Sampai Berapa Lama Kadar Alkohol Masih Bertahan Dalam Tubuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mengetahui berapa lama kadar alkohol bertahan dalam tubuh sangat penting untuk mencegah adanya interaksi berbahaya dengan obat-obatan yang akan Anda minum. Apalagi jika Anda ingin melaksanakan tes kesehatan. Tubuh harus siap, bersih dari kadar alkohol. Ini juga penting agar Anda bisa mengira-ngira kapan Anda sudah bisa mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin setelah minum minuman yang mengandung alkohol.

Maka itu, perhatikan kapan terakhir Anda minum alkohol dan berapa lama kadar alkohol tersebut masih akan bertahan pada tubuh Anda.

Berapa lama kadar alkohol bisa terdeteksi di dalam tubuh?

Berapa lamanya kadar alkohol bertahan dalam tubuh tergantung pada jenis tes apa yang dilakukan. Berikut ini adalah perkiran rentang waktu sampai kapan alkohol dapat dideteksi dengan masing-masing tes yang dilakukan:

Dalam napas

Alkohol dapat dideteksi dalam napas melalui tes breathlyzer hingga 24 jam ke depan setelah minum alkohol.

Dalam urine

Alkohol dapat dideteksi dalam urine selama 3- 5 hari melalui tes etil glukonorida (EGT) metabolit. Sedangkan melalui cara tradisional, kadar alkohol masih akan terdeteksi dalam urine hingga 10-12 jam setelah Anda minum-minum.

Di dalam aliran darah

Alkohol dapat dideteksi dalam tes darah hingga 12 jam setelah minum alkohol. Umumnya, untuk tahu berapa kadar alkohol dalam darah harus dilakukan tes laboratorium.

Namun, untuk memudahkan, Anda bisa memperkirakan berapa kadar alkohol dalam darah dengan melakukan cek kadar alkohol darah di Hello Sehat, atau bisa klik pada tautan ini dilakukan dengan cara tes darah http://bit.ly/CekKadarAlkoholDalamDarah

Di air liur

Dalam tes air liur, kadar alkohol masih bisa dideteksi positif hingga 1-5 hari ke depan.

Di rambut

Ya, alkohol masih dapat dideteksi dalam tubuh saat tes obat folikel rambut hingga 90 hari sesudah Anda menenggak minuman beralkohol.

Bagaimana minuman beralkohol diserap dalam tubuh?

Saat Anda mengonsumsi minuman beralkohol, pertama-tama alkohol akan masuk ke dalam sistem pencernaan. Akan tetapi, alkohol tidak dicerna seperti makanan dan minuman lainnya. Sekitar 20 persen alkohol dari segelas minuman Anda langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Dari pembuluh darah langsung dibawa ke otak. Sedangkan 80 persen sisanya masuk ke dalam usus halus, selanjutnya baru masuk ke aliran darah.

Ketika alkohol masuk ke aliran darah, tubuh akan mulai memprosesnya dengan kecepatan 20 mg/dL per jam. Itu berarti kalau kadar alkohol dalam darah Anda ada 40 mg/dL, maka diperlukan waktu sekitar dua jam untuk memecah dan memproses alkoholnya.

Tubuh cenderung menyerap alkohol lebih mudah daripada mengeluarkan alkohol. Tubuh hanya bisa mengeluarkan atau membersihkan kadar alkohol sebesar 0,016 persen setiap jam.

Contohnya, seseorang yang berat badannya 68 kg minum segelas alkohol. Orang tersebut akan mengalami peningkatan kadar alkohol dalam darah sekitar 0,02 persen tapi tubuhnya hanya bisa mengeluarkan kadar alkohol 0,016 persen setiap jam. Oleh karena itu, jika Anda minum lebih dari satu gelas per jam, maka konsentrasi alkohol dalam darah (blood alcohol concentration) Anda akan terus meningkat dengan cepat.

Bagaimana tubuh mengeluarkan alkohol?

Tahap terakhir, alkohol di dalam tubuh akan dibuang keluar melalui proses penyaringan yang dilakukan organ hati. Jika ada gangguan pada organ hati Anda, maka proses pembersihan alkohol ini akan melambat atau terganggu. Tingkat metabolisme ini juga akan dipengaruhi oleh ukuran hati Anda dan seberapa sehat kondisi hati Anda.

Tubuh memproses alkohol dengan melakukan oksidasi etanol dari senyawa asetaldehida menjadi asam asetat, kemudian asam asetat diubah menjadi karbon dioksida dan air. Sekitar 5 persen alkohol yang Anda minum nanti akan dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat, napas, urine, feses, maupun air liur.

Apa saja yang memengaruhi kemampuan tubuh mencerna alkohol?

Seberapa lama alkohol dicerna dalam tubuh setiap orang sebenarnya berbeda-beda. Ini semua tergantung pada beberapa faktor seperti kondisi kesehatan. Lebih jelasnya, berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi seberapa cepat tubuh mengolah alkohol.

  • Jenis kelamin. Dalam sebuah penelitian oleh tim ahli dari John Hopkins University, perempuan lebih cepat mencerna alkohol daripada laki-laki.
  • Massa lemak dalam tubuh.
  • Usia. Sistem pencernaan anak-anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum bisa mencerna alkohol sebaik orang dewasa.
  • Seberapa banyak alkohol yang Anda minum.
  • Kandungan lemak dari makanan sebelumnya yang Anda makan.
  • Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi.
  • Seberapa cepat Anda meminum alkohol tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Minum Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol

Hindari minuman keras jika Anda baru minum obat paracetamol untuk meredakan nyeri atau demam. Ini bahayanya kalau paracetamol dan alkohol bercampur.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Fatty Liver (Perlemakan Hati)

Fatty liver (perlemakan hati) adalah penumpukan lemak yang berlebihan serta infeksi pada hati. Apa saja pilihan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Seperti Apa, Sih, Rasanya Mabuk Alkohol? Kenali 7 Tahapannya

Setelah minum alkohol, beberapa jam ke depan Anda akan merasakan banyak perubahan dalam tubuh. Mulai dari mabuk ringan, mabuk alkohol berat, hingga pingsan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Kecanduan 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Wajib Tahu! Ini Perbedaan Disinfektan dan Hand Sanitizer

Disinfektan dan hand sanitizer kerap dianggap sama karena dapat membunuh kuman dan virus. Simak perbedaan disinfektan dan hand sanitizer pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda dan gejala sakit liver

9 Gejala Sakit Liver yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
efek alkohol pada ereksi

Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara menjaga kesehatan hati

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
apa saja penyebab maag

10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit