Kupas Tuntas 4 Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Malaria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Lebih dari 6.000 orang setiap tahunnya meninggal akibat penyakit malaria. Malaria merupakan sebuah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh parasit dari nyamuk Anopheles. Jika nyamuk tersebut menggigit Anda, parasit Plasmodium penyebab malaria bisa ditularkan dan dilepaskan ke dalam aliran darah Anda.

Sayangnya, masih ada beberapa mitos tentang malaria yang tersebar dan harus diketahui pada masyarakat. Jika tidak, kesalahan akibat mempercayai mitos malaria itu bisa membuat korban malaria bertambah banyak. Apa saja mitos tentang malaria yang harus diketahui? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mitos tentang malaria yang salah besar dan faktanya

1. Anda baru periksa ke dokter kalau malaria sudah parah saja

Faktanya, malaria adalah penyakit yang mematikan. Penyakit ini bisa dengan cepat menyebabkan hilangnya kesadaran, kejang, syok, gagal ginjal, serta sulit bernapas.

Jika Anda sudah mengalami gejala terkena malaria, pengobatan perlu diperhatikan dalam kurun waktu empat minggu. Bahkan jika Anda merasa sudah sehat dan membaik, Anda masih harus tetap waspada. Pasalnya, malaria masih bisa berkembang dalam tubuh Anda tanpa disadari.

2. Jika Anda sudah pernah kena malaria, Anda jadi kebal dan tidak akan kena lagi

Faktanya, kalau Anda sudah terkena malaria sekali atau bahkan dua kali, hal itu tidak akan meningkatkan kekebalan tubuh Anda terhadap penyakit ini. Ini berarti Anda masih bisa kena malaria lagi selama tidak diobati atau dicegah secara berkala. Apalagi bila Anda tinggal di wilayah persebaran nyamuk dan parasit penyebab malaria. 

3. Mitosnya, makan atau menaruh bawang putih di sekitar Anda akan mengusir nyamuk penyebab malaria

Jangan percaya dengan mitos ini! Beberapa orang percaya, kalau makan makanan berbau menyengat seperti bawang putih atau sekadar menaruhnya di dekat tempat tidur bisa mengusir nyamuk penyebab malaria.

Sayangnya, belum ada bukit ilmiah yang bisa mematenkan mitos tentang malaria tersebut. Ada baiknya, Anda fokus pada usaha mencegah dengan menggunakan krim atau semprotan antiserangga. Anda juga bisa menggunakan kelambu pada malam hari guna mencegah gigitan nyamuk penyebab malaria.

4. Obat malaria bisa membuat Anda berhalusinasi

Mitos tentang malaria yang satu ini tidak selalu benar. Namun, diakui memang kalau obat malaria bisa menimbullkan berbagai efek samping. Khusunya obat mefloquine, yang dapat menyebabkan perubahan sistem saraf dan efek kesehatan mental. Tetapi, efek samping demikian hanya terjadi dalam beberapa kasus yang kecil saja. 

Siapa saja yang berisiko terkena malaria?

Semua orang dari segala jenis kelamin, usia, dan berbagai kondisi kesehatan pun berisiko terkena malaria. Biasanya ibu hamil, bayi, anak kecil, dan orang tua rentan terserang malaria karena kekebalan imun tubuh mereka yang melemah.

Berpergian ke tempat atau daerah endemis atau yang banyak mengalami kasus malaria, hal itu  juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena. Sebelum berpergian, penting untuk mengetahui risiko daerah mana yang banyak mengalami kasus malaria. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi pada dokter untuk meminta obat atau pencegahan sebelum berpergian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Banyak yang belum menyadari kalau teh yang biasa Anda minum mengandung kafein. Tapi tenang, ternyata ada banyak teh tanpa kafein yang bisa Anda konsumsi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab anemia

Penyebab Anemia dan Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
eritrosit adalah

Mengetahui Jumlah Normal Eritrosit (Sel Darah Merah) dan Fungsinya bagi Tubuh

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit