ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu acute respiratory distress syndrome (ARDS)?

Gagal napas akut alias acute respiratory distress syndrome atau ARDS adalah kondisi yang terjadi ketika kantung udara paru-paru dipenuhi cairan sehingga Anda tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini dapat mengancam jiwa Anda. 

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) umumnya terjadi pada pasien yang sakit kritis dan kondisi ini merupakan kondisi darurat medis. Napas pendek yang parah adalah gejala utama ARDS. Biasanya, kondisi ini berkembang dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah cedera atau infeksi terjadi. 

Banyak orang dengan gagal napas akut tidak bisa bertahan hidup. Risiko kematiannya meningkat seiring bertambahnya usia dan parahnya penyakit. 

Dikutip dari Mayo Clinic, sebagian kecil orang dengan penyakit ini dapat pulih sepenuhnya. Namun, sebagian besar lainnya mengalami kerusakan paru-paru. 

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan umum menyerang orang yang diopname dan sakit kritis. Bayi juga dapat mengalami sindrom ARDS ini. ARDS adalah kondisi yang dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala acute respiratory distress syndrome (ARDS)?

Gejala biasanya terjadi dalam 1-2 hari penyakit atau cedera asal. Gejala umum dari ARDS adalah:

  • Kesulitan bernapas
  • Tekanan darah rendah
  • Sesak napas
  • Detak jantung berdebar cepat
  • Demam
  • Kelelahan otot
  • Kebingungan mental
  • Diskolorasi kulit atau kuku karena berkurangnya kadar oksigen pada darah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) adalah kondisi darurat medis. Kebanyakan pasien dengan gagal napas akut telah dirawat inap.

Penyebab

Apa penyebab acute respiratory distress syndrome (ARDS)?

ARDS disebabkan oleh kebocoran cairan dari pembuluh darah kecil di paru-paru menuju kantung udara kecil, tempat pertukaran oksigen terjadi.

Penyebab ARDS dapat digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu langsung dan tidak langsung ke paru-paru. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Menghirup isi lambung ke dalam paru-paru (aspirasi)
  • Menghirup zat berbahaya
  • Transplantasi paru-paru
  • Kondisi medis: sepsis (penyebab paling umum dari ARDS), pneumonia, peradangan pankreas
  • Trauma akibat kecelakaan kendaraan bermotor
  • Pengobatan, seperti nitrofurantoin atau overdosis morfin, methadone
  • Perdarahan serius yang membutuhkan transfusi darah.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena acute respiratory distress syndrome (ARDS)?

Kebanyakan orang dengan ARDS adalah pasien yang telah dirawat di rumah sakit untuk kondisi lain dan dalam keadaan kritis. Anda cenderung mempunyai risiko tinggi jika memiliki infeksi parah dalam aliran darah Anda (sepsis). 

Orang yang memiliki riwayat kecanduan alkohol kronis lebih berisiko terkena gagal napas akut. Mereka adalah orang-orang yang punya kemungkinan besar meninggal karena ARDS. 

Selain itu, faktor pemicu yang dapat menyebabkan Anda berisiko terkena ARDS adalah:

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Tidak ada satu pun tes yang dapat mengonfirmasi diagnosis ARDS. Beberapa tes yang digunakan digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini meliputi:

  • Rontgen dada. Prosedur ini dapat menunjukkan bagian paru-paru dan seberapa banyak bagian paru-paru yang memiliki cairan di dalamnya dan apakah jantung membengkak.
  • Gas darah. Tes ini digunakan untuk menentukan kadar oksigen di dalam darah pada arteri.
  • Tes darah. Tes ini memberikan informasi tentang cara kerja tubuh.
  • Swab tenggorokan dan hidung
  • Tes jantung, seperti elektrokardiogram, echocardiogram.

Dilansir dari Healthline, tekanan darah rendah dan kandungan oksigen dalam darah yang rendah adalah tanda-tanda ARDS. Dokter mungkin mengandalkan elektrokardiogram dan ekokardiogram untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit jantung. 

Jika rontgen dada atau CT scan kemudian mengungkapkan bahwa ada kantung udara berisi cairan di paru-paru, bisa dikonfirmasi bahwa kondisi itu adalah ARDS. 

Biopsi paru-paru juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyakit paru-paru lainnya. Namun, cara ini jarang dilakukan. 

Bagaimana acute respiratory distress syndrome (ARDS) ditangani?

Pasien dengan gagal napas akut biasanya dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tujuan perawatan adalah untuk menjaga kadar oksigen dalam darah tercukup sehingga mencegah terjadinya gagal organ dan mengatasi penyebab ARDS.

Penggunaan ventilator juga terkadang dibutuhkan. Semua pasien dengan ARDS akan memerlukan terapi oksigen. Meski begitu, oksigen saja biasanya tidak cukup sehingga pasien perlu dibantu dengan mesin untuk bernapas.

Berikut adalah pilihan perawatan yang digunakan untuk menangani acute respiratory distress syndrome:

Positive End-Expiratory Pressure (PEEP). Teknik yang disebut positive end-expiratory pressure (PEEP) membantu mengendalikan tekanan pada paru-paru, meningkatkan fungsi paru-paru, dan mengurangi cedera pada paru-paru akibat penggunaan ventilator.

Penanganan cairan. Terlalu banyak cairan di dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan cairan pada paru-paru. Terlalu sedikit cairan dapat menyebabkan organ dan jantung tegang dan shock. Jumlah cairan intravena harus diatur dengan hati-hati.

Pengobatan. Orang yang mengalami ARDS biasanya diberikan obat penawar rasa sakit dapat meredakan rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Obat-obatan tersebut termasuk:

  • Antibiotik dapat mencegah dan mengatasi infeksi.
  • Obat anti gelisah dapat membantu pasien lebih tenang dan rileks.
  • Pengencer darah dapat mencegah pembekuan pada paru-paru atau kaki.

American Lung Association memperkirakan bahwa 30 -50% orang dengan ARDS berakhir meninggal dunia. Namun, risiko kematian tidak sama pada semua orang yang mengalami ARDS. 

Tingkat kematian adalah hal yang terkait dengan penyebab ARDS dan kesehatan umum orang tersebut. Banyak penyintas ARDS pulih sepenuhnya dalam beberapa bulan, tapi beberapa di antaranya mengalami kerusakan paru-paru seumur hidup.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah atau mengatasi terjadinya acute respiratory distress syndrome (ARDS)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gagal napas akut:

  • Berhenti merokok dan hindari menjadi perokok pasif.
  • Berhenti mengonsumsi alkohol.
  • Lakukan vaksinasi. Suntikan flu tahunan dan vaksin pneumonia setiap 5 tahun, dapat mengurangi risiko infeksi paru-paru.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bahaya yang Mungkin Muncul Akibat Menghirup Asap Kebakaran Hutan

    Paparan terhadap asap kebakaran hutan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, memiliki sejumlah bahaya bagi kesehatan. Bagaimana mencegahnya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik Juni 30, 2019

    Berbagai Cara Menghilangkan Cegukan, yang Pakai Obat dan Secara Alami

    Tahukah Anda bahwa menggigit buah lemon yang asam bisa membantu menghentikan cegukan Anda? Simak berbagai cara lainnya.

    Ditulis oleh Satria Perdana
    Hidup Sehat, Tips Sehat November 6, 2018

    Tak Hanya Makanan, Cuaca Panas Ternyata Juga Bisa Sebabkan Bau Mulut!

    Selain dari makanan atau minuman, penyebab bau mulut ternyata juga bisa karena cuaca panas di luar. Kira-kira, apa hubungannya cuaca dengan bau mulut, ya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Agustus 21, 2018

    Mengulas Bradipnea, Kondisi Pernapasan Melambat yang Sering Terjadi di Waktu Tidur

    Bradipnea adalah gangguan kecepatan bernapas sehingga menjadi lebih lambat. Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Fakta Unik Agustus 17, 2018

    Direkomendasikan untuk Anda

    Cara Mendiagnosis COVID-19 pada Tubuh Manusia

    Cara Mendiagnosis COVID-19 pada Tubuh Manusia

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Januari 22, 2020
    Apa Dampaknya Berolahraga di Tengah Kabut Asap Australia?

    Apa Dampaknya Berolahraga di Tengah Kabut Asap Australia?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Januari 20, 2020
    Beredar Foto Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

    Beredar Foto Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang September 26, 2019
    5 Cara Rumahan yang Bisa Dicoba untuk Mengatasi Napas Pendek

    5 Cara Rumahan yang Bisa Dicoba untuk Mengatasi Napas Pendek

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Tanggal tayang Juli 23, 2019