Sudah Olahraga Rutin, Tapi Kok Tidak Ada Hasilnya? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda pernah merasa sebal dan jengkel ketika melihat teman yang berat badannya lebih cepat turun dan dietnya berhasil ketimbang Anda. Padahal, jenis olahraga yang dilakukan sama. Bahkan durasi atau waktu untuk berolahraganya juga sama. Tetapi ia dulu yang menerima hasilnya dan Anda belum mencapai keberhasilan yang Anda inginkan. Lalu kenapa hasil dari olahraga itu berbeda-beda setiap orang?

Kenapa saya tidak mendapatkan hasil yang maksimal padahal sudah melakukan olahraga rutin?

Menurut World Health Organization dan Kementerian Kesehatan RI, orang dewasa sebaiknya melakukan olahraga rutin sedikitnya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Walaupun semua orang telah melakukannya dengan  rutin – termasuk Anda – namun jangan berpikir jika hasil yang Anda dapatkan dengan orang lain akan sama. Tentu saja apa yang akan Anda dapatkan dengan orang lain terima berbeda, meski tidak terlalu jauh hasil yang didapatkan.

Pada dasarnya, tubuh Anda memiliki respon yang berbeda-beda terhadap olahraga yang telah Anda lakukan. Olahraga rutin tentu saja akan memengaruhi berbagai fungsi dan proses yang terjadi di dalam tubuh. Namun pengaruh yang terjadi pada setiap orang tidak sama.

Bahkan sebuah penelitian yang berasal dari Jepang menyatakan bahwa ada kelompok orang yang tubuhnya resisten atau kebal terhadap pengaruh aktivitas fisik, termasuk olahraga rutin. Hal ini berkaitan dengan gen yang dimiliki oleh orang tersebut.

Pada penelitian lain, disebutkan juga jika perbedaan kadar hormon yang dimiliki setiap orang akan memengaruhi bagaimana lemak akan dibakar oleh tubuh. Proses tersebut juga akan membuat lemak yang dibakar oleh setiap orang berbeda-beda, meskipun melakukan jenis dan waktu olahraga yang sama.

Gaya hidup Anda juga memengaruhi respon tubuh terhadap olahraga rutin yang Anda lakukan

Anda tidak mendapatkan hasil yang maksimal dari olahraga rutin? Hal ini tak semata-mata akibat gen yang Anda miliki saja. Yang tidak kalah penting juga adalah: bagaimana pola dan gaya hidup yang Anda lakukan selama ini? Apakah sudah mendukung dan mengarah ke gaya hidup sehat?

Boleh saja Anda melakukan olahraga rutin setiap hari atau setiap minggu. Tapi bagaimana dengan pola makan, tidur, dan kebiasaan Anda yang lainnya? Berikut adalah berbagai hal yang dapat menggagalkan program diet Anda meski sudah melakukan olahraga rutin setiap hari:

  • Pola dan porsi makan yang tak dijaga. Olahraga dan pola makan sangat berkaitan dan jika keduanya tidak dilakukan dengan benar dalam waktu yang bersamaan, maka bukan tidak mungkin berat badan Anda justru akan naik. Ingat, waktu dan porsi makan Anda harus diubah bila ingin program penurunn berat badannya berhasil.
  • Pemilihan bahan makanan yang tidak tepat. Akan sama saja hasilnya bila Anda tidak pintar memilih makanan apa yang harus dimakan. Anda telah berolahraga keras untuk menghilangkan lemak-lemak menumpuk. Tetapi setelah itu, Anda makan makanan yang tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Bila Anda melakukan hal tersebut, jangan harap olahraga rutin yang Anda lakukan akan terlihat manfaatnya bagi tubuh Anda.
  • Tidak tidur dengan waktu yang cukup. Durasi tidur di malam hari yang diperlukan orang dewasa adalah sekitar 7 jam. Jika Anda sering begadang, maka kebiasaan olahraga rutin akan sia-sia saja.
  • Memiliki kebiasaan minum alkohol dan merokok. Jika Anda melakukan olahraga rutin dengan tujuan untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit kronis, maka Anda tidak akan mendapatkannya bila masih memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Memanggang Makanan Agar Nutrisinya Tidak Hilang

Cara memanggang yang salah bukan hanya menghilangkan nutrisi makanan tapi juga dapat berbahaya bagi tubuh. Perhatikan tips memanggang makanan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tips olahraga hiv

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit