5 Syarat yang Harus Dipenuhi Pasutri Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Program bayi tabung atau IVF adalah salah satu program hamil andalan bagi sebagian besar pasutri yang sulit hamil. Pasalnya, tingkat keberhasilan bayi tabung bisa mencapai 45 sampai 60 persen untuk pasutri sampai bisa hamil. Meski begitu, tidak semua pasutri boleh menjalani proses bayi tabung begitu saja, lho. Lantas, apa saja syarat-syarat bayi tabung itu? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Syarat-syarat bayi tabung yang harus dipenuhi oleh pasutri

Semua orang sebetulnya bisa menjalani proses bayi tabung. Pasalnya, program bayi tabung bertujuan untuk meningkatkan peluang kehamilan, terlebih bagi para pasutri yang cenderung sulit hamil.

Kandidat terbaik untuk program bayi tabung adalah semua pasutri yang ingin punya anak tapi memiliki waktu yang cukup terbatas.

Misalnya saja, usia ibu sudah cukup tua sehingga ingin mengurangi risiko kehamilan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janinnya kelak.

Agar program bayi tabung bisa berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal, ada beberapa syarat bayi tabung yang harus Anda penuhi. Syarat-syarat bayi tabung adalah sebagai berikut:

1. Usia

masalah rumah tangga

Sebetulnya, usia bukan termasuk syarat bayi tabung yang utama. Berapapun usia Anda saat ini, sah-sah saja untuk ikut program bayi tabung.

Meski begitu, usia dapat memengaruhi peluang kehamilan pada wanita. Wanita usia 30 tahun ke bawah cenderung memiliki peluang kehamilan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 60 persen. Sementara bagi wanita yang usianya di atas 40 tahun, peluang kehamilan ini akan menurun, menjadi dibawah 45 persen.

Biasanya, wanita usia 40 tahun ke atas membutuhkan dua sampai tiga siklus agar program bayi tabungnya sampai berhasil hamil.

2. Pemeriksaan dasar

program hamil, pria tidak subur

Sebelum mulai bayi tabung, ada sejumlah pemeriksaan dasar yang harus dilakukan oleh pasutri. Hal ini bertujuan untuk melihat penyebab sulit hamil dan menentukan solusinya.

Pemeriksaan pada pria

Pihak suami wajib menjalani tes darah dan pemeriksaan sperma terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan infeksi menular seksual (IMS) pada pria yang bisa menghambat bayi tabung.

Pemeriksaan sperma pada pria dilakukan untuk menilai parameter sperma itu sendiri. Meski demikian, program bayi tabung sebenarnya tidak membutuhkan sperma yang berkualitas prima. Pasalnya, program bayi tabung tidak membutuhkan banyak sperma untuk bisa menghasilkan kehamilan.

Bahkan, pria yang mengalami azoospermia (sperma kosong) saja tetap bisa memungkinkan untuk mengikuti proses bayi tabung. Hal ini dilakukan dengan cara aspirasi sperma, yaitu mengambil sel sperma secara langsung dari testis untuk program bayi tabung.

Pemeriksaan pada wanita

USG merupakan syarat bayi tabung yang harus dilakukan oleh wanita. Tujuan USG ini adalah untuk melihat kemungkinan adanya kelainan pada organ kandungan, baik pada rahim, ovarium (indung telur), tuba falopii (saluran telur), atau organ reproduksi lainnya.

Bila ditemukan adanya kista cokelat (endometriosis), pembengkakan saluran telur, atau polip di dalam rahim, maka semua ini harus diatasi terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung.

Jika ditemukan adanya miom atau kista cokelat yang besarnya lebih dari 4 sentimeter dan mengganggu rongga rahim, maka miom ini harus diangkat terlebih dahulu supaya nantinya embrio dari bayi tabung dapat menempel pada rahim secara optimal.

Selain pemeriksaan USG, wanita juga perlu melakukan pemeriksaan hormonal dan pemeriksaan darah, sama seperti yang dilakukan pada pria. Hal ini bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya infeksi menular seksual yang dapat mengganggu proses bayi tabung.

3. Pemeriksaan tiroid

penyakit tiroid

Sebetulnya, pemeriksaan tiroid bukan syarat bayi tabung yang wajib dilakukan oleh semua pasutri. Akan tetapi, pemeriksaan tiroid ini dapat dilakukan pada pasutri yang memiliki keluhan yang berhubungan dengan kelenjar tiroidnya.

Misalnya saja, ibu mengalami menstruasi yang tidak teratur tapi ternyata bukan disebabkan oleh gejala PCOS. Atau bisa juga karena ibu tiba-tiba mengalami gemetaran dan kedinginan tanpa sebab. Bila demikian, barulah diperlukan pemeriksaan tiroid untuk mengetahui penyebab pastinya.

4. Berhenti merokok

obat untuk berhenti merokok bupropion

Salah satu syarat bayi tabung yang harus dipenuhi oleh para pasutri adalah berhenti merokok. Ya, bagi Anda yang terbiasa merokok, ada baiknya segera hentikan kebiasaan ini kalau memang ingin segera punya anak melalui program bayi tabung.

Ini karena rokok dapat menurunkan peluang kehamilan Anda dan pasangan. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menghambat proses bayi tabung yang akan Anda jalani nanti.

5. Makan makanan yang bergizi seimbang

makanan penyubur kandungan

Berbicara soal makanan sehat, hal ini tentu menjadi salah satu syarat bayi tabung yang utama. Pasalnya, makanan bergizi seimbang dapat membuat tubuh pasutri menjadi sehat, sehingga Anda akan lebih siap secara fisik untuk bisa hamil dan memiliki anak.

Anda mungkin sering mendengar bahwa terdapat makanan atau obat tertentu yang dapat meningkatkan peluang kehamilan. Misalnya, pria harus makan tauge dan wanita harus rajin makan madu supaya bisa cepat hamil.

Perlu dicatat bahwa tidak ada makanan atau obat tertentu yang dapat meningkatkan peluang kehamilan. Membatasi makanan jenis tertentu justru dapat menghambat peluang kehamilan itu sendiri. Contohnya makanan manis seperti es krim, madu, dan cokelat justru berpotensi merusak kesuburan pria maupun wanita.

Jadi, yang terpenting adalah pastikan Anda dan pasangan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Hal ini memang tidak akan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, akan tetapi jelas membuat tubuh Anda jadi lebih sehat.

Jika tubuh Anda dan pasangan dalam kondisi yang optimal dan sehat, maka secara otomatis organ reproduksinya pun juga akan sehat. Alhasil, program bayi tabung Anda dapat berjalan lancar dan segera mewujudkan harapan Anda berdua untuk punya momongan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
Coronavirus, COVID-19 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Serba-serbi yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Hamil anak kembar mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang, tapi ada pula yang merasa cemas akan risiko yang dibawanya. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
hamil anak kembar

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kehamilan Kriptik

Segelintir orang mungkin tidak sadar dirinya hamil sampai usia kandungan semakin besar. Bisa jadi, Anda mengalami kehamilan kriptik. Apakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit

Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Terlalu Lelah Saat Program Bayi Tabung (IVF)

Saat menjalani program bayi tabung, seorang ibu atau perempuan disarankan untuk mengurangi aktivitas yang bisa menyebabkan kelelahan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 19 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Intra Uterine Growth Restriction (IUGR): Ketika Janin Tidak Berkembang dalam Kandungan

IUGR adalah komplikasi yang harus diwaspadai ibu di setiap kehamilan. Kenali penyebab dan apa saja tanda-tanda janin tidak berkembang dalam kandungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11 Juni 2019 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Ibu Hamil Mudah Kena Anemia dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi gagal tumbuh dalam kandungan dan lahir prematur. Cari tahu bagaimana cara mengobati dan mencegahnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 20 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kekebalan tubuh saat hamil

Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
perut kembung saat hamil

Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Perut Kembung Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit
tidak tahu kalau hamil

Mengapa Bisa Ada Wanita yang Tidak Sadar Kalau Sedang Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit