Membandingkan 2 Jenis Operasi Endometriosis: Laparoskopi dan Angkat Rahim

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Operasi endometriosis adalah tindakan medis paling akhir yang dilakukan untuk mengobati penyakit endometriosis. Meskipun operasi tidak dapat menyembuhkan endometriosis, setidaknya ini dapat mengendalikan gejala endometriosis yang dirasakan. Apa saja jenis operasi endometriosis yang mungkin dilakukan dokter?

1. Operasi endometriosis dengan laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur paling umum yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati endometriosis. Laparoskopi dilakukan dengan mengangkat kista atau jaringan parut yang ada di dalam perut dengan menggunakan panas atau laser.

Laparoskopi dilakukan untuk beberapa kondisi, di antaranya ketika:

  • Terapi hormon tidak dapat mengendalikan gejala endometriosis
  • Terdapat jaringan parut atau kista yang tumbuh dan mengganggu fungsi organ lain dalam perut
  • Endometriosis diduga menyebabkan wanita tidak subur

Prosedur laparoskopi

Sebelum menjalani laparoskopi, Anda sebaiknya tidak makan atau minum setidaknya selama 8 jam sebelum operasi berlangsung. Sebagian besar laparoskopi termasuk prosedur rawat jalan sehingga Anda tidak perlu menginap di rumah sakit terlebih dahulu.

Prosedur laparoskopi dilakukan dengan menggunakan sebuah tabung panjang dan tipis dengan kamera di ujungnya, atau disebut dengan laparoskop. Selama laparoskopi, alat tersebut akan dimasukkan ke dalam perut melalui sayatan kecil yang ditempatkan di bawah pusar.

Ketika endometriosis atau jaringan parut ditemukan, dokter kemudian akan mengangkat jaringan atau melakukan pemanasan (ablasi endometrial) untuk menghancurkan jaringan. Setelah operasi selesai, sayatan lalu ditutup dengan beberapa jahitan.

Karena sayatan yang diberikan hanya kecil, maka efek laparoskopi tidak banyak menimbulkan rasa sakit, bahkan beberapa pasien boleh pulang di hari yang sama setelah operasi. Meskipun operasi endometriosis dengan laparoskopi dapat membantu meringankan gejala, gejala endometriosis dapat kambuh sewaktu-waktu.

Efek samping dan risiko komplikasi dari laparoskopi

Sama seperti operasi pada umumnya, laparoskopi juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti mual, muntah, kelebihan gas di perut, perdarahan vagina ringan, nyeri di tempat sayatan, dan suasana hati yang tidak stabil.

Anda dianjurkan untuk menghindari berbagai aktivitas berat setelah melakukan laparoskopi, misalnya latihan fisik intens, mengangkat beban berat, dan berhubungan seksual. Anda diperbolehkan untuk kembali berhubungan seksual setelah 2-4 minggu dari operasi, tapi konsultasikan terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan kesiapan fisik Anda.

Komplikasi operasi laparoskopi jarang terjadi. Namun, tetap ada kemungkinan komplikasi seperti infeksi kandung kemih atau rahim, perdarahan, dan kerusakan usus atau kandung kemih. Oleh karena itu, penuhi asupan nutrisi dan cairan Anda sembari istirahat yang cukup untuk mempercepat proses pemulihan. Jangan lupa untuk rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengontrol hasil operasi.

2. Operasi endometriosis dengan pengangkatan rahim

Histerektomi dan ooforektomi (pengangkatan indung telur) adalah prosedur yang melibatkan pengangkatan organ repoduksi pada wanita guna mengobati endometriosis. Karena melibatkan pengangkatan rahim, prosedur ini hanya dilakukan bagi wanita penderita endometriosis yang sudah tidak memiliki rencana untuk hamil lagi.

Histerektomi

Histerektomi adalah prosedur pengangkatan rahim yang dilakukan di bawah bius umum. Ada beberapa jenis histerektomi yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Histerektomi total, meliputi pengangkatan rahim dan serviks.
  • Supraservikal atau histerektomi sebagian, meliputi pengangkatan rahim bagian atas namun serviks tetap dibiarkan pada tempatnya.
  • Histerektomi radikal, meliputi histerektomi total yang juga mengangkat struktur di sekitar rahim. Ini biasanya dilakukan jika terdapat perkembangan kanker di sekitar rahim.

Histerektomi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu melalui vagina, perut, atau dengan laparoskopi, tergantung pada kondisi pasien.

Histerektomi vaginal adalah pengangkatan rahim yang dilakukan melalui vagina. Prosedur ini tidak dapat dilakukan pada wanita yang memiliki perlengketan dari operasi sebelumnya atau memiliki rahim yang berukuran besar. Histerektomi vagina menyebabkan komplikasi yang lebih sedikit dan waktu penyembuhannya relatif lebih cepat daripada histerektomi perut atau laparoskopi.

Histerektomi perut adalah pengangkatan rahim yang dilakukan melalui sayatan di perut bagian bawah. Kebalikan dari histerektomi vagina, histerektomi perut mungkin dilakukan pada wanita yang mengalami perlengketan atau memiliki rahim yang besar. Namun, risiko komplikasinya lebih besar, yaitu dapat menimbulkan infeksi luka, perdarahan, pembekuan darah, dan kerusakan saraf dan jaringan. Ini sebabnya, masa pemulihan histerektomi perut cenderung lebih lama dibandingkan dua prosedur histerektomi lainnya.

Histerektomi laparoskopi hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil, sekitar empat sentimeter, di bagian perut untuk mengangkat rahim. Dibandingkan dua prosedur histerektomi lainnya, histerektomi laparoskopi memberikan lebih sedikit rasa sakit maupun komplikasi sehingga pemulihannya pun lebih singkat. Anda mungkin dapat kembali beraktivitas normal lebih cepat.

Akan tetapi, hati-hati dengan kemungkinan risiko komplikasi yang mungkin terjadi, seperti cedera pada saluran kemih dan organ lain. Oleh karena itu, lakukan kontrol rutin dengan dokter untuk mengawasi hasil operasi Anda.

Ooforektomi

Ooforektomi adalah prosedur pengangkatan indung telur (ovarium) guna mengobati endometriosis. Ketika kedua indung telur diangkat, maka prosedur pembedahannya disebut dengan ooforektomi bilateral. Sedangkan bila hanya dilakukan pengangkatan pada salah satu indung telur, ini dsebut sebagai ooforektomi unilateral.

Ooforektomi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembedahan perut atau bedah laparoskopi. Pembedahan perut dilakukan dengan membuat sayatan di perut dan memisahkan otot perut secara hati-hati, baru kemudian ovarium diangkat. Sedangkan pada bedah laparoskopi membutuhkan bantuan laparoskop untuk melihat dan mengangkat ovarium.

Ooforektomi dapat membantu mengurangi rasa sakit dalam jangka panjang akibat endometriosis. Namun, setelah ovarium diangkat, efek sampingnya dapat membuat kadar estrogen yang rendah menjadi lebih parah. Hal ini juga membuat risiko osteoporosis meningkat saat Anda mulai memasuki menopause dini. Untuk menyiasatinya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan prosedur tertentu guna melindungi tulang Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca