Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setiap hari Anda tentu ingin tampil sempurna, dengan sepatu yang mengilap dan dandanan yang rapi. Namun, apa jadinya jika penampilan Anda sudah prima, tapi ternyata bau kaki Anda tidak sedap? Tentu semua usaha Anda untuk tampil memesona jadi sia-sia. Apalagi biasanya orang-orang segan untuk memberi tahu apabila Anda mengalami masalah bau kaki. Untuk menghindari hal ini, Anda perlu tahu seluk-beluk bau kaki yang tidak sedap dan bagaimana cara mencegahnya.

Apa yang menyebabkan kaki beraroma tak sedap?

Secara medis, masalah bau kaki dikenal dengan sebutan bromodosis. Bromodosis merupakan kondisi di mana kaki Anda memproduksi keringat berlebihan dan kaki menjadi lembap, terutama saat memakai sepatu, sehingga muncul aroma tidak sedap. Seperti halnya telapak tangan, telapak kaki juga memiliki kelenjar keringat yang berfungsi untuk melembapkan kulit dan mengatur suhu tubuh, misalnya ketika cuaca sedang panas atau Anda sedang berolahraga. Ketika keringat terus diproduksi oleh kelenjar keringat pada kaki, berbagai bakteri akan tumbuh untuk memecah senyawa organik pada keringat. Aktivitas inilah yang akan menghasilkan aroma yang tidak sedap pada kaki.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kaki berkeringat secara berlebihan. Umumnya masalah bau kaki muncul karena keringat yang menempel pada kaus kaki atau sepatu tidak dikeringkan maupun diganti selama lebih dari satu hari. Namun, pada beberapa orang, masalah bau kaki disebabkan oleh kondisi yang lebih serius. Berikut ini adalah faktor-faktor risikonya.  

1. Perubahan hormon

Pada manusia, perubahan hormon bisa menyebabkan produksi keringat bertambah. Perubahan hormon bisa terjadi saat masa puber atau saat mengandung. Itulah mengapa para remaja, ibu hamil, atau pasien terapi hormon lebih rentan mengalami masalah bau kaki.  

2. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah sebuah kondisi medis di mana seseorang memproduksi keringat jauh lebih banyak dari biasanya. Gangguan ini disebabkan oleh berbagai kelainan neurologis atau metabolisme.

3. Athlete’s foot

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur dan bisa menyerang siapa saja, tak hanya para atlet. Athlete’s foot biasanya ditandai dengan rasa gatal dan kulit kaki yang kering dan pecah-pecah. Anda pun jadi rentan mengalami berbagai masalah kaki lainnya.

4. Stres

Stres akan menyebabkan berbagai respon yang berbeda pada tubuh setiap orang. Ada yang jadi gatal-gatal, sakit perut, berjerawat, atau pusing. Namun, ada juga beberapa orang yang akan berkeringat secara berlebihan pada telapak tangan dan kaki ketika diserang stres. Ini karena tubuh Anda akan melepaskan hormon stres yaitu kortisol, yang akan memicu kelenjar keringat untuk terus memproduksi keringat.

Cara mengusir bau kaki tidak sedap

Untuk mengusir bau kaki tidak sedap, ada beberapa cara yang bisa Anda coba sendiri di rumah.

  • Rendam kaki Anda dalam air hangat yang dicampur dengan larutan garam selama 15 sampai 20 menit setiap hari. Garam bisa membantu mengurangi produksi keringat pada kaki. Anda bisa melakukannya sebelum tidur sehingga kaki Anda memiliki kesempatan untuk “bernapas” sebelum kembali mengenakan sepatu atau kaos kaki.
  • Oleskan minyak esensial lavender pada kaki Anda dan pijat lembut selama beberapa menit. Selain memberi aroma yang segar pada kaki, lavender memiliki kandungan yang bisa membunuh bakteri penyebab bau kaki tidak sedap.
  • Gunakan scrub khusus kaki dengan kandungan antibakteri dan gosokkan pada kaki sambil memijat ringan. Lakukan ini secara rutin sebelum mandi dan kaki Anda pun akan bebas dari kotoran dan bakteri yang menyebabkan masalah pada kaki.

Cara mencegah munculnya bau kaki tidak sedap

Pencegahan masalah bau kaki harus tetap dilakukan meskipun masalah bau kaki sudah terselesaikan atau meski Anda tak pernah mengalaminya. Untuk menjaga kesehatan kaki, rawatlah kaki Anda dengan cara-cara berikut ini.

  • Jangan menggunakan kaos kaki atau sepatu yang sama selama dua hari berturut-turut karena keringat masih akan menempel dan mengandung berbagai bakteri penyebab masalah bau kaki.
  • Semprotkan deodoran atau antiperspirant yang biasanya digunakan untuk ketiak, pada kaki Anda sebelum menggunakan sepatu atau kaos kaki.
  • Cuci kaki Anda dengan bersih setiap hari dengan sabun yang mengandung antibakteri dan antijamur. Setelah itu, keringkan sampai tuntas supaya kaki Anda, terutama pada sela-sela jari, tidak terasa lembap.
  • Simpan sepatu Anda di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Angin-anginkan sepatu Anda secara berkala, terutama jika Anda habis memakainya seharian penuh.
  • Masukkan beberapa bungkus silica gel kecil pada setiap pasang sepatu saat disimpan. Silica gel yang mengandung silikon dioksida ini mampu menyerap kelembapan di dalam sepatu dan mengusir bau tidak sedap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit