Orang-orang yang memiliki masalah ngorok kronis atau sleep apnea sering disarankan untuk tidur pakai CPAP. CPAP adalah alat bantu napas berupa sebuah mesin yang memberikan tekanan udara melalui masker yang dipasang di hidung dan/atau mulut saat tidur. Alat ini bertujuan untuk membantu mendorong udara agar terus masuk dan membuka saluran napas Anda. 

Pemasangan CPAP kerap membuat tidur tidak nyenyak karena maskernya membuat Anda tidak bebas memilih posisi tidur favorit. Ditambah lagi dengan suara berisik yang ditimbulkan sehingga khawatir tidur jadi semakin terganggu. Lantas, bagaimana cara tidur nyenyak walaupun harus pakai CPAP? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Cara tidur pakai CPAP supaya lebih nyenyak

1. Pilih masker yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan

Masker CPAP itu sendiri terdiri dari tiga jenis, di antaranya:

  • Masker nasal (masker yang dipakai di hidung, seperti selang oksigen)
  • Masker oral (masker yang dipakai di mulut)
  • Masker kombinasi (masker yang menutupi hidung dan mulut, seperti masker pilot pesawat tempur)

Menurut Sairam Parthasarathy, MD, seorang direktur medis dari Center for Sleep Disorders di University of Arizona, pasien cenderung merasa tidak nyaman saat menggunakan CPAP untuk yang pertama kalinya. Hal ini sangatlah wajar sebagai efek adaptasi terhadap hal yang sama sekali baru.

Karena harus dipakai terus selama tidur alias tidak boleh dilepas-pasang, jenis masker yang Anda gunakan haruslah disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan tingkat keparahan kondisi Anda. Sebelum menentukan yang mana, Anda boleh mencoba beberapa tipe masker yang berbeda sebelum menemukan yang Anda sukai.

Setelah beberapa kali menggunakan, lama-kelamaan Anda akan merasa nyaman dan terbiasa. Selanjutnya, dokter akan membantu memastikan apakah alat CPAP tersebut bekerja sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Jangan khawatir soal kebisingan mesin CPAP

Anda tidak usah khawatir tidak bisa tidur pakai CPAP karena takut berisik. Kini sudah ada mesin CPAP yang berukuran lebih kecil dan lebih tenang, bahkan hampir tanpa suara. Artinya, Anda bisa tidur lebih nyenyak tanpa khawatir akan terganggu dengan suara bising mesin.

3. Atur tekanan udara pada mesin

Jika ingin tidur pakai CPAP lebih nyenyak, aturlah tekanan udara pada mesin milik Anda. Tekanan udara inilah yang akan Anda hirup selama tidur.

Setiap mesin CPAP memiliki pengaturan tekanan udara yang berbeda-beda. Aturlah tekanan udaranya sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika tekanan terlalu tinggi, cobalah untuk menggunakan mode ‘ramp’ pada mesin CPAP. Mode ini akan membantu Anda menyesuaikan diri dengan tekanan udara mesin, mulai dari tekanan rendah dan secara bertahap ditingkatkan. Mintalah bantuan dokter untuk memberikan tekanan udara yang sesuai dan paling membantu tidur Anda.

Akan tetapi, tekanan udara dari mesin CPAP sering membuat hidung dan mulut pasien menjadi kering. Atasi hal ini dengan menggunakan humidifier atau pelembap udara pada mesin untuk menciptakan udara yang lebih hangat melalui masker CPAP.

4. Kenali kemungkinan gangguan pernapasan lainnya

Bila Anda masih merasakan sulit bernapas meski sudah menggunakan CPAP, mungkin Anda mengalami gangguan pernapasan lainnya, contohnya sinus, alergi, atau penyebab lainnya. Masalah ini dapat diatasi dengan sejumlah pengobatan sesuai dengan jenis gangguannya, baik melalui konsumsi obat-obatan, perawatan alergi, atau operasi. Segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Bila segera diobati, Anda akan semakin mudah untuk mendapatkan tidur yang nyenyak.

5. Jadikan CPAP sebagai rutinitas tidur Anda

Mungkin Anda masih perlu waktu agar merasa nyaman saat menggunakan CPAP. Siasati hal ini dengan cara menggunakan CPAP di siang hari, misalnya saat menonton TV atau membaca. Ini akan membantu Anda terbiasa memakai masker CPAP, terutama saat mencoba untuk tidur. Semakin Anda sering menggunakan CPAP, maka semakin mudah pula Anda menyesuaikannya sebagai terapi dan merasakan manfaatnya.

Selamat tidur pakai CPAP!

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca