Mana Dulu yang Harus Dilakukan, Olahraga Kardio Atau Latihan Kekuatan Otot?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sering bingung mau melakukan yang ana dulu saat mulai berolahraga, apakah olahraga kardio atau latihan kekuatan otot (strength training). Tenang, Anda tak sendirian, kok. Banyak orang yang bingung akan hal ini. Apakah harus melatih ototnya dulu atau bergerak cepat dengan olahraga kardio?

Harus latihan kekuatan otot atau olahraga kardio dulu?

Dilansir dari laman Verrywell Fit, sebenarnya, belum ada jawaban benar atau jawaban salah, apa yang harus Anda lakukan pertama kali saat olahraga. Hal ini tergantung dengan pilihan masing-masing orang dan kondisinya saat itu. Tujuan dari olahraga yang dilakukan juga tentu memengaruhi hal ini, dengan begitu Anda akan lebih mudah untuk memutuskan.

Contohnya, jika tujuan utama Anda adalah membangun otot yang lebih besar dan kuat, latihan kekuatan otot sebaiknya didahulukan dibandingkan olahraga kardio, sehingga Anda dapat memberikan seluruh kekuatan dan energi untuk mencapai tujuan itu.

Sebaliknya, bila memang Anda fokus untuk menurunkan berat badan dan ingin membakar lemak dalam jumlah yang lebih banyak, Anda bisa mengutamakan melakukan olahraga kardio terlebih dulu. Bukan berarti latihan kekuatan otot tidak akan membakar lemak ya. Keduanya tetap akan memangkas lemak tubuh, tapi memang dengan cara dan kecepatan yang berbeda.

Mengapa latihan kardio lebih baik untuk menurunkan berat badan?

Jika tujuan Anda adalah menurunkan berat badan, kardio sebelum latihan kekuatan otot bisa menjadi pilihan terbaik. Sebab latihan kardio akan menimbulkan efek samping seperti:

Memaksimalkan pembakaran kalori dalam tubuh

Melakukan kardio terlebih dahulu benar-benar memaksimalkan pengeluaran kalori dari sesi latihan pertama Anda. Sesi kardio akan membakar lebih banyak kalori daripada sesi latihan kekuatan atau strengh training.

Meningkatkan efek pembakaran kalori setelah olahraga

Melakukan kardio terlebih dahulu dapat memaksimalkan jumlah EPOC (Excess Post-Exercise Oxygen Consumption). Semakin tinggi jumlah EPOC, maka semakin tinggi jumlah kalori tubuh pasca olahraga yang akan dibakar oleh tubuh.

Suatu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Cnnditioning Research, diikuti oleh 10 pria yang menyelesaikan 3 jenis latihan berbeda:

  • Melakukan latihan beban saja
  • Melakukan latihan beban lalu lari
  • Melakukan latihan lari lalu latihan beban

Hasilnya menunjukan bahwa, efek pembakaran kalori terbesar ditemukan saat melakukan latihan lari diikuti dengan latihan beban. Penelitian ini juga menemukan bahwa latihan lari akan lebih sulit dijalani setelah tubuh melakukan latihan beban terlebih dahulu, apalagi jika latihan bebannya dilakukan untuk melatih kekuatan otot kaki.

Oleh karena itu, jika latihan beban dahulu lalu latihan lari, maka Anda akan lebih cepat merasa lelah karena sebelumnya sudah mengangkat beban dahulu yang memakan tenaga.

kardio tanpa alat

Jika dilakukan dalam waktu berdekatan mungkin tak akan efektif

Sebuah penelitian yang juga dipublikasikan dalam Journal Strength and Conditioning Research menemukan bahwa melakukan olahraga kardio diikuti dengan latihan kekuatan tidak mengubah kekuatan otot atau daya tahan otot, jelas penelitian yang dilakukan selama 3 bulan ini.

Dilansir dalam laman Livestrong, penelitian lain dalam Jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise menemukan bahwa latihan kardio dalam bentuk latihan aerobik intensitas ringan-sedang sebelum latihan angkat beban memiliki sedikit efek pada cara otot berkontraksi. Namun, efek ini sangat kecil hingga tidak dapat memengaruhi kemampuan fisik tubuh melakukan sesi latihan berikutnya.

Oleh karena itu, bagi Anda yang menargetkan latihan untuk pembuatan otot, tidak perlu terlalu khawatir akan efek latihan kardio terhadap performa latihan Anda selanjutnya. Akan tetapi, mulailah sesuai dengan tujuan Anda agar tenaga yang dikeluarkan maksimal.

Aturan olahraga bagi pemula

Bila Anda baru mau memulai olahraga rutin, tak perlu bingung pilih yang mana. Dalam memilih olahraga yang tepat, ada 3 hal yang harus Anda pertimbangkan:

Tujuan

Semua pilihan disesuaikan dai tujuan. Jika tujuan Anda menurunkan berat badan secara keseluruhan, sebaiknya lakukan kardio terlebih dahulu untuk memaksimalkan waktu latihan.

Contohnya, jika Anda memiliki tujuan untuk bisa melakukan marathon. Anda harus memfokuskan energi terbaik Anda pada latihan lari, dan menjadwalkan latihan kekuatan Anda lebih sedikit.

Jika latihan kekuatan otot atau angkat beban pertama terasa baik untuk tubuh, maka lakukanlah. Hal yang paling penting adalah membiasakan diri untuk latihan yang rutin dan konsisten.

Jadwal

Beberapa orang mungkin memiliki waktu untuk melakukan latihan kardio dan latihan kekuatan otot dalam waktu yang terpisah. Akan tetapi, kebanyakan orang juga tidak memiliki waktu latihan seperti itu, sehingga harus menggabungkan jadwal latihannya. Sebenarnya keduanya tidak buruk, yang penting luangkan waktu untuk berolahraga sesuai dengan apa yang bisa Anda lakukan.

Ada berbagai cara untuk melakukan olahraga kardio dan latihan kekuatan otot dalam latihan yang sama dengan waktu singkat, contohnya latihan high intensity circuit training. Latihan ini memberikan manfaat dari latihan kardio maupun latihan kekuatan otot dalam waktu yang sama dan singkat.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Ini Bahayanya Jika Anda Berolahraga di Siang Hari Saat Panas Terik

Katanya, olahraga di siang hari bisa membakar kalori lebih banyak sehingga efektif untuk menurunkan berat badan. Padahal, justru bisa berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Olahraga Lainnya, Kebugaran 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga saat musim hujan

7 Tips Aman Berolahraga saat Musim Hujan yang Dingin dan Berangin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bakar kalori lari vs plank

Antara Lari dan Plank, Mana yang Paling Banyak Bakar Kalori?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
hipertrofi otot

Informasi Lengkap Hipertrofi Otot atau Peningkatan Ukuran Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit