Harus Sesering Apa Mengganti Perban Luka Jahitan? (Plus Tips Menggantinya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Biasanya, setelah menjalani operasi, akan ada perban yang menutupi luka jahitan Anda. Mengganti perban luka jahitan menjadi salah satu hal yang harus Anda perhatian agar bekas luka tak jadi infeksi. Untuk itu, Anda perlu memahami apa saja yang harus dilakukan sebelum mengganti perban luka jahitan

Seberapa sering harus mengganti perban luka jahitan?

perban menutup luka

Selain untuk menutupi bekas luka, perban yang diberikan dokter setelah Anda operasi digunakan untuk menjaga bekas jahitan agar tetap kering dan terhindar dari kotoran.

Seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic, perban pada jahitan sebenarnya dapat diganti setelah 24-48 jam operasi dilakukan.

Bila jahitan cukup banyak, dokter akan menyarankan Anda untuk mengganti perban luka jahitan dan membersihkannya dua kali dalam sehari.

Yang harus diperhatikan saat mengganti perban luka jahitan

Perban luka jahitan berfungsi untuk menghindarkan bekas operasi dari debu yang bisa menyebabkan infeksi. Itu sebabnya, Anda juga memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan area bekas operasi. 

Apabila bakteri atau kuman berhasil masuk ke bekas jahitan, besar kemungkinan Anda terkena infeksi. Anda pun jadi harus kembali ke dokter untuk menyelesaikan permasalahan infeksi itu. 

Agar terhindar dari infeksi, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengganti perban luka jahitan

1. Cuci tangan 

sabun cuci tangan antiseptik

Tangan yang habis memegang berbagai benda memungkinkan kuman untuk berkumpul. Itu sebabnya mencuci tangan sebelum mengganti perban luka jahitan adalah hal yang wajib Anda lakukan.

Proses ini bisa dilakukan berulang-ulang. Saat Anda mulai proses mengganti perban luka jahitan, memeriksa bekas jahitan, mengoleskan salep, hingga membuka perban baru untuk menutupnya kembali.

Intinya, pastikan bahwa tangan Anda benar-benar steril. Dengan begitu, Anda dapat mencegah penyebaran bakteri yang menyebabkan infeksi.

Lakukan hal yang sama ketika Anda membantu seseorang mengganti perban bekas jahitan. 

2. Melepaskan perban dari bekas jahitan

Pada saat melepaskan perban, usahakan untuk tidak menarik perban dari kulit, melainkan menarik kulit menjauhi perban. Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit pada area bekas jahitan.

Selain itu, mengganti bahan perekat dengan plester kertas pun sangat dianjurkan bagi Anda yang memiliki kulit kemerahan setelah perekat dilepas.

Plester kertas memang tidak menempel dengan erat pada kulit Anda, tetapi setidaknya mengurangi risiko iritasi pada kulit. 

3. Membersihkan bekas jahitan dengan sabun

Bekas jahitan juga perlu Anda bersihkan. Tidak perlu dengan sabun antibakteri, Anda cukup membersihkan bekas jahitan dengan sabun dan air.

Ingat, jangan pernah menggosok bekas luka karena dikhawatirkan dapat membuka jahitan. Keringkanlah dengan menepuknya menggunakan handuk atau kain yang kering dan lembut

4. Memeriksa jahitan

jahitan caesar sudah sembuh

Setelah Anda mengeringkan bekas jahitan, sudah saatnya untuk melihat apakah terdapat gejala infeksi berupa kulit memerah pada area jahitan. Jika tidak, Anda bisa lanjut mengganti perban luka jahitan.

Sebelum itu, pastikan pula bahwa tak ada jahitan yang terbuka. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya bakteri dan kuman meskipun sudah ditutupi oleh perban. Jangan lupa untuk melakukannya dengan tangan yang steril.

5. Mengganti perban bekas luka jahitan

melepas jahitan luka bekas operasi

Setelah memastikan bahwa tangan Anda bersih, kini saatnya mengganti perban luka jahitan.

Jika terdapat salep yang harus Anda oleskan pada daerah bekas jahitan, silakan lakukan sebelum membalutnya dengan perban. 

Usahakan untuk langsung meletakkan perban ke bekas jahitan untuk menghindari menempelnya bakteri dan kuman.

Apabila terdapat cairan seperti nanah atau darah, Anda mungkin akan membutuhkan beberapa lapis perban sehingga agar cairan tidak merembes dan perban tetap kering. 

6. Membuang perban bekas luka jahitan

buang sampah

Setelah berhasil mengganti perban bekas luka jahitan, jangan lupa untuk membuang bekas perban yang telah Anda gunakan di tempat yang seharusnya. Hal tersebut dilakukan agar Anda tidak terkena infeksi cairan yang keluar dari bekas jahitan.

Akan lebih baik jika Anda membungkus perban bekas dengan plastik sebelum membuangnya ke tempat sampah.

7. Cuci tangan

Setelah proses mengganti perban luka jahitan selesai semua, kini saatnya Anda mencuci tangan kembali untuk yang terakhir. Tujuannya agar Anda benar-benar bebas dari kuman dan bakteri.

Mengganti perban luka bekas jahitan secara berkala memang perlu dilakukan dengan teliti agar tak muncul masalah baru pada bekas luka tersebut.

Apabila Anda mengalami gejala infeksi pada daerah tersebut, silakan konsultasikan kepada dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Bekas Jahitan Caesar Robek Atau Terbuka Kembali?

Jika Anda melahirkan caesar, maka Anda akan mendapatkan bekas jahitan caesar yang harus Anda rawat dengan baik. Apakah bisa luka bekas jahitan caesar robek?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 29/06/2017 . 3 menit baca

Beda Jenis Lukanya, Beda Juga Perbannya: 5 Cara Membungkus Luka

Tak semua luka bisa ditutup dengan perban yang sama. Simak berbagai jenis penutup luka yang diperlukan, berdasarkan jenis luka Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 13/06/2017 . 5 menit baca

Kenali Tanda Saat Bekas Jahitan Caesar Anda Mau Sembuh dan Bermasalah

Melahirkan sesar membuat Anda memiliki bekas jahitan caesar. Jika jahitan ini tidak dirawat dengan baik, maka Anda bisa mengalami masalah, seperti infeksi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 27/01/2017 . 8 menit baca

Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Anda mungkin sedang terluka, ringan atau berat. Kata orang baiknya luka dibuka saja. Tapi pandangan medis baiknya ditutup!

Ditulis oleh: Satria Perdana
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 01/01/2017 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

benang operasi

Tak Seperti Benang Jahit Biasa, Berikut Bahan-Bahan Pembuat Benang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/03/2019 . 5 menit baca
mencegah infeksi luka operasi

Peran Penting Pasien Hingga Tim Medis Dalam Mencegah Infeksi Luka Operasi di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/08/2018 . 5 menit baca
infeksi luka operasi

Tak Disadari, Bahaya Infeksi Luka Operasi Mengintai Pasien di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23/08/2018 . 6 menit baca
cara merawat luka operasi dengan baik

Panduan Merawat Luka Operasi di Rumah Agar Cepat Sembuh dan Tidak Infeksi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/08/2017 . 4 menit baca