Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Perdarahan adalah tanda yang paling umum terjadi saat dan setelah keguguran. Biasanya tanda adanya keguguran ini juga disertai dengan rasa kram, nyeri perut di bagian bawah, serta keluarnya cairan dari vagina. Tanda-tanda ini lazimnya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari setelah perdarahan. Namun apakah berbahaya bila perdarahan masih terjadi dalam waktu yang cukup lama?

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Sekilas tentang keguguran

perawatan seteah operasi caesar

Sebelum membahas mengenai perdarahan setelah keguguran, sudahkah Anda tahu kenapa perdarahan kerap muncul saat keguguran?

Melansir dari laman Mayo Clinic, perdarahan saat hamil merupakan salah satu tanda keguguran. Apalagi jika perdarahan tersebut disertai dengan kram perut.

Hal ini terjadi karena tubuh sedang dalam proses untuk mengeluarkan sisa jaringan dari dalam rahim yang sebenarnya normal.

Kondisi perdarahan setelah keguguran biasanya dimulai dengan munculnya bercak darah dalam jumlah sedikit hingga dalam jumlah banyak.

Bahkan setelah itu, bisa menjadi jauh lebih banyak ketika leher rahim (serviks) sedang melebar dan kosong.

Untuk warna darah yang keluar, biasanya berkisar dari warna merah muda hingga merah atau agak kecokelatan.

Lebih lanjutnya, darah merah sebenarnya merupakan darah segar yang keluar dari tubuh dengan cepat.

Sementara darah yang berwarna cokelat merupakan darah yang sebelumnya sudah berada di dalam rahim.

Bahkan, mungkin saja Anda melihat warna darah yang menyerupai bubuk kopi atau hampir kehitaman.

Perdarahan setelah keguguran bukan berarti tidak normal

abortus imminens

Setelah mengalami keguguran, biasanya perdarahan yang diiringi rasa sakit akan terjadi selama beberapa hari.

Jika Anda mengalaminya, jangan cemas. Seperti yang disinggung sebelumnya, kondisi ini sebenarnya normal dan terjadi dalam beberapa kasus.

Perdarahan terjadi karena mukosa rahim (dinding rahim bagian dalam) mungkin rusak setelah keguguran.

Hal ini menyebabkan perdarahan dan rasa sakit pada perut yang umumnya memakan waktu selama dua minggu.

Tingkat keparahannya bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Ada wanita yang tidak merasa sakit sama sekali hingga mengeluh karena dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perdarahan bisa juga disebabkan dari perlakukan medis yang Anda terima ketika mengalami keguguran.

Jika melakukan prosedur operasi (kuret) untuk membersihkan sisa jaringan di rahim, biasanya muncul pertanda yang menunjukkan bahwa rahim Anda telah pulih kembali.

Tanda utamanya yakni saat Anda sudah mengalami periode menstruasi. Menstruasi akan kembali sesuai jadwal dalam waktu tiga sampai lima minggu pascakeguguran.

Berapa lama perdarahan setelah keguguran atau aborsi berlangsung?

Meski tidak sering, pada beberapa kasus, perdarahan yang cepat berhenti justru diikuti dengan perdarahan berat sekitar satu sampai dua minggu kemudian.

Kejadian ini sering kali disalahartikan sebagai timbulnya suatu masalah lain, padahal kondisi ini masih termasuk normal.

Dengan catatan, perdarahan ini tidak berlangsung lebih dari dua minggu.

Perdarahan berat ini biasanya disebabkan tubuh yang masih dalam proses ‘bersih-bersih’, yaitu menghilangkan sebagian plasenta yang tertinggal saat keguguran.

Namun, jika darah masih keluar dan rasa sakit berlanjut melebihi waktu normalnya, yakni 10-14 hari, lebih baik bicarakan dengan dokter mengenai keluhan yang Anda rasakan.

Berapa lama perdarahan setelah keguguran terjadi?

masa subur setelah keguguran

Lama waktu alias durasi berlangsungnya perdarahan setelah keguguran atau aborsi dapat bervariasi antara satu wanita dan wanita lain.

Bahkan, jika ternyata Anda pernah mengalami lebih dari satu kali frekuensi keguguran, lama waktunya juga bisa berbeda.

Biasanya, perdarahan dalam jumlah banyak akan berlangsung hingga 3-5 jam sejak keluarnya perdarahan hebat.

Sementara untuk perdarahan dalam jumlah yang lebih ringan, biasanya akan berlangsung sekitar 1-2 minggu atau 10-14 hari.

Perdarahan setelah keguguran atau aborsi dalam jumlah sedikit atau hanya berupa bercak, baru akan terjadi setelah janin beserta jaringan di dalam kandungan berhasil dikeluarkan.

Hal yang harus dilakukan selama perdarahan setelah keguguran

stress akibat keguguran

Jika setelah keguguran perdarahan masih terjadi, butuh beberapa saat untuk membersihkannya kembali.

Sebaiknya selama perdarahan masih terjadi, Anda tidak dianjurkan untuk memasukkan apa pun ke dalam vagina.

Mengutip dari Pregnancy Birth and Baby, Anda tidak disarankan melakukan hubungan seksual sampai perdarahan berhenti.

Sebagai gantinya, Anda harus menggunakan tampon ataupun pembalut.

Anda juga dianjurkan untuk memperbanyak istirahat dan tidak melakukan aktivitas berat selama masih mengalami perdarahan guna memulihkan diri.

Selama mengalamai perdarahan, kebanyakan orang menggambarkannya sebagai periode menstruasi yang cukup berat.

Bahkan, kram perut yang biasanya hanya terasa selama menstruasi juga akan terasa.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga Anda merasakan nyeri pada punggung, khususnya di bagian bawah.

Kondisi tentu sedikit banyak akan menghambat Anda dalam melakukan aktivitas harian.

Bila rasa nyeri pada bagian bawah perut masih terasa, Anda dapat mengandalkan obat pereda nyeri.

Namun sebelumnya, tanyakan dulu obat yang tepat pada dokter kandungan.

Hal yang terpenting untuk dilakukan setelah mengalami keguguran adalah membersihkan semua isi rahim.

Ini karena jaringan kehamilan yang masih tersisa dalam rahim bisa menyebabkan infeksi.

Kapan harus ke dokter?

periksa ke dokter kandungan

Ketika masuk fase kehamilan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter apabila tiba-tiba Anda mengalami perdarahan.

Baik itu di trimester kehamilan pertama, trimester kedua, maupun trimester ketiga.

Memang, keguguran tidak bisa dicegah atau dihentikan sejak terdeteksi.

Hanya saja, setidaknya dokter dapat melakukan tes atau pemeriksaan tertentu guna mengetahui kondisi yang sebenarnya sedang dialami.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan USG (ultrasonografi) untuk mencari denyut jantung bayi guna memastikan apakah Anda mengalami keguguran.

Segera hubungi dokter jika tiba-tiba Anda mengalami tanda-tanda perdarahan setelah keguguran berikut:

  • Perdarahan berlangsung lebih dari dua minggu
  • Jumlah darah yang keluar saat perdarahan sangat banyak
  • Darah yang keluar berbentuk gumpalan
  • Nyeri dan kram berat pada perut
  • Demam tinggi
  • Vagina mengeluarkan bau busuk atau tidak biasa

Pada intinya, perdarahan setelah keguguran merupakan hal yang normal.

Namun, saat Anda dan pasangan telah siap untuk mencoba untuk hamil dan memiliki momongan kembali, pastikan kehamilan berikutnya berjalan secara sehat.

Jangan lupa juga untuk selalu memeriksakan kehamilan berikutnya dengan rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan meninggalkan pola hidup yang buruk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keguguran (Abortus)

Keguguran (abortus) adalah komplikasi kehamilan yang kerap terjadi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

4 Masalah yang Sering Terjadi Saat Sedang Hamil Muda

Hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana awal terbentuknya janin. Di masa ini, biasanya ibu hamil sering mengalami gangguan fisik. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Dalam Keadaan Meninggal (Stillbirth)

Bayi lahir mati (stillbirth) adalah bayi yang mati saat usia kandungan ibu lebih dari 20 minggu, beda dengan keguguran. Apa saja penyebab bayi lahir mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tanda tanda keguguran atau abortus imminens

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyembuhan pasca kuret

Cara Penyembuhan Pasca Kuret agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
perdarahan postpartum

Perdarahan Postpartum

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit