Pentingnya Screening dalam Olahraga, dari Cegah Cedera Hingga untuk Performa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dalam dunia medis, screening adalah rangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui risiko suatu penyakit. Pada screening dalam ranah olahraga, penilaian risiko tidak dilakukan terhadap penyakit, melainkan kemungkinan cedera serta performa seseorang ketika melakukan kegiatan olahraga.

Pentingnya screening terkait olahraga

Walaupun bermanfaat, olahraga juga tidak luput dari efek samping yang berbahaya. Contohnya, Anda mungkin pernah mendengar kasus seseorang yang mengalami serangan jantung setelah bermain futsal.

Atau, pernahkah Anda mendengar tentang kasus kematian mendadak yang menimpa atlet saat berolahraga? Kekhawatiran akan hal ini akhirnya menjadi dasar bagi banyak ahli untuk merancang serangkaian tes guna menilai risikonya.

Sumber: FBC News

Rangkaian tes tersebut tergabung dalam beberapa jenis screening. Melansir hasil penelitian dalam Clinical Journal of Sport Medicine, screening dalam olahraga memiliki sejumlah tujuan, yakni:

  • Mencegah kematian mendadak
  • Memastikan kondisi medis atlet berada dalam status optimal (misalnya, bagi atlet yang memiliki penyakit kronis, gangguan pernapasan, depresi, dan sebagainya)
  • Memastikan kesehatan muskuloskeletal (otot dan tulang) atlet berada dalam status optimal
  • Mengoptimalkan performa atlet, baik dari sisi nutrisi, psikologis, dan lain-lain
  • Mencegah cedera
  • Meninjau status vaksinasi dan pengobatan atlet (bagi atlet yang rutin meminum obat tertentu)
  • Mengumpulkan data kesehatan dasar atlet
  • Membangun hubungan profesional dengan atlet
  • Mengedukasi semua pihak yang terlibat

Beragam jenis screening dalam olahraga

Screening dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing jenis olahraga. Secara umum, berikut adalah jenis screening sebelum olahraga yang paling sering dilaksanakan:

1. Screening medis

teknik sepak bola

Screening medis bermanfaat untuk mendeteksi penyakit, cedera, dan kondisi lain pada tubuh atlet yang dapat memengaruhi performanya. Screening dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan menjalani beberapa tes terkait olahraga yang ditekuni.

Berikut merupakan contoh screening medis yang dilakukan terhadap atlet olahraga sepak bola dalam ajang UEFA Champions League tahun 2009:

  • Riwayat pribadi terkait sepak bola, mencakup posisi dalam tim, kaki yang dominan, dan total pertandingan pada tahun sebelumnya.
  • Riwayat medis, terdiri dari riwayat penyakit dalam keluarga, riwayat penyakit pribadi, keluhan dan gejala yang dialami saat screening, serta pengobatan dan vaksinasi.
  • Pemeriksaan kesehatan umum, seperti tekanan darah dan kemampuan refleks.
  • Pemeriksaan jantung, darah, urine, otot dan tulang.
  • Pemeriksaan radiologi dan USG jika diperlukan.

2. Screening muskuloskeletal

Sumber: Stepwards

Screening muskuloskeletal dalam olahraga bermanfaat untuk mengetahui fungsi otot, tulang, dan persendian. Tujuannya adalah memperkirakan risiko cedera dan/atau menilai kemampuan tubuh atlet untuk pulih dari cedera sebelumnya.

Atlet olahraga dengan risiko tinggi terhadap cedera otot dan sendi tertentu harus menjalani screening sesuai olahraga yang ia lakukan. Contohnya, atlet renang perlu melakukan screening muskuloskeletal pada area bahu dan punggung.

Atlet yang menjalani screening akan diminta untuk menjabarkan kondisi kesehatannya melalui kuesioner. Setelah itu, screening dilanjutkan dengan pemeriksaan jangkauan gerak, teknik olahraga, keseimbangan, kontrol tubuh, kelenturan, dan postur.

3. Screening kardiovaskular

EKG elektrokardiografi

Screening kardiovaskular dapat disertakan di dalam screening medis olahraga atau dilakukan secara terpisah. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kelainan, kondisi medis, atau penyakit yang meningkatkan risiko kematian mendadak.

Prosedur screening dilakukan dengan elektrokardiografi (EKG) dan ekokardiografi. EKG akan menampilkan aktivitas listrik yang menggambarkan fungsi jantung, sedangkan ekokardiografi memanfaatkan gelombang suara untuk memproduksi gambar jantung.

4. Screening performa olahraga

Sumber: Runtastic

Screening performa menggambarkan kemampuan atlet dalam menjalani berbagai gerakan dan latihan, serta memenuhi kebutuhan lainnya terkait olahraga yang ditekuni. Hasil screening penting untuk menentukan aspek apa saja yang perlu diperbaiki.

Gerakan yang dinilai dalam screening performa adalah gerakan dasar seperti squat, lunge, melompat, mendorong, dan lain sebagainya. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Tidak hanya bagi atlet, screening pun menjadi penting bagi Anda yang sangat aktif berolahraga. Pasalnya, hasil screening menggambarkan banyak hal tentang kesehatan dan efeknya terhadap kemampuan olahraga Anda.

Screening juga dapat melindungi Anda dari risiko cedera dan efek samping lain dalam olahraga. Dengan demikian, Anda bisa tetap menjalani pola hidup sehat dengan risiko seminimal mungkin.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Strategi Latihan Agar Tak Kehabisan Napas Saat Main Badminton

Badminton atau bulu tangkis memang perlu ketangkasan. Anda pun jadi mudah kehabisan napas. Yuk, cari tahu cara menjaga napas saat main badminton di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada bahu bisa menghambat kemampuan Anda untuk bergerak bebas jika tidak ditangani dengan baik. Begini cara yang benar untuk obati bahu yang sakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit

7 Gerakan Plank yang Bisa Dilakukan untuk Membentuk Perut Rata

Untuk Anda yang suka mager berolahraga, plank bisa menjadi solusi untuk membakar banyak kalori tanpa harus banyak bergerak. Cek di sini untuk tahu caranya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Anda ingin mencoba mendaki gunung? Ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung khususnya bagi pemula agar pendakian aman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Olahraga Lainnya, Kebugaran 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Bahaya Olahraga Di Siang Hari

Ini Bahayanya Jika Anda Berolahraga di Siang Hari Saat Panas Terik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
senam mata untuk mata lelah

Berbagai Gerakan Senam Mata untuk Mengatasi Mata Lelah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
pakaian olahraga hijab

5 Kiat Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Buat Wanita Berhijab

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit