Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap tahunnya, angka aborsi di Indonesia meningkat. Bahkan, menurut laporan dari Guttmacher Institute, setiap tahunnya sekitar dua juta induksi aborsi dilakukan, termasuk cara aborsi sendiri. 

Sayangnya, hampir sebagian besar wanita pada angka tersebut kurang mengetahui bahaya di balik aborsi ilegal. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui betapa bahayanya melakukan aborsi tanpa bantuan dari ahlinya. 

Apa itu aborsi ilegal?

hukum aborsi di Indonesia

Menurut WHO, aborsi yang tidak aman adalah prosedur yang dilakukan oleh seseorang tanpa memiliki keterampilan atau dilakukan di lingkungan yang sesuai untuk mengakhiri kehamilan.

Umumnya, aborsi yang ilegal dan tidak aman terjadi di tempat yang tidak memiliki izin praktek. Selain itu, metode ini juga lebih sering terjadi pada negara-negara berkembang, seperti di Indonesia. 

Bahkan, cara aborsi yang satu ini termasuk dilakukan sendiri, tanpa bantuan dari klinik atau orang lain. 

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

Dalam pasal 31 disebutkan bahwa aborsi diperbolehkan, dengan beberapa alasan, seperti:

  • Kehamilan hasil dari pemerkosaan
  • Terdapat indikasi darurat medis

Selain itu, aborsi hasil dari pemerkosaan hanya boleh dilakukan ketika janin masih berusia di bawah 40 hari. 

Berbagai cara aborsi sendiri membahayakan tubuh

Kehamilan yang tidak direncanakan tidak jarang memunculkan emosi yang cukup negatif. Mungkin bagi beberapa orang kabar ini adalah kegembiraan, namun tidak sedikit pula yang merasa terancam, panik, dan takut hingga memilih jalan aborsi

Rasa takut dihakimi oleh keluarga dan orang lain sering membuat para wanita mencari cara aborsi sendiri di internet yang terlihat aman dan murah, seperti:

1. Tanaman herbal

Sumber: Jamuin

Menurut sebuah penelitian dari Journal of Toxicology, beberapa jenis tumbuhan tertentu telah digunakan sejak lama sebagai cara aborsi yang dilakukan sendiri. 

Dari sekian banyak tumbuhan yang ada, terdapat tiga tanaman yang sering digunakan untuk mengakhiri kehamilan, yaitu:

  • Ruda (ruta chalpensis)
  • Cola de quirquincho (Lycopodium saururus)
  • Produk herbal yang dijual bebas, yaitu Carachipita

Di dalam penelitian tersebut juga disebutkan terdapat 15 kasus aborsi yang menggunakan tanaman secara oral. 

Salah satu kasus di antaranya adalah pelaku aborsi mengalami kegagalan sistem organ tubuh ketika menelan ruda. Bahkan, ada seorang wanita yang meninggal akibat mengonsumsi Carachipita.

Penyebabnya pun sama, yaitu kegagalan sistem organ tubuh. Meskipun penelitian ini belum benar-benar bisa membuktikan bahaya dari tanaman herbal tersebut, konsumsi tanaman herbal bisa meningkatkan risiko kematian. 

2. Aktivitas fisik

Selain mengonsumsi tanaman herbal, cara aborsi sendiri lainnya adalah dengan melakukan aktivitas fisik yang bisa menggugurkan kandungannya

Pada 2007 terdapat sebuah penelitian dari Denmark yang mengungkapkan bahwa melakukan olahraga berat sebelum mencapai minggu ke-18 bisa meningkatkan risiko keguguran. 

Di dalam penelitian tersebut ditemukan wanita yang rutin berolahraga cenderung berisiko keguguran 3.5 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak olahraga sama sekali. 

Mulai dari jogging, sepak bola, bola basket, dan permainan yang menggunakan raket memungkinkan potensi keguguran. Terlebih lagi jika aktivitas tersebut dilakukan lebih dari tujuh jam per minggu. 

Selain itu, memaksakan diri untuk mengangkat barang yang berat terkadang menjadi cara yang cukup aneh bagi seseorang untuk menggugurkan kandungannya. 

Meskipun terbilang cukup aman, aktivitas fisik ini tentu bisa berdampak buruk terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Apalagi jika tujuannya untuk mengakhiri kehamilan Anda. 

3. Melukai diri sendiri

melukai diri sendiri

Salah satu cara aborsi tanpa meminta bantuan dari dokter adalah melukai diri sendiri.

Melukai diri sendiri biasanya dilakukan untuk mengatasi rasa sakit secara emosional, kemarahan, dan frustasi sesaat. 

Namun, cara ini ternyata juga dilakukan oleh para wanita yang ingin mengugurkan kandungannya. Mereka bisa melakukan beberapa cara yang cukup berbahaya, seperti:

  • Menjatuhkan diri sendiri
  • Memukul perut
  • Menusukkan benda tumpul ke dalam vaginanya.

Cara tersebut dilakukan agar janin yang ada di dalam perut mereka tidak dapat hidup kembali. Tentu saja dengan cara ini kesehatan tubuh akan menurun. 

Oleh karena itu, melukai diri sendiri untuk mengakhiri kehamilan termasuk metode aborsi yang cukup berbahaya karena bisa membahayakan nyawa

4. Minum obat-obatan yang dijual bebas

obat aborsi

Sebenarnya, cara yang paling sering dilakukan ketika aborsi sendiri adalah minum obat-obatan tanpa resep dari dokter. 

Di Indonesia mungkin jenis obat aborsi ini tidak diperjual-belikan secara bebas, namun di negara lain biasanya mudah ditemukan di apotek terdekat. 

Akan tetapi, tidak dipungkiri bahwa cara ini masih bisa diperoleh melalui online shop yang beredar di media sosial. 

Pil aborsi ini biasanya lebih sering disebut mifepristone. Obat ini fungsinya untuk menghambat hormon progesteron yang bisa menyebabkan kandungan Anda pecah. 

Menurut sebuah penelitian dari Journal of clinical and diagnostic research, penggunaan obat-obatan aborsi tanpa diawasi oleh dokter bisa meningkatkan risiko kematian. 

Oleh karena itu, mengonsumsi obat aborsi diperlukan arahan dari dokter agar Anda mengetahui cara penggunaannya dan apa yang harus dilakukan setelahnya. 

Bahaya dari aborsi yang dilakukan sendiri

solusio plasenta

Setelah mengetahui apa saja cara aborsi yang dilakukan sendiri, tentu saja cara ini kemungkinan besar mempunyai efek buruk terhadap tubuh. 

Umumnya, aborsi yang menggunakan obat-obatan termasuk aman, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya komplikasi, seperti:

  • Obat tidak berfungsi dan kandungan tidak gugur
  • Jaringan kehamilan masih ada yang tertinggal di rahim
  • Pembekuan darah di rahim
  • Infeksi
  • Alergi terhadap salah satu obat aborsi

Jika kondisi di atas terjadi pada Anda, biasanya masih bisa diobati dengan perawatan yang dilakukan di rumah sakit.

Namun, ketika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, segera periksakan ke dokter untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya. 

  • Tidak mengalami perdarahan setelah mengonsumsi obat selama 24 jam. 
  • Perdarahan hebat dari vagina yang membutuhkan 2 pembalut selama 2 jam berturut-turut.
  • Mengeluarkan darah yang beku seukuran lemon selama lebih dari 2 jam. 
  • Merasakan kram pada perut yang tidak kunjung sembuh setelah minum obat. 
  • Demam dengan suhu lebih dari 38°C 24 jam setelah mengonsumsi obat aborsi. 
  • Mengalami diare, mual, muntah, dan merasa lemas.

Komplikasi yang ditimbulkan akibat melakukan aborsi tanpa pengawasan dokter tentu membuat Anda semakin sadar bahwa metode di atas cukup berbahaya.

Oleh karena itu, cara aborsi sendiri tidak direkomendasikan untuk siapapun karena taruhannya cukup besar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit