Berbagai Risiko yang Mungkin Timbul Akibat Aborsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Aborsi, mungkin Anda sudah sering dengar kata ini dan langsung berpikiran negatif. Namun, jangan salah, aborsi tidak selamanya negatif. Mengapa?

Aborsi merupakan berakhirnya suatu kehamilan. Terdapat dua jenis aborsi berdasarkan penyebabnya, yaitu aborsi yang disengaja (induced abortion) dan aborsi yang tidak disengaja (spontaneous abortion). Spontaneous abortion ini sama seperti keguguran, di mana kematian janin terjadi dengan sendirinya dan biasanya diakibatkan oleh masalah medis. Sedangkan, aborsi yang disengaja masih menjadi kontroversi baik dari segi medis maupun moral.

Aborsi di Indonesia

Di Indonesia sendiri, aborsi yang disengaja merupakan sebuah tindakan yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi yang dilakukan secara ilegal dapat dijatuhi hukuman pidana sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab XIX tentang kejahatan terhadap nyawa. Ibu yang melakukan aborsi, orang atau tenaga medis yang membantu ibu melakukan aborsi, serta orang yang mendukung tindakan ini dapat dikenai hukuman.

Syarat aborsi yang dibolehkan di Indonesia

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, aborsi merupakan tindakan yang dilarang dan hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti:

  • Indikasi kedaruratan medis, seperti kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan ibu dan janin
  • Kehamilan akibat perkosaan (hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir)

PP ini mengatur bagaimana seharusnya aborsi dilakukan dengan semestinya karena hal-hal tertentu, dan bagaimana aborsi dilakukan secara aman dengan bantuan dokter. Dengan adanya PP ini, diharapkan aborsi tidak lagi dilakukan sembarangan dan juga dapat menekan angka kehamilan di luar pernikahan atau kehamilan yang tidak diinginkan.

Sebanyak 30% kematian ibu adalah karena aborsi

Kebanyakan aborsi di Indonesia disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan yang terjadi di luar pernikahan, sehingga aborsi dilakukan secara ilegal. Banyak praktik aborsi ilegal di Indonesia menggunakan peralatan seadanya dan dengan metode yang bukan seharusnya. Imbasnya, kebanyakan aborsi ilegal menyebabkan dampak buruk pada kesehatan wanita, bahkan bisa menyebabkan kematian. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008, kematian akibat aborsi mencapai 30% dari 228 per 100 ribu kelahiran hidup angka kematian ibu (AKI).

Hal ini berbeda dengan negara yang melegalkan aborsi, seperti Amerika Serikat, di mana aborsi dilakukan dengan aman dan dengan bantuan dokter, sehingga komplikasi sangat jarang ditemukan.

Bagaimana aborsi di negara yang melegalkan aborsi?

Di negara yang melegalkan aborsi, aborsi dilakukan dengan bantuan medis. Terdapat dua  cara untuk melakukan aborsi, yaitu dengan obat dan dengan operasi, seperti vacuum aspiration atau dilasi dan evaluasi (D&E). Hal ini tergantung dari usia kandungan Anda. Jika kandungan Anda sudah berusia lebih dari 9 minggu, aborsi dengan cara operasi merupakan satu-satunya pilihan. Operasi ini dilakukan dengan dokter yang bersertifikat, sehingga aman untuk dilakukan dan bukan merupakan hal yang dilakukan sembarangan.

Apakah saja dampak yang mungkin muncul akibat aborsi?

Risiko untuk menjalani aborsi pada kehamilan trimester kedua lebih tinggi daripada di usia kehamilan trimester pertama. Beberapa risiko utama dari aborsi adalah:

  • Infeksi rahim, bisa terjadi setiap 1 dari 10 aborsi yang dilakukan. Infeksi ini biasanya dapat diobati dengan antibiotik.
  • Kehamilan yang tersisa di dalam rahim, biasanya terjadi karena aborsi bukan ditangani oleh tenaga medis yang bersertifikat, misalnya pada aborsi yang dilakukan secara ilegal oleh dukun atau orang yang mengaku sebagai tenaga medis, atau bisa juga karena aborsi dilakukan dengan menggunakan obat. Hal ini bisa terjadi setiap 1 dari 20 kejadian aborsi. Perawatan lebih lanjut perlu dilakukan untuk menangani hal ini.
  • Kehamilan tetap berlanjut, bisa terjadi kurang dari 1 dari setiap 100 kasus aborsi.
  • Perdarahan hebat, bisa terjadi setiap 1 dari 1000 kejadian aborsi. Perdarahan parah mungkin memerlukan transfusi darah.
  • Kerusakan mulut rahim (serviks), bisa terjadi setiap 1 dari 100 kejadian aborsi yang dilakukan dengan cara operasi.
  • Kerusakan rahim, terjadi setiap 1 dari 250 sampai 1000 aborsi yang dilakukan dengan cara operasi dan juga terjadi kurang dari 1 dari setiap 1000 aborsi yang dilakukan dengan menggunakan obat pada usia kehamilan 12-24 minggu.
  • Serta, berbagai dampak psikologis pada wanita yang melakukan aborsi.

Dari berbagai risiko di atas, bisa dilihat bahwa aborsi yang dilakukan secara ilegal maupun legal (dengan menggunakan obat atau operasi), keduanya sama-sama dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu. Tidak ada yang tidak aman jika Anda berniat untuk melakukan aborsi, kecuali jika memang kehamilan tersebut mengancam nyawa Anda atau bayi Anda. 

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit