Benarkah Morning Sickness Adalah Pertanda Bayi Cerdas?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hampir semua ibu hamil pasti mengalami morning sickness, yaitu gejala mual dan muntah yang dialami saat trimester awal. Morning sickness memang menjadi kondisi yang paling tidak nyaman bagi para ibu hamil. Eits, tunggu dulu. Ada kabar baik yang bisa membuat para ibu hamil lebih lega saat dilanda morning sickness. Pasalnya, studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ibu yang mengalami morning sickness cenderung melahirkan bayi yang pintar. Apakah benar? Berikut penjelasannya.

Ketahui dulu penyebab morning sickness

Sebelum menjawab pertanyaan apakah morning sickness merupakan pertanda bayi yang dikandung pintar atau tidak, ada baiknya ketahui dulu penyebabnya.

Dilansir dari laman WebMD, sebanyak 90 persen wanita mengalami mual atau muntah selama kehamilan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Namun, teori yang paling populer menyebutkan bahwa morning sickness terjadi sebagai reaksi tubuh terhadap hormon kehamilan, yaitu hormon gonadotropin (hCG) dan estrogen.

Hormon hCG adalah hormon yang paling banyak diproduksi pada trimester awal. Lonjakan hormon hCG ini membuat sistem penciuman ibu hamil menjadi lebih peka dan sensitif.

Inilah yang membuat para ibu hamil menjadi mudah mual atau muntah saat mencium bau tertentu yang ada di sekitarnya.

Lantas, benarkah morning sickness menandakan calon bayi pintar dan sehat?

Disibukkan dengan kebiasaan mondar-mandir ke kamar mandi karena mual atau muntah memang bukan pengalaman yang menyenangkan selama kehamilan. Namun, siapa sangka hal ini justru baik untuk perkembangan bayi Anda.

Mual dan muntah (morning sickness) selama kehamilan dilaporkan menurunkan risiko keguguran dan cacat lahir, bahkan memberi tanda bahwa calon bayi Anda lebih pintar alias cerdas.

Studi yang dilakukan oleh Hospital for Sick Children in Toronto mengamati 850.000 wanita hamil di lima negara yang berbeda. Riset yang dilakukan selama 20 tahun ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat efek tertentu pada bayi saat ibu mengalami mual dan muntah selama kehamilan.

Hasilnya, ibu yang sering mengalami mual muntah cenderung melahirkan bayi yang lebih sehat – baik dalam berat dan panjang – dan menurunkan risiko bayi prematur.

Sisi positif morning sickness ternyata tidak hanya sampai di situ saja. Ibu yang sering mengalami mual atau muntah selama kehamilan berpeluang melahirkan bayi dengan pengembangan saraf jangka panjang yang baik, di antaranya kecerdasan, pendengaran, ingatan, pemahaman bahasa, dan perilaku yang baik terhadap semua orang.

Di antara anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami morning sickness, sebanyak 21 persennya mencetak angka 130 atau lebih pada skala IQ. Sedangkan skor IQ tersebut hanya berhasil dicapai oleh 7 persen anak-anak dari ibu yang tidak mengalami morning sickness.

Para periset menduga hal ini disebabkan oleh keterlibatan hormon penyebab mual muntah yang dihasilkan dari plasenta, terutama hormon hCG.

Hormon ini berperan untuk melindungi ibu dari makanan yang terkontaminasi melalui respon mual dan muntah. Akibatnya, kebutuhan nutrisi dan perkembangan janin lebih terjaga sehingga terhindar dari berbagai risiko selama kehamilan.

Meski berdampak baik, bukan berarti morning sickness boleh dibiarkan begitu saja

Walaupun ada hubungan antara bayi yang pintar dengan morning sickness, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan begitu saja.

Penelitian di atas mungkin memberikan angin segar bagi para ibu hamil yang sering mengalami mual atau muntah. Walaupun kebanyakan tidak membahayakan, morning sickness tetap perlu dikonsultasikan dan diberikan penanganan.

Mual dan muntah yang cenderung parah atau berlebihan selama kehamilan, juga dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum, harus segera ditangani.

Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan malnutrisi dan kerusakan hati yang mengancam keselamatan ibu dan bayinya, walaupun tingkat keparahannya tergolong rendah.

Risiko yang paling berbahaya lainnya adalah ibu hamil berisiko mengalami kekurangan vitamin sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak ibu.

Oleh karena itu, tetap konsultasikan pada dokter bila Anda mengalami mual atau muntah yang mengganggu aktivitas Anda. Dokter akan memberikan obat dan perawatan yang sesuai untuk mengurangi gejala morning sickness sehingga Anda bisa menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan sehat.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Ibu Hamil Harus Bed Rest? Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Ada beberapa kondisi tertentu yang membuat ibu hamil harus istirahat lebih lama di tempat tidur alias bed rest. Kapan, sih ibu harus bed rest saat hamil?

Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Perlu Diperhatikan

Sekilas, mual tanda hamil dan maag memiliki gejala yang hampir serupa. Lantas, apa sih sebenarnya perbedaan mual hamil dan maag?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Tendangan janin dapat menunjukkan janin dalam kondisi sehat dalam kandungan. Tapi, bagaimana jika janin berhenti bergerak? Apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

trimester 2

Trimester 2 Kehamilan: Perkembangan Janin, Perubahan Fisik, Sampai Perbedaan Gairah Seksual

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
obat batuk untuk ibu hamil

Apa Saja Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Aman Sekaligus Manjur?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
keluhan ibu hamil

12 Keluhan yang Paling Sering Dialami Oleh Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit