Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin bernapas hanya dianggap sebagai sebuah aktivitas tubuh yang mutlak terjadi dan dilakukan secara otomatis tanpa disadari. Namun, belum banyak yang tahu bahwa bernapas bukanlah sekadar aktivitas untuk bertahan hidup.

Bernapas juga bisa memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. Tak hanya bernapas biasa, diperlukan teknik khusus untuk melakukannya. Salah satunya lewat teknik box breathing.

Apa itu box breathing?

box breathing
Sumber: Mayo Clinic

Box breathing atau yang juga dikenal dengan nama square breathing adalah salah satu teknik tarik napas dalam yang digunakan pada latihan pernapasan berirama.

Teknik pernapasan ini terdiri atas empat langkah, di mana setiap langkahnya dilakukan selama empat hitungan. Karena langkahnya yang serba empat itulah teknik ini disebut dengan box atau square mengingat mereka memiliki empat sisi.

Box breathing sering kali ditambahkan di tengah sesi meditasi. Teknik ini bisa juga dilakukan ketika seseorang sedang merasa cemas atau stres untuk menenangkan diri.

Manfaat teknik box breathing

PTSD pandemi COVID-19 pria stres

Meski belum banyak penelitian yang secara khusus membahas tentang manfaat yang diberikan dari teknik box breathing, teknik pernapasan ini termasuk ke dalam jenis latihan pernapasan dalam yang telah dikenal khasiatnya untuk bantu menghilangkan stres.

Memang, box breathing tidak bertujuan menyembuhkan masalah mental untuk jangka panjang, tapi teknik ini bisa menjadi rutinitas yang baik dalam melatih manajemen stres.

Teknik pernapasan irama adalah salah satu solusi untuk menenangkan sistem saraf otonom (ANS). Sistem saraf ini bekerja dengan mengatur fungsi tubuh yang dilakukan secara otomatis seperti pengaturan suhu tubuh dan mengalirkan darah.

Perlu diketahui, ketika seseorang dalam keadaan tertekan, sinyal marabahaya yang dikirimkan melalui saraf otonom ke kelenjar adrenal akan mendorong produksi hormon adrenalin.

stres mengubah bentuk otak

Begitu hormon ini beredar ke seluruh tubuh, terjadilah beberapa perubahan fisik seperti jantung yang berdetak lebih cepat serta tekanan darah yang meningkat. Dampaknya, napas pun jadi tersengal. Maka dari itu, box breathing akan bantu mengatasinya.

Seringnya, manusia bernapas melalui pernapasan dada. Namun, pernapasan ini membatasi rentang gerak diafragma dan hanya memengaruhi sehingga udara yang mengandung oksigen tidak sampai ke bagian diafragma.

Dengan melakukan teknik pernapasan dalam seperti box breathing, Anda akan memaksimalkan pertukaran oksigen yang nantinya juga akan bermanfaat untuk mendorong keluarnya karbondioksida dari dalam tubuh. Hal inilah yang turut menstabilkan tekanan darah.

Karena efeknya yang bisa meningkatkan kerja paru-paru, para pasien yang memiliki penyakit paru seperti PPOK atau asma mungkin bisa terbantu dengan berlatih teknik pernapasan.

Bagaimana cara melakukannya?

cara meditasi

Idealnya, teknik box breathing dilakukan dalam posisi duduk. Anda bisa melakukannya sambil duduk di kursi atau bersila di atas lantai. Tegakkan juga tubuh Anda supaya mempermudah saat pengambilan napas.

Ketika sudah siap dengan posisi Anda, lakukanlah langkah-langkah berikut ini.

  1. Hembuskan napas pelan melalui mulut, keluarkan udara yang ada dalam paru-paru Anda selama empat hitungan.
  2. Tarik napas dalam dengan pelan melalui hidung selama empat hitungan. Pastikan udara dalam paru-paru terasa penuh dan berpindah ke bagian perut.
  3. Tahan napas selama empat hitungan.
  4. Keluarkan napas melalui hembusan mulut selama empat hitungan yang sama dengan langkah sebelumnya.
  5. Setelah selesai, Anda bisa mengulang langkah dari awal dan melakukannya sebanyak beberapa kali yang diperlukan.

Agar latihan box breathing berjalan lancar, pilihlah tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan. Aturlah suasana yang sekiranya bisa meningkatkan konsentrasi Anda dengan meredupkan lampu atau menyalakan lilin.

Selamat mencoba teknik tarik napas dalam yang mudah ini!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Organ dan Cara Kerja Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia tidak hanya hidung dan paru-paru. Ada banyak organ tubuh lain yang berperan agar Anda bisa bernapas lancar. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pernapasan 2 Mei 2019 . Waktu baca 8 menit

Mengintip Anatomi dan Fungsi Diafragma dalam Tubuh Manusia

Diafragma adalah salah satu otot rangka yang memiliki fungsi penting dalam sistem pernapasan. Bagaimana cara diafragma bekerja dan manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pernapasan 30 November 2018 . Waktu baca 6 menit

5 Teknik Latihan Pernapasan untuk Meningkatkan Fungsi Paru-Paru

Terdapat beragam teknik latihan pernapasan ini agar kapasitas paru-paru Anda semakin baik dan tidak mudah ngos-ngosan. Tidak sulit, kok. Ini panduannya!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 2 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Humidifier (Pelembap Udara) Bagi Kesehatan Tubuh dan Lingkungan

Meski terlihat sederhana, ternyata ada segudang manfaat humidifier yang baik untuk kesehatan serta lingkungan, lho. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kanker paru

Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2020 . Waktu baca 12 menit
menghela napas saat stres dan lelah

Kenapa Kita Suka Tanpa Sadar Menghela Napas Saat Merasa Stres?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk penderita asma

Daftar Makanan yang Direkomendasikan dan yang Harus Dibatasi Penderita Asma

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2019 . Waktu baca 8 menit
sesak napas saat berhenti merokok

Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2019 . Waktu baca 4 menit