home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Piloxing, Olahraga untuk Mengencangkan Berbagai Otot Tubuh

Mengenal Piloxing, Olahraga untuk Mengencangkan Berbagai Otot Tubuh

Pernah dengar olahraga piloxing? Ya, piloxing merupakan sebuah olahraga baru yang sedang digemari kaum wanita guna membentuk dan memiliki tubuh seksi, kuat dan sehat. Yuk simak, apa dan bagaimana gerakan piloxing dilakukan pada penjelasan di bawah ini.

Apa itu olahraga piloxing?

Piloxing adalah olahraga yang nama dan gerakannya merupakan gabungan dari gerakan pilates dan boxing (tinju). Olahraga piloxing ini merupakan olahraga kardio yang menggabungkan beberapa unsur olahraga kebugaran juga seperti dancing.

Awalnya, piloxing didirikan oleh Viveca Jensen yang merupakan seorang penari asal berkebangsaan Swedia yang menjadi instruktur kebugaran langganan selebritis di Los Angeles. Lalu akhirnya Viveca Jensen mendirikan dan membuat piloxing bertujuan untuk membangun citra diri seorang perempuan agar selalu berpenampilan seksi dan kuat.

Pada olahraga piloxing, latihan dilakukan menggunakan sarung dan gerakan tinju untuk memberi kekuatan pada lengan, sambil menggabungkan strategi dan kelenturan dari latihan olahraga pilates. Pasalnya, gerakan piloxing ini memberikan gerakan menyenangkan namun menantang, termasuk menyelipkan tarian seksi agar tubuh lebih terbentuk.

Dalam latihannya, Piloxing menggabungkan kekuatan, kecepatan, kecepatan dari boxing dan teknik kelenturan dari pilates guna membentuk postur tubuh. Kombinasi dua gerakan yang bertolak belakang ini, dipercaya dapat menurunkan kalori lebih banyak yaitu 900 kalori per jamnya. Sehingga olahraga piloxing dapat membentuk tubuh menjadi lebih ramping, seksi juga terlihat lebih kuat. Maka tak ayal, olahraga ini banyak digandrungi kaum wanita, mulai dari remaja hingga ibu-ibu.

Manfaat olahraga piloxing

Berikut ini merupakan manfaat tubuh yang didapat ketika mengikuti olahraga piloxing:

  1. Mendapat kebugaran dan kesehatan organ kardiovaskular (jantung)
  2. Mengencangkan otot lengan, paha, bokong dan perut
  3. Membakar lemak melalui aktivitas yang menyenangkan, yaitu melalui gabungan gerakan tinju, pilates dan menari

Gerakan dalam olahraga piloxing

1. Punch piloxing

Gerakan ini menargetkan bagian paha, lengan, perut, dan bokong Anda. Dengan urutan 8 kali gerakan di awal dan Anda bisa mengulangi gerakan tersebut sambil mengganti di bagian sisi tubuh yang lain. Berikut merupakan salah satu contoh gerakan piloxing sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah:

  • Pertama, mulailah dengan berdiri dan memposisikan kaki selebar pinggul.
  • Posisikan kaki dan tubuh Anda condong ke bagian kanan.
  • Lalu, buat tinju dengan kedua tangan yang berada di bawah dagu Anda, dekat dengan dada Anda.
  • Gerakan kaki ke belakang dan ke samping dengan kaki kiri Anda, sambil menekut lutut bagian kanan.
  • Selanjutnya giliran Anda membuat gerakan meninju dengan lengan kiri Anda, lakukan sebanyak 4 set di setiap sesi.

2. Plank piloxing

Gerakan plank piloxing ini, menargetkan otot bagian punggung dan lengan Anda.Biasanya Anda disarankan untuk melakukan plank sebanyak 8 kali pada tiap setnya. Jika Anda perlu istirahat, silahkan beristirahat selama 30 detik di antara proses gerakan.

  • Pertama, mulailah dengan posisi push up yang terangkat. Buat kaki Anda meregang lurus kebelakang dengan jari-jari kaki sebagai tumpuan di matras atau lantai.
  • Alih-alih memegang posisi push up dengan tangan Anda, turunkan diri Anda ke bawah ke lengan bawah Anda sehingga flat di lantai.
  • Tahan posisi tubuh bagian atas agar tidak goyah atau bergerak, lalu bawa lutut ke lantai dan Anda bisa meluruskan kaki kembali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 16/06/2017
x