Rekonstruksi Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu operasi rekonstruksi payudara?

Rekonstruksi payudara adalah operasi untuk membentuk payudara setelah Anda melakukan  mastektomi, operasi pengangkatan payudara. Dokter bedah akan menggunakan implan payudara atau peluas jaringan, dan implan yang fleksibel untuk membentuk payudara Anda.

Kapan saya perlu menjalani operasi rekonstruksi payudara?

Rekonstruksi payudara adalah prosedur medis yang bersifat individual. Anda harus melakukannya atas keinginan sendiri, bukan keinginan orang lain atau karena ingin tampil ideal.

Rekonstruksi payudara merupakan pilihan yang tepat untuk Anda, jika:

  • Anda menjalani pengobatan dengan baik sesuai diagnosis dokter
  • Anda tidak sedang menderita penyakit lain yang dapat mengganggu proses penyembuhan
  • Anda memiliki pandangan yang positif dan mengharapkan hasil yang realistis

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani operasi rekonstruksi payudara?

Kelemahan utama penggunaan implan adalah payudara Anda tidak akan terlihat alami maupun terasa alami, terutama setelah penuaan atau perubahan berat badan.

Tergantung pada jenis rekonstruksi payudara yang Anda pilih, akan terdapat bekas luka pada bagian payudara dan bagian lain dari tubuh Anda. Metode pelaksanaan rekonstruksi payudara yang aktual akan tergantung pada masalah payudara Anda. Tidak ada satu metode yang bisa cocok pada semua wanita.

Risiko penggunaan implan dapat menyebabkan payudara tegang (capsular contracture) dan implan pecah.

Apakah ada alternatif untuk operasi rekonstruksi payudara?

Menggunakan push-up bra dapat membuat bentuk payudara Anda indah saat mengenakan pakaian.

Selain itu, menggunakan jaringan lain dari tubuh juga mungkin dilakukan untuk membentuk payudara Anda.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum operasi rekonstruksi payudara?

Operasi ini dilakukan di bawah anastesi umum alias bius total. Sebelum melakukan operasi rekonstruksi payudara, Anda akan diminta untuk:

  • melakukan tes laboratorium atau evaluasi medis
  • mengonsumsi obat-obat tertentu atau melakukan penyesuaian obat
  • berhenti merokok untuk operasi lanjutan
  • jangan mengonsumsi obat yang mengandung aspirin, anti-inflamasi, dan suplemen herbal, karena dapat meningkatkan terjadinya perdarahan

Bagaimana proses operasi rekonstruksi payudara?

Expander jaringan dimasukkan di bawah kulit dan otot dada Anda, dan secara bertahap saline akan disuntikkan (proses penyuntikkan saline ini bisa dilakuakan bertahap, dalam beberapa minggu atau beberapa bulan) agar terbentuk sebuah kantung pada kulit Anda. Setelah kantung tersebut dirasa cukup besar, maka expander jaringan dilepaskan, kemudian silikon atau implan saline dimasukkan.

Implan saline ini lebih rentan terhadap pengempesan dibanding silikon. Operasi penggantian implan mungkin diperlukan nantinya.

Apa yang harus saya lakukan setelah operasi rekonstruksi payudara?

Anda boleh pulang ke rumah dua atau tiga hari setelah operasi dilakukan dan dapat kembali melakukan aktivitas normal setelah enam minggu.

Anda sebaiknya menggunakan bra yang lembut dan pas sehingga Anda bisa merasa nyaman.

Olahraga yang rutin juga dapat membantu Anda untuk dapat melakukan aktivitas normal sesegera mungkin. Sebelum memulai olahraga, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Jika ahli bedah Anda menggunakan expander jaringan saat operasi, Anda dianjurkan untuk melakukan rawat jalan secara rutin ke klinik. Butuh waktu beberapa minggu untuk mendapatkan bentuk payudara yang indah setelah dilakukan rekonstruksi payudara. Mungkin membutuhkan waktu sampai setahun sampai Anda bisa merasakan bahwa payudara yang direkonstruksi adalah bagian dari tubuh Anda.

Komplikasi

Komplikasi apa yang dapat terjadi?

Berikut efek samping yang terjadi pada beberapa bulan pertama setelah operasi:

  • terasa nyeri di dada (seperti ditusuk jarum)
  • bagian ketiak dan lengan mati rasa – operasi dapat merusak jaringan saraf, sehingga menyebabkan mati rasa. Mati rasa dapat diatasi, namun tidak sepenuhnya hilang. Melakukan olahraga lengan dapat membantu pemulihannya
  • seroma – terkumpulnya cairan di sekitar bekas luka hingga enam minggu setelah operasi, dokter atau perawat akan melakukan tindakan untuk membuang cairan tersebut.
  • bahu kaku – olahraga yang tepat dapat mencegah kekakuan bahu ini. Ahli fisioterapi atau terapis okupasi akan membantu Anda
  • lymphoedema – pembengkakan pada bagian lengan, jika kelenjar getah bening di ketiak dibuang
  • nyeri payudara
  • perubahan keseimbangan, karena berat salah satu payudara berkurang
  • lelah, depresi dan cemas – bicarakan dengan tim medis Anda tentang bagaimana cara mengatasi gejala-gejala tersebut jika terjadi

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sering buang air kecil

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    menjaga kebersihan diri

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit