Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda seharusnya tidak memasukkan benda apapun ke dalam telinga untuk membersihkan kotoran dan debu. Ya, termasuk membersihkan telinga dengan cotton bud.

Untuk sebagian orang, kotoran telinga bisa menumpuk dengan sangat cepat hingga mengurangi kemampuan mendengar dan, di beberapa kasus, timbul rasa sakit. Banyak orang yang memilih menggunakan cotton bud untuk mengangkat kotoran tersebut. Padahal, walaupun membersihkan telinga dengan cotton bud cukup umum dilakukan, para ahli mengungkapkan bahwa membersihkan telinga dengan cotton bud bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau kerusakan pada saluran dalam telinga.

Kita perlu kotoran telinga

Saluran dalam telinga memiliki sel khusus yang berfungsi untuk memproduksi cerumen, alias kotoran telinga. Produksi kotoran telinga ini bukannya tanpa alasan. Dilansir dari The Huffington Post, William H. Shapiro, seorang audiologis dan rekanan profesor di NYU Langone Medical Center, menjelaskan bahwa kotoran telinga adalah pelindung alami tubuh dari segala macam partikel asing, termasuk serangga, yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui lubang telinga.

Kotoran telinga juga mengandung properti antibiotik dan antijamur, sehingga terlalu sering membersihkan telinga bisa berakibat pada komplikasi telinga dan kulit, termasuk infeksi telinga dan eksim di bagian luar telinga.

Kenapa tak disarankan pakai cotton bud?

Walaupun residu kotoran telinga akan tetap ada dan menempel di kapas cotton bud saat Anda membersihkan telinga, tapi di saat yang bersamaan Anda juga mendorong dan memadatkan kotoran telinga semakin masuk jauh ke dalam, melewati tempat di mana produksi minyak dalam telinga terjadi (lokasi ideal di mana kotoran telinga harus tetap tinggal). Hal ini akan menimbulkan rasa sakit, tekanan, gangguan pendengaran sementara, hingga berisiko menusuk gendang telinga.

Gendang telinga sangat mudah diraih oleh cotton bud. Karena gendang telinga sangat rapuh, organ penting dalam telinga ini akan dengan mudah pecah bahkan saat menerima tekanan yang lembut sekalipun dari dorongan cotton bud. Rasa sakitnya termasuk cukup parah dan telinga Anda mungkin akan mengeluarkan cairan bening dari dalam. Gendang telinga yang tertusuk akan mudah sembuh dengan sendirinya, walaupun begitu, proses pemulihan akan memakan waktu yang cukup lama dan bisa berujung pada gangguan pendengaran konduktif.

Jadi, perlukah untuk tetap membersihkan telinga?

Terlalu sedikit kotoran telinga yang tersisa akan meningkatkan risiko infeksi, dikutip dari American Hearing Research Foundation. Setidaknya, ada sepuluh peptida antimikroba yang terkandung dalam kotoran telinga untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak. Sementara itu, terlalu banyak kotoran telinga bisa meningkatkan kejadian infeksi dan kehilangan pendengaran. Oleh karena itu, Anda membutuhkan perawatan telinga yang pas.

Pada umumnya, lubang dalam telinga tidak perlu dibersihkan. Mengutip dari Smithsonian Magazine, Dr. Rob Hicks mengungkapkan, telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Lemak dan minyak dalam saluran telinga akan memerangkap segala partikel asing yang masuk ke dalam telinga dan membilasnya keluar sebagai kotoran telinga. Kotoran telinga, menurut Hicks, akan luruh dengan sendirinya tanpa Anda sadari.

Struktur kulit dalam saluran telinga Anda bertumbuh layaknya spiral yang mengarah ke luar. Begitu kotoran telinga mengering, setiap gerakan yang dibuat oleh rahang Anda (mengunyah, berbicara, apapun itu) membantu melancarkan transportasi kotoran telinga dari dalam hingga keluar lubang telinga.

Selama keramas atau mandi, air yang masuk ke dalam lubang telinga akan mengencerkan kotoran telinga Anda sehingga akan memudahkan proses pembuangan.

Bagaimana cara membersihkan telinga dengan aman?

Kebalikan dari saluran dalam telinga, bagian terluar telinga harus tetap dibersihkan secara rutin. Walaupun begitu, tetap hindari membersihkan telinga dengan cotton bud. Setelah mandi, cukup gunakan sedikit sabun, air, dan sebuah lap bersih untuk menggosok bagian luar telinga.

Metode seperti ini memang tidak akan memberikan efek telinga yang bersih kesat, namun, mengutip dari Shape, Nithin Bathia, M.D., dari ENT Anda Allergy Associates New York, berpendapat bahwa kelembapan yang diberikan oleh kotoran telinga bagus untuk kesehatan telinga Anda. Telinga yang kesat sama sekali bersih dari kotoran telinga akan membuat saluran telinga kering dan terasa gatal. Kondisi ini kemudian akan menciptakan kebiasaan yang berulang; Anda merasa telinga Anda gatal akibat terlalu banyak kotoran telinga menumpuk, maka Anda akan semakin rutin mengorek telinga Anda. Semakin keras Anda mengorek telinga Anda, semakin banyak pula histamin yang dilepaskan yang akan menyebabkan kulit teriritasi dan meradang, sehingga memperparah masalahnya.

Jika Anda tidak cukup puas hanya membersihkan telinga dengan kain lap basah, Anda bisa menggunakan larutan pembersih telinga yang dijual bebas di apotek atau supermarket terdekat. Cukup teteskan larutan tetes telinga tersebut untuk memudahkan Anda membersihkan telinga Anda. Akan tetapi, solusi terbaik untuk membersihkan telinga sebenarnya dengan mengunjungi dokter THT Anda untuk mendapatkan pembersihan telinga profesional.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Sudah Benarkah Cara Anda Keramas Selama Ini? Cek di Sini!

    Walaupun Anda rajin keramas, belum tentu rambut Anda bersih. Berikut ulasan mengenai langkah mencuci rambut dengan benar.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 9 menit

    Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

    Mudah merasa lelah dan pusing? Bisa jadi gejala kadar hemoglobin atau Hb tinggi. Apa risikonya bagi tubuh? Cari tahu info lengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

    Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

    Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    gingsul, salah satu jenis maloklusi

    Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat bengkoang

    Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara mengatasi rambut kering

    Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit