7 Kiat Supaya Lebih Cepat Pulih Setelah Operasi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/08/2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Setelah operasi pasti banyak wejangan yang dilontarkan oleh dokter, keluarga, atau sanak saudara yang berkunjung agar Anda cepat pulih. Isi wejangannya termasuk hal yang boleh dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan sesudah Anda operasi. Memangnya apa saja, sih, yang penting dilakukan setelah operasi agar cepat sembuh?

1. Jangan terlalu banyak bergerak

transplantasi organ

Banyak orang yang merasa bahwa dirinya sudah sembuh benar setelah operasi. Lantas mereka pun jadi aktif bergerak dan mulai langsung mencoba melakukan kegiatan sehari-harinya lagi seperti beres-beres rumah, olahraga, ataupun langsung masuk kantor.

Sayangnya, agar cepat pulih Anda disarankan untuk tidak terlalu banyak bergerak. Mengapa? Hal ini bisa menyebabkan cedera pada luka operasi dan menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi.

2. Tidur yang cukup

pasien kanker tidak bisa tidur

Tidur yang cukup adalah salah satu cara terbaik agar lekas pulih setelah menjalani operasi. Tubuh yang kelelahan akan jadi lebih sulit memulihkan diri habis operasi. Jika Anda sudah diperbolehkan pulang, disarankan untuk tidur minimal sebanyak tujuh jam setiap malam dan tidur siang sekitar satu jam.

3. Makan makanan yang sehat

meningkatkan nafsu makan

Umumnya setelah operasi dokter akan menyarankan pantangan khusus untuk makan. Anda akan dianjurkan makan makanan yang bisa mempercepat proses penyembuhan.

Cobalah untuk mengonsumsi makanan berprotein yang bisa membantu penyembuhan luka dan regenerasi jaringan pada luka sayat. Anda bisa makan makanan rendah lemak tapi kaya protein seperti daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, atau tahu.

4. Hati-hati saat batuk

perut sakit saat batuk

Tahukah Anda bahwa batuk setelah operasi harus dilakukan dengan benar? Ya, ada cara khusus untuk batuk agar sayatan bekas operasi tidak terbuka dan menimbulkan infeksi. Caranya, jika hendak batuk tahan dan tutup bagian yang terdapat luka operasi menggunakan bantal atau tangan, lalu batuk sepelan mungkin.

5. Jangan bolos konsultasi ke dokter

gejala pcos

Banyak orang yang merasa bahwa setelah operasi mereka tidak perlu lagi konsultasi ke dokter karena tidak punya keluhan apa-apa. Ini adalah hal yang salah.

Konsultasi ke dokter di masa pemulihan pasca operasi ini penting untuk memeriksa kemungkinan komplikasi. Dokter juga nanti akan memeriksa adanya masalah atau tidak pada kondisi Anda secara keseluruhan, terutama di bekas luka sayatan operasi. Jadi, patuhi dokter untuk datang konsultasi sesuai jadwal.

6. Rutin minum obat

lupa minum obat diabetes

Penting untuk tetap minum obat yang diberikan dokter setelah Anda dioperasi dan kembali ke rumah, karena obat-obatan bisa membantu tubuh Anda cepat pulih. Biasanya Anda dianjurkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri.

Anda diperbolehkan untuk minum beberapa obat pereda nyeri hanya ketika Anda merasa sakit. Pasalnya, obat pereda nyeri dapat menyebabkan iritasi lambung dan menyebabkan kantuk. Sebisa mungkin hindari mengemudi saat mengonsumsi obat pereda nyeri yang lebih kuat.

Jika Anda dianjurkan untuk minum antibiotik, pastikan untuk mendapatkan takaran antibiotik yang tepat sesuai arahan dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan infeksi yang dapat terjadi setelah operasi dan resistansi antibiotik.

7. Pastikan tangan selalu bersih

cuci tangan setelah dari toilet

Hampir semua orang merasa gemas atau dengan sengaja penasaran lalu menyentuh luka sayatan bekas operasi. Sebetulnya tidak apa menyentuh, dengan catatan tangan Anda bersih alias sudah cuci tangan. Bila asal menyentuh tanpa cuci tangan, luka sayatan rentan mengalami infeksi dan bisa lebih lama lagi sembuhnya.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

 

Ten things to do after surgery https://www.verywellhealth.com/ten-things-to-do-after-surgery-3156891 Diakses pada 18 Juli 2018.

What not to do after surgery  https://www.verywellhealth.com/what-not-to-do-after-surgery-3156899 Diakses pada 18 Juli 2018.

 

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020