Penyebab dan Cara Mengobati Jamur di Kulit dan Kuku

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jamur tak hanya tumbuh di tempat yang lembab dan minim cahaya. Nyatanya, jamur juga bisa tumbuh di kulit dan kuku Anda. Ya, jamur di kulit dan kuku merupakan jenis jamur candida, yaitu jamur alami yang bisa menyebabkan infeksi pada bagian tubuh yang terkena. Pria dan wanita di segala usia bisa terinfeksi jamur jenis ini. Nah, untuk mencari tahu lebih jauh soal jamur di kulit dan kuku, simak penjelasan mengenai jamur di kulit dan kuku di bawah ini.

Apa itu candida?

Perlu diketahui, bahwa ada lebih dari 150 jenis jamur candida. Spesies yang paling sering menyebabkan tubuh jadi jamuran, adalah Candida albicans. Sedangkan, 15 spesies Candida albicans lainnya diketahui bisa menyebabkan infeksi pada kulit dan selaput lendir di seluruh tubuh.

Berlebihnya jamur candida yang tumbuh ini lebih sering terjadi pada bagian kulit yang lembab. Pada candidiasis, sebutan untuk orang yang terkena jamur candida, biasanya bisa diobati dengan beberapa obat-obatan bebas yang dijual di apotek jika kondisi infeksi jamurnya ringan. Infeksi candida yang serius memerlukan pengobatan dan perawatan dari dokter.

Di mana saja bisa muncul jamur?

Berikut adalah bagian-bagian tubuh yang paling rentan terhadap tumbuhnya jamur kulit.

  • Lipatan kulit
  • Di bawah payudara
  • Selangkangan dan sekitar paha bagian dalam
  • Ketiak
  • Ruang antara jari jemari pada tangan dan kaki
  • Kulit kulup dari penis yang tidak disunat

Sedangkan tanda-tanda jamur di kuku bisa muncul dengan kondisi kuku yang rapuh, mudah pecah, atau sudah pecah. Bila sering muncul adanya bintik putih atau kuning di bawah kuku, hal itu bisa menjadi cikal-bakal jamur pada kuku.

Apa yang menyebabkan munculnya jamur di kulit dan kuku?

Infeksi jamur pada kulit ini biasanya disebabkan oleh kondisi bagian tubuh yang lembab, hangat dan basah. Ketatnya pakaian yang dikenakan bisa membuat kulit tidak mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Bila dikombinasikan dengan cuaca yang lembab dan hangat seperti di Indonesia yang merupakan negara tropis, keringat bisa menumpuk pada pakaian yang ketat, terutama di lipatan-lipatan tubuh, dan menjadi lokasi yang ideal bagi jamur untuk tumbuh. Ketika Anda tidak menjaga kebersihan tubuh dengan baik, maka risiko suburnya jamur candida di kulit Anda pun semakin tinggi.

Sedangkan jamur yang terdapat pada kuku bisa disebabkan oleh beberapa pekerjaan tertentu. Misalnya jika pekerjaan Anda menuntut Anda untuk sering bersentuhan dengan zat dan bahan kimiawi tertentu atau Anda terus menerus berada di dalam air, sehingga kuku jadi cepat rapuh.

Namun, tidak bisa dipungkiri juga kalau kuku rapuh bisa disebabkan oleh faktor genetik dan penuaan. Selain itu, wanita lebih rentan mengalami jamur kuku dibanding pria.

merawat kuku selama kemoterapi kanker

Bagaimana mengobati jamur di kulit dan kuku?

Pengobatan jamur di kulit dan kuku pada umumnya bisa diobati dengan obat antijamur seperti miconazole, clotrimazole, dan oxiconazole yang dapat membantu penyembuhan infeksi pada kulit.

Untuk mempercepat proses penyembuhan infeksi jamur di kulit dan kuku, ada baiknya Anda menjaga kedua bagian tubuh tersebut tetap kering dan tidak lembab. Bila infeksi jamur dan kuku sudah parah, segera konsultasikan  pada dokter untuk diberi obat sesuai resep dan tingkat keparahan infeksi.

Lalu, infeksi kulit paa kulit yang parah, sering disebabkan oleh candidiasis invasif dan perlu diobati oleh dokter. Candidiasis invasif adalah infeksi ragi serius yang memengaruhi darah, jantung, mata, otak, dan tulang. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti orang dengan HIV/ AIDS, lebih berisiko terkena dampak infeksi invasif ini. Anda harus segera mencari bantuan medis untuk dirawat di rumah sakit.

Lalu bagaimana mencegah jamur di kulit dan kuku?

  • Jaga agar kuku Anda terhindar dari paparan zat kimiawi atau air terus menerus. Pakai sarung tangan yang tahan air untuk melakukan tugas sehari-hari yang mengharuskan Anda bersentuhan dengan air.
  • Anda juga bisa mengobati dan memperkuat kuku dengan petroleum jelly atau losion yang berbahan dasar minyak daripada yang berbahan dasar air.
  • Jika infeksi kuku tidak bisa diobati, Anda harus melakukan operasi pengangkatan kuku. Diharapkan kuku baru akan tumbuh, tapi ini akan membutuhkan proses yang lama.
  • Konsumsi vitamin B dengan biotin agar kuku yang rapuh tampak kuat.  Namun, ini adalah sebuah perawatan jangka panjang dan harus dilakukan secara rutin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit