Benarkah Implan Payudara Menyebabkan Kanker Payudara?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi wanita, payudara merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki tubuhnya. Payudara juga memiliki porsi penting dalam hal kecantikan. Tidak jarang banyak wanita yang kurang percaya diri dengan ukuran payudara yang kecil, mereka tanpa ragu melakukan pembesaran payudara dengan cara memasang implan payudara, atau yang lebih dikenal dengan operasi pemasangan silikon. Tujuannya tidak lain adalah estetika, menambah keindahan dari lekukan tubuh yang diidamkan. Berbicara tentang risiko, apa efek samping yang dapat timbul dari pemasangan implan payudara? Apakah benar implan payudara menyebabkan kanker payudara?

Apa sih implan payudara itu?

Impan payudara saat ini bukan menjadi barang langka lagi, khususnya di Indonesia. Sudah banyak yang melakukannya, mulai dari selebritis hingga masyarakat awam melakukan implan semata untuk alasan kesehatan ataupun kecantikan.

Menurut data medis, implan payudara adalah alat kesehatan yang diletakkan di bawah jaringan payudara atau otot dada. Implan payudara ini bertujuan untuk menambah volume atau ukuran payudara, serta memperbaiki payudara setelah tindakan medis lainnya. Ada dua jenis implan payudara, implan saline (berisi larutan garam) dan implan gel silikon.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Berisiko Memicu Kanker Payudara

Apa risiko memasang implan payudara?

Jika Anda salah satu yang akan melakukan implan payudara, Anda harus siap dengan risiko efek samping yang mungkin dialami payudara Anda. Mulai dari berkurangnya kemampuan menyusui, payudara mengeras, bahkan tidak dipungkiri adanya infeksi pada payudara Anda. Tergantung bagaimana ketahanan tubuh Anda dalam menerima “aksesoris baru” ini.

  • Implan yang Anda tanam dapat mengalami kebocoran di dalam tubuh. Jika terjadi kebocoran, kuman dan bakteri implan akan menggerogoti badan Anda.
  • Tidak selamanya implan anda akan baik-baik saja di dalam sana. Anda harus memeriksakan tubuh Anda setidaknya satu tahun sekali untuk melihat perubahan serta efek jangka lama apa yang terjadi akibat implan yang Anda tanam.  
  • Jika pemasangan implan gagal, bentuk payudara Anda akan aneh dan terlihat tidak simetris.

Apa saja penyebab kanker payudara?

  • Faktor keturunan. Gen BRCA 1 dan BRCA 2 diyakini para ahli medis sebagai jenis gen yang membawa potensi kanker atau kanker payudara. Gen ini ditemukan pada penderita kanker payudara dan keturunannya.
  • Penggunaan hormon buatan. Dewasa ini, banyak asupan yang kita konsumsi mengandung hormon buatan seperti pemutih kulit, pil KB, obat peningkat gairah seks, ataupun obat penambah stamina umumnya terbuat dari hormon buatan yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker.
  • Radiasi. Radiasi yang dilakukan guna memeriksa kondisi dalam tubuh juga berpotensi memunculkan sel-sel kanker. Ini berkaitan dengan pemeriksaan yang Anda lakukan guna melihat kondisi tubuh setelah melakukan implan payudara.

BACA JUGA: 4 Gejala Kanker Payudara yang Paling Sering Terjadi

Adakah benar implan payudara menyebabkan kanker?

The American Society for Aesthetic Plastic Surgery dan The American Society of Plastic Surgeon menyebutkan, implan silikon aman untuk jangka waktu penggunaan 10-20 tahun. Silikon tidak bisa digunakan seumur hidup. Nah, yang perlu Anda ketahui di sini, implan payudara bersifat karsinogen (zat kimawi). Meskipun tidak memicu kanker payudara, tetapi zat ini memicu kanker-kanker lainnya di sekitar area payudara.

Belum ada penelitian yang menyatakan implan payudara berisiko kanker payudara, tetapi gaya hidup yang buruk, minimnya perawatan sehabis memasang implan payudara, atau kebocoran implan di dalam payudara dapat menyebabkan zat kimawi berubah menjadi kanker pada bagian payudara Anda. Sejatinya, kanker yang ada di dalam tubuh manusia dipicu oleh faktor usia, genetik yang menurun, pola hidup tidak sehat, stress, dan kehidupan tidak menikah.

Dikutip dari Guardianews, meskipun implan payudara tidak terbukti mendatangkan risiko sel kanker payudara, bukan berarti implan tidak berisiko. Beberapa penelitian  yang menyinggung tentang implan payudara dapat berisiko terhadap kanker payudara menjelaskan, implan payudara yang telah ditanam pada dasarnya menghalangi proses mamograf dalam mendeteksi sel kanker yang ada. Karena tertutup implan, maka kanker tidak dapat terdeteksi sedari dini. Deteksi kanker yang terlambat akan menimbulkan bahaya kanker yang lebih parah.

Akan lebih baik jika Anda bijak dalam menambah “aksesoris” pada bagian tubuh terkait risiko dan bahaya yang diterima, jangan lupa konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui risiko lebih lanjutnya.

BACA JUGA:Operasi Memperbesar Payudara: Biaya, Risiko, dan Prosesnya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit