Begini Caranya Supaya Vagina Tidak Robek Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/10/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan normal memang bukan sesuatu yang mudah dilakukan, walaupun sebenarnya ini adalah kejadian alami. Terkadang, saat melahirkan normal, beberapa tindakan harus dilakukan untuk mempermudah jalan keluar bayi. Misalnya saja, episiotomi atau lebih dikenal dengan gunting vagina, namun ini tidak berlaku pada setiap persalinan.

Beberapa wanita yang tidak mendapatkan episiotomi mungkin akan mengalami vagina robek. Ini menjadi suatu hal yang umum terjadi saat melahirkan normal. Namun, baik episiotomi maupun vagina robek saat melahirkan, keduanya bisa dihindari.

Bagaimana agar vagina tidak robek saat melahirkan normal?

Vagina robek merupakan hal yang umum terjadi. Hampir 90% wanita mengalami vagina robek saat melahirkan, namun kebanyakan hanya terjadi robekan kecil. Vagina robek terjadi karena kepala bayi turun ke bawah vagina dan bergerak ke perineum selama persalinan. Namun, jika kulit vagina dan perineum (daerah antara vagina dan anus) belum cukup meregang, maka dorongan kepala bayi bisa membuat vagina robek. Jika dokter berpikir bahwa robekan vagina akan besar, maka Anda mungkin akan mendapatkan episiotomi.

Jika Anda takut mendapatkan kedua hal ini, jangan khawatir. Anda bisa melakukan usaha-usaha di bawah ini untuk mengurangi risiko Anda mendapatkan episiotomi atau vagina robek.

1. Persiapkan tubuh Anda menjelang persalinan

Ya, melahirkan merupakan suatu hal yang harus Anda persiapkan dari jauh hari. Mulai dari persiapan fisik sampai persiapan mental. Untuk mempersiapkan tubuh Anda, Anda mungkin perlu untuk melakukan olahraga secara rutin.

Selain untuk menjaga kebugaran tubuh Anda, olahraga juga dapat melancarkan sirkulasi darah Anda. Hal ini kemudian dapat membantu Anda meningkatkan elastisitas kulit. Olahraga kegel atau latihan dasar panggul juga dapat memperkuat otot-otot dasar panggul Anda, sehingga membantu Anda selama proses persalinan.

Selain olahraga, Anda juga perlu mengonsumsi makanan sehat untuk memastikan kebutuhan nutrisi Anda terpenuhi dengan baik. Nutrisi dan hidrasi yang baik dapat mendukung kesehatan kulit dan otot Anda. Hal ini dapat mendukung peregangan otot perineum selama melahirkan dan pemulihan tubuh setelah melahirkan. Beberapa nutrisi penting yang baik Anda penuhi adalah lemak baik (terutama asam lemak omega-3), protein, vitamin E, vitamin C, seng.

2. Pijat perineum

Pijat perineum selama kehamilan dapat membantu mempersiapkan perineum Anda untuk kelahiran sehingga risiko vagina robek dapat berkurang. Perineum sendiri adalah area di antara lubang vagina dan lubang anus Anda.

Pijat perineum juga dapat mencegah Anda dari episiotomi. Tidak hanya membantu soal fisik, pijat perineum selama kehamilan juga dapat meningkatkan kepercayaan wanita pada kemampuan tubuhnya untuk meregang dan melahirkan bayi.

3. Perhatikan posisi Anda saat melahirkan

Posisi Anda saat melahirkan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kemungkinan vagina robek. Berbaring dengan kaki diangkat atau posisi setengah berbaring dapat menempatkan tekanan ke tulang ekor dan perineum, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan vagina robek.

Temukanlah posisi ternyaman Anda saat melahirkan. Anda bebas bergerak selama persalinan untuk menemukan posisi terbaik Anda. Posisi yang disarankan untuk mengurangi kemungkinan vagina robek adalah dengan berbaring menghadap ke sisi kiri Anda.

4. Atur pernapasan Anda dan ketahui kapan harus mengejan

Sebelum mengejan untuk mendorong bayi Anda keluar, sebaiknya atur pernapasan Anda dengan baik. Tenang, ikuti naluri Anda untuk mengejan dan juga ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter Anda. Ada waktunya kapan Anda harus mengejan dan juga kapan Anda harus menarik napas.

Mengejan saat tidak dibutuhkan hanya akan meningkatkan risiko Anda untuk mengalami vagina robek. Anda juga tidak perlu mengejan dengan kekuatan penuh seluruh tubuh Anda sambil menahan napas. Hal ini justru dapat mengurangi pasokan oksigen ke dalam tubuh Anda dan bayi.

Buruknya, hal ini juga dapat menghambat aliran balik darah Anda sehingga menyebabkan pembengkakan. Anda mungkin menarik napas, kemudian mengejan sambil menahan napas. Namun untuk mencegah terjadinya robekan, sebaiknya Anda menghembuskan napas secara perlahan saat Anda mengejan.

Saat kepala bayi sudah menyentuh vagina Anda, mungkin Anda akan merasakan sensasi menyengat dan tertekan. Namun, jangan terburu-buru ingin mengejan untuk mengeluarkan bayi Anda. Tunggu sampai perineum Anda benar-benar meregang sehingga sesuai dengan ukuran kepala bayi Anda. Jika dipaksakan di saat perineum Anda belum meregang sepenuhnya, maka vagina Anda mungkin akan robek.

5. Gunakan kompres air hangat

Saat bayi Anda sudah turun ke dasar panggul dan akan segera keluar, kompres air hangat mungkin membantu mengurangi kemungkinan vagina robek. Kehangatan dapat meningkatkan aliran darah ke daerah perineum dan membantu mengendurkan otot vagina Anda. Hal ini membantu Anda dalam mengurangi rasa sakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 05/12/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Kiat Ampuh Mengurangi Stres Menjelang Persalinan

Baik selama kehamilan maupun menjelang persalinan, ibu hamil rentan mengalami stres. Lantas, bagaimana cara mengurangi stres menjelang persalinan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 24/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 7 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit