4 Cara Mudah Mengatasi Puting Susu Kering yang Bisa Dicoba

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/08/2019
Bagikan sekarang

Mungkin puting susu kering adalah hal yang terdengar baru bagi Anda. Padahal, kondisi ini mungkin saja dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski begitu, puting yang kering bukan berarti tidak bisa diatasi. Anda bahkan bisa melakukan perawatan rumah untuk mengatasi kondisi ini.

Puting susu kering bisa terjadi pada pria dan wanita

Puting susu kering merupakan salah satu masalah payudara yang tidak berbahaya. Nyatanya, kondisi ini dapat dialami oleh wanita maupun pria. Meski memang, masalah tersebut lebih banyak terjadi pada kaum wanita, khususnya ibu menyusui.

Biasanya, kondisi ini ditandai dengan timbulnya rasa gatal dan ngilu di area puting. Bahkan, kulit di sekitar puting akan terlihat pecah-pecah hingga mengelupas.

Meski tidak berbahaya, puting yang kering bisa jadi tanda penyakit serius, misalnya kanker payudara atau penyakit Paget.

Namun, jangan cemas dulu, ada beberapa hal yang bisa membuat kulit di area puting susu cenderung kering, seperti luka, infeksi jamur, eksim, dan perubahan hormon yang biasanya terjadi pada wanita.

Cara mudah mengatasi puting susu kering

Supaya kulit kembali lembap dan tidak kering, Anda bisa melakukan beberapa hal ini untuk mengatasi puting susu yang kering.

1. Hindari atau kurangi pemicunya

Puting susu kering dapat terjadi karena aktivitas sehari-hari yang Anda lakukan, seperti berolahraga, aktivitas seksual, hingga tergores pakaian. Untuk mengatasi puting payudara yang kering karena hal-hal tersebut, Anda bisa mengatasinya dengan mengurangi aktivitas penyebab puting susu Anda kering.

Hal ini juga bisa diatasi dengan menyiasati jenis olaharaga, gaya berhubungan seksual, atau bahan pakaian yang Anda gunakan. Artinya, Anda tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa, tapi hindari hal-hal yang bisa membuat puting susu tergesek.

Misalnya, menggunakan pakaian dengan bahan yang lebih lembut, melakukan aktivitas olahraga dengan menggunakan bra khusus olahraga, atau melakukan hubungan seksual dengan lebih hati-hati.

2. Kompres dengan air hangat

Anda juga bisa mengompres puting susu dengan air hangat jika terasa sakit, kering, dan kulit mengelupas.

Bagi Anda yang mengalami kondisi ini saat masa menyusui, Anda dapat mengompres puting setelah memberikan ASI pada si kecil. Dengan begitu, rasa sakit dan kering pada puting payudara Anda akan reda.

Untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan handuk bersih yang direndam di dalam air hangat. Lalu peras handuk tersebut hingga tidak ada air yang menetes. Letakkan handuk hangat tersebut pada puting susu Anda selama beberapa menit. Jika sudah, keringkan puting susu Anda perlahan.

3. Teteskan ASI yang baru dikeluarkan

Jika Anda sedang menyusui, ASI juga bisa bantu mengatasi puting susu yang kering. Perlindungan antibakteri dari ASI yang baru saja dikeluarkan dapat membantu mengatasi puting susu yang luka, kering, dan terkelupas.

Anda bisa menadahi tetesan ASI di tangan Anda, kemudian oleskan ke kulit puting payudara yang terluka atau kering dan terkelupas. Biarkan air susu kering terlebih dahulu sebelum menggunakan pakaian kembali. Tetapi, pastikan bahwa kedua tangan Anda sudah dalam keadaan bersih saat menadahi ASI di tangan.

4. Bilas dengan air garam

Anda bisa mengatasi puting payudara Anda yang terasa kering menggunakan air garam. Larutan air garam ini bisa Anda buat sendiri di rumah dengan cara yang mudah.

Pertama, campurkan 1/2 sendok teh garam ke dalam 250 mililiter air. Kemudian rendam puting susu Anda ke dalam mangkuk kecil berisi larutan garam selama satu menit. Anda juga bisa menggunakan botol semprot yang digunakan pada seluruh bagian dari puting payudara Anda. Jika sudah, keringkan dengan cara menepuknya perlahan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Cara Mudah Menyusui Si Kecil Saat Puting Susu Ibu Datar

    Jangan berkecil hati jika ibu memiliki puting susu yang datar. Ibu tetap bisa lancar menyusui dengan kondisi puting datar asal menerapkan berbagai tips ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Parenting, Menyusui 26/03/2019

    6 Tips Ampuh Mencegah Puting Susu Lecet Saat Menyusui

    Puting susu yang lecet dan luka kerap menjadi masalah utama para ibu saat menyusui. Untuk mencegahnya, yuk lakukan beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Parenting, Menyusui 09/03/2019

    6 Fakta Unik Tentang Areola Payudara yang Perlu Anda Ketahui

    Aerola adalah bagian berwarna gelap yang mengelilingi puting susu. Baik pria maupun wanita pasti memilikinya. Simak berbagai fakta tentang areola di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    7 Sebab Puting Susu Mengeras (Apakah Karena Terangsang?)

    Puting susu merupakan salah satu bagian sensitif wanita yang bisa mengeras. Berikut ini berbagai penyebab puting susu keras yang mungkin pernah Anda alami.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi bingung puting

    Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Bayi Bingung Puting

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
    merangsang puting pria

    Tips Merangsang Puting Payudara Pria Agar Seks Lebih Bergairah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019
    mencegah puting berdarah

    4 Tips Agar Puting Tak Mudah Berdarah Saat Menyusui

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 09/09/2019
    obat puting lecet

    Berbagai Obat untuk Memulihkan Puting Susu Lecet Saat Menyusui

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 06/09/2019