Tips Memilih Kemasan Makanan dan Minuman yang Aman untuk Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/08/2018
Bagikan sekarang



Ketika membeli makanan atau minuman, banyak orang lebih fokus memperhatikan bahan makanan dan nilai gizi yang terkandung di dalam produk. Bagaimana dengan kemasannya? Ya, Anda mungkin tidak terlalu memperhatikan kemasan makanan dan minuman yang Anda pilih. Padahal, tidak semua kemasan pangan aman dan terbebas dari bahan berbahaya, lho.

Lantas, bagaimana cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman untuk kesehatan? Baca terus ulasan lengkapnya berikut ini.

Cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman

membaca label kemasan

Kemasan pangan adalah material yang digunakan untuk melindungi makanan dari kerusakan maupun kontaminasi bakteri dari luar. Setiap produk makanan dan minuman yang dijual di pasaran dibungkus dengan kemasan yang berbeda-beda. Ada yang dikemas dengan plastik, kaleng, gelas, kaca, atau styforoam.

Beberapa makanan dan minuman yang dijual di pasaran, terutama yang berupa jajanan kaki lima, sering menggunakan kemasan makanan dari bahan non-food grade. Food grade sendiri adalah standar untuk menguji kelayakan sebuah material yang digunakan untuk kelengkapan makanan, salah satunya adalah kemasan yang membungkus makanan tersebut. Ketika jenis kemasan tergolong non-food grade, ini artinya kemasan tersebut berpotensi memicu bahaya bagi kesehatan tubuh.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan saat memilih kemasan makanan dan minuman agar aman dari zat berbahaya tersebut:

1. Kedap udara

Sebelum membeli makanan maupun minuman kemasan, pastikan kemasan pada produknya kedap udara. Pasalnya, makanan atau minuman harus disimpan dalam kemasan kedap udara untuk mencegah kontaminasi bakteri. Makanan dan minuman yang tidak dikemas dengan benar dapat membuka peluang bagi bakteri untuk masuk dan mengontaminasi produk.

2. Kemasan tidak rusak/penyok

Jangan lupa untuk memperhatikan terlebih dulu bentuk kemasan produk yang akan dibeli. Jika kemasan sudah rusak, robek, atau penyok maka ada kemungkinan produk yang ada di dalamnya sudah terpapar udara di luar atau terkana paparan sinar matahari dalam waktu yang lama. Hal ini bisa menyebabkan warna dan rasa pada makanan maupun minuman dapat berubah.

3. Selalu pilih produk yang sudah terdaftar di BPOM

Sebelum membeli makanan maupun minuman kemasan, selalu lakukan cek KLIK. Cek KLIK itu sendiri terdiri dari cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa.

Cek KLIK ini berguna untuk memastikan keamanan kandungan pada makanan atau minuman sekaligus menjadi pedoman bagi Anda untuk memilih kemasan makanan dan minuman yang aman untuk kesehatan.

Salah satu poin penting dari KLIK adalah pilih produk yang sudah memiliki nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Ketika suatu produk memiliki nomor izin edar dari BPOM, artinya tidak hanya bahan makanan atau minuman saja yang terjamin aman, tetapi juga kemasannya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena kemasan makanan dan minuman yang sudah terdaftar pada BPOM karena BPOM senantiasa melakukan pengawasan terhadap produk makanan/minuman yang beredar di pasar.

Bagaimana dengan kantong teh celup?

Anda mungkin pernah mendengar rumor bahwa kantong teh celup mengandung zat karsinogenik jika direndam terlalu lama dengan air panas. Lantas, benarkah demikian?

Berdasarkan siaran pers BPOM, kantong teh celup yang memiliki nomor izin edar dari BPOM sudah melalui berbagai evaluasi penilaian keamanan pangan dari kandungan maupun kemasannya. Penilaian keamanan pada kantong teh celup sendiri mensyaratkan pemenuhan terhadap batas migrasi yang baik yaitu jumlah maksimum zat yang bisa berpindah dari kemasan pangan (dalam hal ini kantong teh celup), ke dalam bahan pangan (misalnya air seduhan teh). Maka dari itu, kantong teh celup aman digunakan walaupun diseduh di air yang panas.

Selain itu, BPOM juga menegaskan bahwa kantong teh celup yang aman adalah yang tidak mengandung senyawa klorin sebagai pemutih, karena saat diseduh, klorin dapat ikut larut dan masuk ke dalam tubuh, menyebabkan masalah pencernaan dan memicu radikal bebas. Syarat bahwa kantong teh celup tidak boleh mengandung senyawa klorin ini wajib disertakan kepada BPOM saat permohonan penilaian keamanan produk.

Kesimpulannya, perlu diingat bahwa setiap produk yang sudah tersertifikasi BPOM menandakan bahwa kandungan makanan dan kemasan yang digunakan sudah aman untuk makanan karena telah melalui berbagai uji kelayakan. Artinya, produk teh yang memiliki sertifikat BPOM, sudah terjamin terbebas dari bahan-bahan berbahaya.

Bukan hanya kandungan tehnya saja yang sehat, tetapi juga semua material pada produknya aman digunakan. Produk teh yang baik dikemas dalam material kedap udara untuk menjaga rasa dan kandungannya. Selain itu, material kemasan juga harus sesuai dengan standar global dan menggunakan material food grade.

Kantong teh celup sebaiknya mengandung serat-serat alami sehingga terbebas dari substansi yang dapat membahayakan kesehatan. Jadi, sudah ngeteh belum hari ini?

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Jitu Merawat Kulit Sekitar Mata Agar Terhindar dari Penuaan Dini

Merawat kulit sekitar mata wajib hukumnya dan tak boleh dilewatkan. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari tanda-tanda penuaan dini di area mata.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

3 Resep Teh Buah Sehat dan Mudah Dibuat Sekaligus Manfaatnya Bagi Tubuh

Selain ditambahkan rempah-rempah, Anda juga bisa menambah variasi rasa teh dari potongan atau sari buah. Yuk, lihat resep teh buah sekaligus manfaatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Sama-Sama Sedap, Sebetulnya Lebih Sehat Teh Hijau Atau Teh Hitam?

Dari berbagai varian teh yang ada, sudahkah Anda tahu apa saja perbedaan teh hijau dan teh hitam? Apakah manfaat keduanya bagi kesehatan sama saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 05/10/2018

Kantong Teh Mengandung Zat Karsinogenik, Mitos atau Fakta?

Teh memberikan banyak manfaat kesehatan. Akan tetapi, ada yang bilang bahwa kantong teh celup mengandung zat karsinogenik penyebab kanker. Apa benar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat rooibos tea

3 Manfaat Mengejutkan Minum Teh Rooibos untuk Tubuh Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019
manfaat teh kayu manis

3 Cara Mudah Membuat Teh Kayu Manis di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16/11/2019
cara membuat teh sage

3 Langkah Mudah Membuat Teh Sage Sendiri di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12/11/2019
thyme obat sakit gigi herbal

3 Manfaat Minum Teh Thyme Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 26/10/2019