomas?

Dokter akan menggunakan riwayat medis dan pemeriksaan fisik untuk diagnosis. Tes terbaik untuk mendeteksi atrial myxoma adalah echocardiography. Echocardiography menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung dan aliran darah di dalamnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi atrial myxoma?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi atrial myxoma adalah

  • Cek sehatan secara rutin untuk mengikuti perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda
  • Selama pengobatan berlangsung, selalu ikuti panduan dari dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Dada Sakit Saat Bersin yang Mesti Anda Ketahui

Banyak orang yang mengabaikan dada yang terasa sakit saat mereka bersin. Padahal, kondisi ini bisa menandakan Anda sedang mengalami suatu penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 18 September 2019 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Maag yang Umum dan Tidak Boleh Disepelekan

Maag yang datang mendadak tentu bisa mengacaukan segala aktivitas. Mari kenali berbagai gejala sakit maag agar bisa diatasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gastritis, Health Centers 9 Juli 2019 . Waktu baca 9 menit

Tidak Semua Tumor Sama: Kenali 3 Jenis Tumor yang Umum dan Perbedaannya

Ada banyak jenis tumor, tapi tidak semuanya pasti akan jadi kanker. Maka sebelum dibuat panik oleh benjolan di tubuh, pelajari dulu beda ketiganya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit

Sering Nyeri Dada Saat Olahraga? 6 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Banyak orang mengira kalau nyeri dada saat olahraga disebabkan karena terkena serangan jantung. Padahal, belum tentu! Cari tahu penyebabnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit katup jantung

Penyakit Katup Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Kanker paru

Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2020 . Waktu baca 12 menit