Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

4 Gerakan Sederhana untuk Mengencangkan Payudara yang Kendur

    4 Gerakan Sederhana untuk Mengencangkan Payudara yang Kendur

    Banyak hal yang membuat payudara kendur, seperti saat pascapersalinan, payudara yang tadinya besar ketika hamil dan kembali mengecil setelah melahirkan. Perubahan alami ini dapat menurunkan elastisitas kulit sehingga membuat payudara Anda tampak kendur. Meski begitu Anda bisa mendapatkan kembali payudara yang kencang dengan perubahan gaya hidup seperti olahraga. Tak sulit kok, begini gerakan olahraga yang bisa Anda lakukan untuk mengencangkan payudara.

    Gerakan latihan untuk mengencangkan payudara

    Untuk mengencangkan payudara kembali, tak harus melakukan operasi dengan mengeluarkan biaya yang mahal. Olahraga dapat membantu Anda untuk tetap menjaga bentuk payudara tetap menarik.

    Lakukan latihan kekuatan untuk membangun otot pektoralis mayor, yaitu otot yang membentuk dada dan terletak dibawah payudara. Otot pektoralis yang lebih besar dapat membantu mendorong jaringan payudara ke depan dan memadatkan kulit payudara, sehingga membuat payudara tampak lebih kencang dan padat.

    Berikut latihan sederhana untuk mengencangkan payudara yang bisa Anda praktikkan.

    1. Dumbbell bench press

    sumber: Women’s Health

    Berbaring lurus di bangku, pegang dumbel di masing-masing tangan Anda (A). Turunkan dumbel hingga mendekati sisi dada Anda (B). Lalu kembali ke posisi awal, dan ulangi sebanyak 10 kali.

    2. Push up

    sumber: Women’s Health

    Ada beberapa jenis push up yang dapat menguatkan otot-otot yang menopang payudara. Jika Anda bisa, lakukan push up dalam posisi plank, tapi jika tidak lakukan push up di lutut Anda. Push up umumnya dilakukan dengan membengkokkan dan menahan lengan Anda di siku saat berada di lutut atau di ujung jari-jari kaki Anda dalam posisi plank.

    Cara melakukan push up yaitu mulai dengan posisi merangkak, telapak tangan sedikit lebih lebar dari bahu, kaki saling berdekatan. Tubuh Anda harus membentuk garis lurus dari kepala hingga ujung kaki (A).

    Turunkan tubuh Anda ke bawah sampai dada hampir menyentuh lantai. Pertahankan lengan atas Anda pada sudut 45 derajat ke tubuh Anda (B). Istirahat sebentar, lalu dorong kembali ke posisi awal. Lakukan push up sebanyak 10 kali dan istirahat selama 90 detik.

    3. Incline dumbbell bench press

    sumber: Women’s Health

    Duduklah di bangku yang bisa diatur ketinggiannya, sekitar 15-30 derajat dan letakkan kaki Anda lurus di lantai. Pegang dua dumbel dan pegang di atas bahu Anda, dengan lengan lurus (A). Perlahan turunkan dumbel ke sisi dada Anda (B). Lalu tekan dumbel kembali ke arah langit-langit. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.

    4. Dumbbell fly

    sumber: Women’s Health

    Lakukan gerakan ini dengan berbaring menghadap ke atas bangku datar dengan kaki Anda rata di lantai. Pegang sepasang dumbel di atas bahu Anda dengan siku sedikit ditekuk (A).

    Pertahankan sedikit lekukan di siku Anda, turunkan beban sampai siku Anda bahkan sampai dada Anda (B). Pertahankan siku yang sama di siku saat Anda menekan beban kembali. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali, dengan istirahat 90 detik.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    4 Exercises to Lift Your Boobs https://www.womenshealthmag.com/fitness/breast-lifting-exercises diakses 23 April 2018.

    Can You Tighten Sagging Breasts with Exercise? https://www.livestrong.com/article/274484-how-to-tighten-sagging-breasts/ diakses 23 April 2018.

    Wanna Tight Breast? 8 Natural Ways to Help You! http://www.med-health.net/How-to-Make-Breast-Tight.html diakses 24 April 2018.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui Feb 05, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
    Next article: