Bisakah Hamil Jika Berhubungan Seks Saat Haid?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin salah satu yang berpikir bahwa berhubungan seks saat haid tidak akan menghasilkan kehamilan. Padahal, anggapan bahwa seorang wanita yang sedang datang bulan tidak bisa hamil adalah kesalahpahaman yang sering terjadi. Saat seorang wanita sedang mengalami menstruasi, mereka tentu tetap bisa hamil jika melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Memahami cara kerja menstruasi dan ovulasi

“Fase haid didefinisikan sebagai saatnya kehilangan darah yang terjadi pada akhir siklus ovulasi, akibat sel telur tidak dibuahi oleh sperma,” seperti yang dijelaskan dr. Michele Hakakha, seorang ahli kandungan bersertifikat dan dokter kandungan yang berbasis di Los Angeles dan penulis “Expecting 411: Clear Answers dan Smart Smart Advice for Your Pregnancy”.

“Setiap bulan, seorang wanita melepaskan telur pada sekitar hari 14 tiap siklusnya,” kata Dr Hakakha. “Sebelum pelepasan telur, hormon-hormon dalam tubuh wanita meningkat untuk mempersiapkan fase itu dan juga menebalkan lapisan rahim demi bersiap-siap jika telur dibuahi dan kehamilan terjadi. Jika tidak ada pembuahan, lapisan rahim akan terkelupas sekitar 14 hari kemudian. Hal ini disebut menstruasi.”

Kebanyakan wanita memiliki periode datang bulan yang berlangsung selama dua hingga delapan hari dan terjadi setiap 26-34 hari. Ovulasi (saat sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium) biasanya terjadi pada pertengahan siklus dan pada waktu yang paling subur dalam siklus menstruasi Anda, yang berarti saat ketika Anda paling mungkin untuk hamil.

“Sel telur yang dilepaskan selama proses ovulasi bertahan hanya 24 jam,” jelas Dr Hakakha. “Jika tidak dibuahi oleh sperma pada saat ini, sel itu tidak bisa bertahan dan akan keluar bersamaan dengan semua darah haid sekitar 14 hari kemudian.”

Kebanyakan wanita mengalami  datang bulan setiap 28- 32 hari, dan wanita dengan siklus seperti ini rata-rata mengalami datang bulan selama dua hingga delapan hari, dan tidak akan bisa hamil selama sedang datang bulan.

Siapa yang masih berisiko hamil akibat seks saat haid?

Tidak semua wanita mengalami siklus datang bulan selama 28- 32 hari. “Beberapa wanita memiliki siklus datang bulan yang lebih pendek (misalnya 24 hari). Ia bisa mengalami menstruasi selama tujuh hari, berhubungan badan pada hari terakhir haid, dan langsung mengalami ovulasi tiga hari kemudian,” kata Dr. Hakakha.

“Karena sperma bisa hidup selama tiga sampai lima hari, wanita dengan siklus datang bulan seperti ini masih bisa hamil jika berhubungan seks saat haid.” Jadi jika wanita tersebut berhubungan seks saat haid di hari terakhir, sperma tetap dapat bertahan di dalam tubuhnya dan membuahi sel telur di hari kedua atau ketiga setelah hubungan seks.

Selain itu, beberapa wanita juga mengalami perdarahan saat sedang tidak datang bulan. Hal ini dapat terjadi selama ovulasi dan kebanyakan akan mengira bahwa mereka sedang haid padahal tidak.

Jika Anda melakukan hubungan seks saat haid menggunakan kondom dan Anda merasa khawatir Anda akan hamil, coba cek apakah ada gejala seperti kram perut ringan, bercak darah, nyeri payudara, dan perubahan mood. Gejala-gejala ini dapat terjadi sekitar dua minggu setelah ovulasi.

Gejala kehamilan lain yang harus diwaspadai saat usia kehamilan mencapai usia enam atau tujuh minggu adalah mual, muntah, dan kelelahan parah.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Sudah tahu caranya bikin wanita orgasme dengan stimulasi klitoris? Apakah orgasme pada wanita juga bisa dipicu dengan merangsang payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penurunan Libido

Penurunan libido bisa dialami oleh pria dan wanita. Jangan biarkan kondisi ini berlangsung lama, cari tahu informasi selengkapnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Seks 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

13 Olahraga yang Baik untuk Penyandang Cacat atau Disabilitas

Keterbatasan fisik bukan berarti penghalang untuk tetap aktif berolahraga. Berikut olahraga untuk penyandang cacat atau disabilitas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Olahraga Lainnya, Kebugaran 22 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

warna darah haid

Apakah Warna Darah Haid Anda Normal? Cek di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
hubungan intim sebaiknya seminggu berapa kali sehari

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit